Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 117 Kelembutan Rasa


Karena, melihat sikap dan perilaku dari Rio begitu lembut sekali, sehingga hal itu membuat Cinta merasa luluh dan tidak bisa lagi mengungkapkan serta menunjukkan rasa kesalnya itu. Sehingga membuat Cinta hanya bisa memberikan sebuah jawaban yang membuat Rio seketika menyunggingkan senyumannya dan mencium lembut kedua pipi Cinta.


" Kenapa indah sekali rasanya jika diperlakukan Kak Rio seperti ini,," Gumam Cinta dalam hati sambil memandangi wajah Rio yang sedang memberikan senyuman tulus padanya itu.


" Kenapa bersembunyi dari Kakak, heemm, sengaja ya, biar kakak bingung nyariin Dedek ?" Tanya Rio dengan menambah tubuhnya semakin dekat dan semakin merapat pada tubuh istrinya itu.


Karena, mendengar suaranya Rio yang terdengar oleh Cinta begitu lembut namun sangat jelas, oleh sebab itu, dengan segera Cinta menjawab pertanyaan dari Rio tentang tindakannya yang sengaja mengagetkan Rio itu


" Karena, Kak Rio tega meninggalkan Cinta sendiri," Ucap Cinta sambil memonyongkan bibirnya karena masih kesal dengan kelakuan Rio namun terlihat begitu manja.


Sontak saja Rio tertawa ketika mendengar pernyataan dari Cinta yang menyatakan bahwa ia kesal pada Rio dikarenakan Rio tega telah meninggalkannya sendiri di dalam kamar bahkan terkunci dari luar.


" Hahahaha, ceritanya seperti ini, dek,," Jawab Rio yang masih dengan suara tawanya itu.


" Apa ?" Tanya Cinta lagi dengan wajah yang terlihat begitu manja.


" Waktu Kak Rio mau jemur seprai di sampiran kamar, Kak Rio lihat dari kaca ada office boy yang sedang lewat,," Ucap Rio yang mulai membuka pembicaraannya pada Cinta.


" Lalu, Kakak langsung serahin seprainya ke office boy itu,," Sambung Rio lagi sambil merapikan sehelai demi sehelai rambut Cinta.


" Dan Kak Rio memiliki ide daripada nggak ada kerjaan lagi di kamar lebih baik Kak Rio langsung keluar untuk beli sarapan,," Sambung Rio lagi pada penjelasannya itu.


" Karena, Dedek lagi mandi mungkin Dedek nggak denger suara Kak Rio yang minta izin pada Dedek sebelum Kak Rio keluar, begitu istriku,," Jawab Rio dengan menjelaskan keadaan semuanya pada Cinta dengan detail.


Terlihat saat ini Cinta sedang memikirkan jawaban yang dijelaskan oleh Rio padanya dan setelah mendapatkan sebuah pertanyaan lagi dalam benaknya itu yang belum terjawab, oleh sebab itu, Cinta langsung menanyakan hal lain lagi pada Rio.


" Benarkah, seperti itu ?" Tanya Cinta dengan matanya yang terlihat sedang menyudutkan posisi Rio.


" Iya, dek, itu sarapannya ada,," Jawab Rio sambil tersenyum dan menunjukkan tempat sarapan yang baru saja ia beli itu.


" Oke kalo gitu Cinta percaya,," Jawab Cinta mengangguk dan membuat Rio tersenyum senang.


" Lah tapi, kenapa semua barang-barang kita menghilang di dalam lemari ?" Tanya Cinta lagi pada Rio hingga membuat Rio kembali tertawa.


" Hahahaha, bukan hilang dek, tapi sudah Kakak pindahkan ke bagasi mobil,," Jawab Rio langsung pada Cinta.


" Ooohhhh, Cinta pikir Kak Rio mau kabur sendiri dari Villa ini,," Gumam Cinta yang merasa nyaman di posisinya saat ini.


" Hahahaha nggaklah dek, masa seorang suami tega meninggalkan istrinya sendiri di kamar Villa, kalau ada pria seperti itu, itu namanya pria tidak memiliki rasa tanggung jawab dalam hidupnya,," Jawab Rio dengan jelas sehingga membuat Cinta sedikit menyunggingkan senyumannya.


Karena, senyuman Cinta hanya tipis yang ditunjukkannya itu, dengan segera Rio meminta Cinta untuk melebarkan senyuman manisnya itu.


" Jangan sedikit aja, senyumnya dek, lebarin dikit donk,," Ucap Rio yang meminta Cinta untuk melebarkan senyumannya.


Karena, mendengar permintaan dari Rio itu begitu membuat perutnya ingin tertawa dengan segera Cinta mengikuti permintaan dari Rio untuk melebarkan senyumannya itu. Sehingga membuat Rio langsung memeluk Cinta dengan erat dalam posisi yang begitu menguntungkan kedua pasangan ini.


" Nah begitu, kan jadi cantik Istriku ini,," Seru Rio yang spontan langsung memeluk erat tubuh Cinta.


Yang Cinta rasakan saat ini adalah selalu berada di dalam posisinya seperti ini. Karena, posisinya saat ini membuat hati dan perasaannya begitu nyaman sekali, sehingga rasa kesal, rasa marah serta rasa yang hendak memberikan sebuah hukuman tidak jadi ia lakukan.


" Jangan pernah lagi kayak gitu, Cinta takut kalau tinggal sendirian," Ucap Cinta di tengah kemesraan yang sedang dilakukan oleh Rio.


" Iya Istriku,," Jawab Rio lembut sambil memberikan tatapan lembutnya


" Dan jangan lagi, minta izin sama Cinta yang nggak bisa Cinta dengar, kenapa nggak langsung masuk aja, biar Cinta tahu,," Ucap Cinta lagi dengan bibirnya yang manja.


" Iya dek, Kak Rio janji, Kak Rio nggak akan lakuin hal yang tidak diketahui oleh Dedek lagi, ya,," Bilang Rio sambil mengecup lembut kening Cinta.


Setelah dikecup lembut oleh Rio di keningnya itu, sambil membuka matanya Cinta memberikan tatapan lembutnya pada Rio. Sehingga membuat Rio mengatakan suatu hal yang membuat perasaan Cinta merasakan sebuah kebahagiaan.


" Dek, Kak Rio ingin meminta sesuatu, boleh ?" Tanya Rio lembut pada Cinta.


" Apa, katakan aja Kak,," Jawab Cinta lembut juga.


" Apakah boleh jika, Kak Rio memanggil Dedek dengan panggilan lain seperti,," Ucap Rio pada Cinta dan Cinta langsung menyela pembicaraannya Rio.


" Panggilan lain seperti apa ?" Tanya Cinta langsung dengan wajahnya yang terlihat sangat cemas kalau Rio akan memanggilnya dengan sebutan lain seperti panggilan Rio padanya dahulu yaitu dengan panggilan nona.


Sambil tersenyum lembut dan mengecup kening Cinta serta kedua pipinya, Rio segera menjawab dan meyakinkan Cinta bahwa Rio ingin sekali memanggil Cinta dengan panggilan sayang.


" Udah gak sabaran Dedek ya,," Ucap Rio disaat Cinta memotong omongannya itu.


" Iya, gak sabaran, jangan panggil Non lagi, Cinta gak mau,," Jawab Cinta langsung yang mengingatkan Rio akan panggilannya dahulu.


" Heemm bukan dek,," Jawab Rio langsung sambil tersenyum.


" Sebenarnya eemm, bolehkah jika Kak Rio memanggil Dedek, dengan panggilan Sayang ?" Tanya Rio lagi dengan tatapan lembutnya.


Betapa senangnya Cinta ketika mendengarkan ucapan Rio yang meminta izin padanya untuk memanggilnya dengan panggilan sayang. Hati wanita mana yang tidak bahagia jika mendapatkan sebuah ketulusan serta kelembutan yang selama ini diinginkannya dari seorang pria yang begitu diharapkannya.


Dengan segera Cinta menganggukkan kepalanya tersenyum lebar dan langsung mengeratkan pelukan Rio pada tubuhnya itu.


" Hah !! tentu saja boleh Kak, terima kasih,," Bilang Cinta dengan spontan memeluk tubuh Rio.


" Sama-sama Istriku sayang,," Jawab Rio juga sambil memeluk istrinya dengan erat.


" Tapi, Kak Rio juga meminta Dedek manggil Kak Rio dengan sebutan sayang juga ya,," Ucap Rio lembut sambil berbisik di telinga Cinta.


Sehingga bisikan yang dilakukan oleh Rio itu membuat wajahnya Cinta menjadi merah karena merasa sedikit malu dan juga gugup. Tapi, karena saat ini Cinta juga merasakan suatu hal yang sama pada Rio, oleh sebab itu Cinta segera menganggukkan kepalanya menyetujui keinginan yang diinginkan oleh Rio untuk sama-sama memanggil sayang.


" Eeemmm, Kak Rio, itu panggilan sayang barusan Kak Rio loh yang pinta,, tapi Cinta juga harus manggilin Kak Rio sayang juga ?" Tanya Cinta dengan wajahnya yang khas akan manjanya itu.


" Heemm benar sekali sayangku,," Jawab Rio mengangguk.


" Heemmm, Cinta pikir-pikir dulu,," Bilang Cinta sambil mengedipkan matanya di hadapan Rio seolah sedang menggoda Rio saat ini.


Tentu saja dengan segera Rio menggelitik perut Cinta hingga membuat Cinta kegelian dan tertawa terbahak-bahak, hingga akhirnya Rio menghentikan kelitikan yang dilakukannya itu ketika Cinta meminta untuk dihentikan yang masih tertawa itu.


" Hahahaha, iya, iya, Kak udah geli,," Bilang Cinta di sela tawanya.


" Panggil sayang dulu, baru Kak Rio berhenti kelitikinnya,," Ucap Rio lagi pada Cinta.


" Iya, iya Sayang,," Jawab Cinta.


" Nah gitu dong sayang,," Bilang Rio sambil menjawil hidungnya Cinta.


" Cinta mau pi.pis karena digelitik,," Ucap Cinta yang masih menahan tawanya.


" Nanti pi.pisnya, mau ditemenin gak ?" Tanya Rio hingga membuat Cinta berseru lucu.


" Iiiihhhh Kak Rio apa-apaan, nggak mau,," Jawab Cinta berseru lucu.


" Kenapa nggak mau ?" Tanya Rio lagi dengan wajah sedikit menggoda.


" Iiiihhhh Kak Rio lepasin, Cinta mau pi.pis beneran ini,," Bilang Cinta lagi yang minta dilepaskan tubuhnya dari tindihan tubuh Rio.


" Kalo mau ditemenin oleh Kakak, baru deh Kakak lepasin,," Ucap Rio dengan memberikan sebuah pilihan.


" Iiihhhh Kak Rio, Cinta udah gak tahan ini, nanti Cinta pi.pis disini jadinya," Bilang Cinta yang menahan rasa geli ketika tubuhnya ingin membuang air kecil.


" Pi.pis aja disini, biar sekaligus Kak Rio lihat,," Ucap Rio yang semakin menantang.


" Kak Rio Cinta udah gak tahan, ya udah anterin,," Bilang Cinta yang terlihat sedang menahan rasa tubuhnya ingin membuang air kecil.


" Panggil sayang dulu, sayang baru Kak Rio lepasin,," Ucap Rio lagi yang memiliki banyak cara untuk mendapatkan hati Cinta.


" Iya sayangku, ayo anterin,," Jawab Cinta yang sudah terlihat begitu kebelet untuk buang air kecil.


" Gitu donk,," Gumam Rio tersenyum senang.


Sambil tersenyum dengan lebar, karena, merasa keinginannya itu menang maka dengan segera Rio melakukan tindakan yang diinginkannya yaitu mengantarkan Cinta untuk ke kamar mandi.


" Kak Rio gendong ya,," Ucap Rio sambil mengangkat tubuh Cinta.


" Aakkh, Kak Rio, kenapa digendong !" Seru Cinta kaget ketika Rio telah mengangkat tubuhnya itu.


" Sssttt, diam,," Seru Rio balik sambil tetap melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


" Eeemmm, ya udah nurut aja,," Gumam Cinta dengan wajahnya yang terlihat manyun namun manja.


" Hahahaha, akhirnya Kak Rio yang menang sayang,," Seru Rio sambil menyatukan hidungnya dengan hidung Cinta.


Karena, terlalu gemas melihat wajah Cinta yang terlihat begitu cemberut namun cemberutnya itu manja, dengan segera Rio menyatukan hidungnya pada hidung Cinta.


" Eeemmm Kak Rio,," Seru Cinta balik ketika tidak bisa menolak tindakan Rio yang menyatukan hidungnya itu.


Setelah memeluk tubuh Cinta dengan posisi di atas tubuh Cinta begitu erat, Rio langsung melepaskannya secara perlahan dan menggendong tubuh istrinya itu masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah sampai di dalam kamar mandi, sebelum menurunkan tubuh Cinta dari gendongannya, dengan senyumannya yang indah, Rio memberikan sebuah perkataan yang membuat wajah Cinta memerah. Namun, walaupun wajahnya memerah Cinta saat ini tidak lagi merasa canggung ataupun gugup di hadapannya Rio, karena, bagi Cinta saat ini Cinta sudah semakin percaya bahwa sebenarnya Rio juga memiliki rasa terhadap dirinya.


Namun, rasa yang dimiliki oleh Rio itu belum terungkap semuanya pada Cinta. Oleh sebab itu, Cinta sudah memiliki sebuah niat untuk memperlakukan Rio lebih lembut lagi agar semua rasa dan juga ungkapan hati yang masih mengganjal di dalam perasaanya itu terungkap.


" Heemm udah sampai sayang, sebelum turun dan pi.pis cium Kak Rio dulu,," Pinta Rio langsung dengan perkataan lembut kepada Cinta.


" Eemmm, baiklah suamiku tersayang,," Jawab Cinta sambil tersenyum juga.


Tentu saja dengan segera Cinta mengikuti keinginan yang diinginkan oleh Rio kepadanya itu. Cinta meraih wajah Rio menggunakan kedua tangannya dimana satu tangannya merangkul wajah Rio dan satunya lagi bertahan di leher Rio agar tidak terjatuh.


Setelah posisinya merasa cukup dan tepat, dengan segera Cinta melayangkan ciumannya kepada Rio tepat di pipinya.


Mmuuaacchh !!


Suara kecupan mesra yang diberikan oleh Cinta untuk Rio. Sesuai dengan apa yang dipinta oleh suaminya itu sebelum ia turun dan buang air kecil.


" Udah Kak,," Bilang Cinta sambil mengelap bekas ciumannya yang sedikit basah.


" Jangan di hapus,," Ucap Rio sambil mencegah tangannya Cinta untuk menghapus bekas ciumannya itu.


" Hehehe iya, iya, maaf kalo di hapus, ya udah Cinta cium lagi,," Bilang Cinta yang memang terlalu suka untuk menciumi wajah Rio.


Tentu saja Rio sama sekali tidak menolaknya, malah Rio ingin Cinta menciumi wajahnya itu sebanyak mungkin dan sesering mungkin.


" Mmuuaacchh, Mmuuaacchh,," Suara kecupan yang dilakukan oleh Cinta sudah berapa kali ia lakukan di wajahnya Rio.


" Eemmm begitu donk, ya udah Kak Rio turunkan Dedek ya,," Bilang Rio lembut sambil menurunkan tubuh Cinta.


Setelah menurunkan tubuh Cinta dari gendongannya itu, dengan segera Cinta melangkah mendekati toilet. Dan disaat Cinta mau duduk ke toilet itu, Rio sama sekali belum memalingkan wajahnya ke arah lain. Dan dengan segera Cinta meminta kepada Rio untuk menolehkan wajahnya ke arah lainnya agar ia tidak terlalu merasa malu saat sedang buang air kecil dilihat oleh Rio.


" Kak, Cinta malu kalo dilihatin, Kak Rio hadap situ sebentar ya,," Ucap Cinta lembut pada Rio sambil tersenyum.


" Heemm iya sayang,," Jawab Rio sambil tersenyum dan segera menolehkan kepalanya menghadap ke arah lain.


Sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya ketika melihat kelakuan Rio yang saat ini sudah sangat terlihat jelas bahwa ia tidak mau berpisah jauh dari Cinta itu. Hal itu membuat Cinta merasa senang walaupun Cinta masih terasa akan rasa malu di dalam hatinya. Namun rasa malu itu perlahan-lahan bisa ditepis oleh Cinta.


" Heemmm, Kak Rio, Cinta merasa bahagia sekali ketika mendengar ucapan Kak Rio yang ingin memanggil Cinta dengan sebutan sayang,," Ucap Cinta dalam hati sambil melihat punggung Rio yang membelakangi tubuhnya.


Agar hubungan yang sedang dibina oleh Cinta dan Rio semakin bertambah erat dan juga bertambah besar juga kepercayaan diri dalam satu sama lain. Oleh sebab itu, Cinta segera duduk di toilet dan melakukan keinginannya untuk buang air kecil.


****