Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 67 Penasaran Cinta


Seperti di awal Rio membawa Cinta ke pondok ini, seperti itu juga Rio membawa Cinta kembali ke tempat Arif. Dengan perlahan Rio menuntun Cinta untuk kembali ke tempat mereka semula. Sambil tersenyum Cinta menuruti semua ucapan Rio yang sedang menuntunnya itu.


" Hati-hati ya dek, awas jangan sampai terpeleset,," Ucap Rio yang mengingatkan Cinta untuk selalu melangkah berhati-hati.


" Hehehehe, Iya kak,," Jawab Cinta yang melangkah begitu perlahan itu.


Walaupun, Cinta belum terbiasa dengan langkahan kakinya di atas sekat pembatas tambak yang begitu kecil ini, tapi, Rio begitu bahagia melihat Cinta yang menyandarkan tangannya untuk selalu dituntun oleh Rio.


" Sepertinya, sebentar lagi akan hujan dek,," Gumam Rio sambil melangkah maju dan tetap menuntun tangannya Cinta.


" Iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk.


Dari kejauhan suara Arif yang memanggil nama Rio dan juga Cinta, sedikit terdengar oleh Rio dan Cinta saat ini. Sehingga kelakuan Arif itu membuat Cinta tertawa, karena, lucu dan unik saja saat melihat tingkah Arif yang begitu rajin membantu Rio dalam mengurus tambaknya ini.


" Mas Rio, Mbak Cinta,," Teriak Arif yang memanggil Cinta dan Rio.


" Hehehe ternyata Arif itu orangnya ramah banget ya Kak,," Bilang Cinta sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah tempatnya Arif.


Dan, saat ini Cinta bersama Rio tidak lagi melewati sekat pembatas tambak yang ada di area tambak ini. Melainkan jalan setapak biasa yang sering digunakan untuk tempat penyusunan semua pelet umpan ikan.


" Iya dek, semenjak kecil Arif memang seperti itu, sebenarnya Arif anak yatim piatu yang ditemukan Nenek saat orang tuanya kecelakaan di kota tempat kita menikah itu dek,," Ucap Rio yang menceritakan keadaan Arif.


" Ooohhh, jadi, Arif dari kota tempat kita menikah itu ya kak," Jawab Cinta sambil mengangguk dan sedikit mengandung pertanyaan.


" He'eh Dek, sebenarnya orang tuanya Arif itu orang yang mampu, karena, Nenek menolong kedua orang tuanya Arif saat ia kecelakaan di dalam mobil dan orang tuanya Arif sama sekali tidak bisa menyelamatkan nyawanya saat itu," Ucap Rio lagi sambil menceritakan tentang keadaan Arif.


" Teruskan Kak ceritanya,," Gumam Ziya yang begitu serius mendengarkan perkataan dari Rio.


" Nah, disaat itu, bapaknya Arif sudah meninggal terlebih dahulu dan Ibunya Arif yang masih bernafas sambil menitipkan Arif kepada Nenek. Oleh sebab itu, Arif sama sekali tidak memiliki kedua orang tua dek, alias anak yatim piatu. Sebenarnya, Kak Rio mau mengajak Arif ikut ke kota saat merantau bekerja di perusahaan Papanya Dedek, tapi, Arif sendiri yang tidak mau meninggalkan rumahnya Nenek dan juga tambak ikan Nenek, baginya lebih baik dia di kampung daripada hidup di kota dan mengingatkan kembali kejadian orang tuanya,," Ucap Rio begitu detail menjelaskan keadaan tentang Arif kepada Cinta.


" Oooohhhh, jadi selama ini Arif tinggal di kampung dan sengaja menjaga dan membersihkan rumah karena, Nenek yang sudah merawatnya ya Kak ?" Tanya Cinta lagi pada Rio.


" Iya dek, betul sekali,," Jawab Rio sambil tersenyum.


Seketika, Cinta merasa begitu kasihan pada kedua orang yang ada di hadapannya ini, yang pertama adalah Rio, Rio sama sekali tidak memiliki keluarga sedikitpun, Papanya Rio tidak tahu dimana keberadaannya saat ini, sedangkan Mamanya Rio sudah meninggal disaat Rio masih berusia lima tahun. Dan, disaat Rio tumbuh dewasa malah ditinggalkan Neneknya yang sudah dipanggil oleh ajalnya.


Sementara itu, Cinta juga menatap wajah Arif, seorang remaja pria yang menjadi keluarga angkat Rio juga tidak memiliki kedua orang tua. Ternyata di depan hadapan Cinta saat ini adalah dua orang pria yang bernasib sama, namun Rio begitu pandai dalam memberikan sebuah kehidupan untuk Arif saat ini.


" Heemm, ternyata Kak Rio orangnya benar-benar baik dan tulus dalam melakukan suatu hal kebaikan,," Gumam Cinta sambil tersenyum menatap wajah Rio dari samping.


Disaat Cinta dan Rio sudah sampai tepat di hadapannya Arif, dengan gaya ramahnya Arif langsung menyapa Cinta dan Rio yang baru sampai di hadapannya itu.


" Hayoo Mas Rio dan Mbak Cinta lagi ngobrolin apa ?" Tanya Arif begitu penasaran dengan pandangan Cinta terhadap dirinya.


" Hehehehe, kamu ini Rif mau tahu aja kalau kami berdua sedang gosipin kamu,," Celetuk Rio yang terdengar lucu hingga membuat Arif terperangah.


" Gosipin saya Mas, berarti saya artis donk,," Bilang Arif yang terdengar lucu dan sama sekali tidak tersinggung itu.


" Hahahaha bisa aja kamu Rif,," Gumam Cinta tersenyum.


" Oh iya Mbak sama Mas Rio mau pulang dulu ya Rif, besok Mbak bolehkan main kesini lagi ?" Tanya Cinta dengan gaya lembutnya sehingga membuat Arif begitu senang jika melihat Cinta yang berbicara begitu sopan padanya.


" Iya Mbak bisa setiap hari kalau mau main kesini, lah ini kan tambaknya Mas Rio suaminya Mbak, pastinya milik Mbak juga,," Bilang Arif yang terlihat begitu ramah.


" Hehehehe, kamu bisa aja Rif,," Ucap Rio sambil menepuk lengan Arif.


" Oh iya Mas pulang dulu ya, seperti biasa kamu harus hati-hati ya Rif,," Bilang Rio sambil menggandeng tangan Cinta lagi.


" Oh iya Mas, oke hati-hati juga pulangnya,," Bilang Arif pada Rio.


" Oh ya Mas ada yang lupa, maaf ya Mbak Cinta sebelumnya,," Bilang Arif seketika menghentikan langkahnya Rio dan juga Cinta.


" Iya Rif, nggak apa-apa, memangnya ada apa Rif ?" Tanya Cinta langsung pada Arif yang terlihat begitu serius sekali.


" Iya memangnya ada apa Rif ?" Tanya Rio juga untuk memastikan keseriusan di wajahnya Arif.


" Tadi, saat Mas Rio dan Mbak Cinta sedang pergi dari tempatnya Arif ini, barusan saja Arif kedatangan wanita angkuh Mas,," Ucap Arif yang mulai membuka pembicaraannya.


" Wanita angkuh siapa maksudmu Rif ?" Tanya Rio penasaran yang membuat Cinta tertawa geli.


" Iya sih Arif ada-ada aja, kedatangan Wanita angkuh, memangnya siapa ?" Tanya Cinta juga pada Arif.


" Ya, siapa lagi Mas, wanita angkuh di kampung ini, kalau bukan Mbak Rossa anaknya Pak Kepala Desa." Jawab Arif langsung yang membuat Cinta menoleh penasaran ke arah Rio.


Dan, Rio terlihat seperti datar saja saat mendengar perkataan Arif yang menyebutkan nama Rossa anaknya kepala desa itu. Karena, Rio memang sudah tahu dan begitu mengenali siapa wanita yang dimaksudkan oleh Arif saat ini.


" Terus kenapa, Rif apa hubungannya dengan Mas ?" Tanya Rio langsung pada Arif.


" Terus, Mbak Rossa nanya lagi, kenapa Mas Rio belum melapor kepada Papinya Mbak Rossa alias Pak Kepala Desa kalau Mas Rio pulang kampung, begitu Mas,," Sambung Rio lagi yang teringat akan perkataan dari Rossa tadi.


" Oh begitu, Rossa sampai begitunya mengurus kehidupan pribadi orang,," Ungkap Rio yang terlihat datar dari wajahnya.


Karena, dari dulu memang Rio begitu tidak menyukai sikap dan perilaku Rossa yang terkenal gadis angkuh di kampungnya ini, hanya karena dia merupakan anak dari kepala desa, jadi dia menganggap semua orang di kampung tidak ada yang sebanding dengannya. Oleh sebab itu, Rio selalu merasa risih jika nantinya Rossa mendekati dirinya lagi seperti waktu dulu saat ia sebelum pergi dari kampungnya ini.


" Ternyata dia masih saja seperti yang dulu,," Gumam Rio dalam hati yang merasa kesal terhadap sikap Rossa menganggap enteng derajat orang di bawahnya itu.


Sementara itu, Cinta merasa heran dengan wajah datar dari Rio, yang terlihat jelas tidak menyukai cerita dari Arif yang menyebutkan tentang Rossa saat ini.


" Memangnya seperti apa sih Rossa yang dikatakan Arif ini,," Ucap Cinta dalam hati yang merasa penasaran dengan Rossa wanita yang sedang diceritakan oleh Arif saat ini.


" Oke Rif, Mas Rio udah ngerti maksud perkataanmu itu, Mas sama Mbak Cinta pulang dulu ya,," Bilang Rio sambil menggenggam tangan Cinta.


Sebenarnya Cinta sedikit penasaran saat melihat wajah Rio yang terlihat tidak menyukai dengan cerita yang disampaikan oleh Arif itu. Dan, satu hal lagi yang mengagetkan Cinta adalah tindakan Rio yang begitu besar perhatiannya terhadap Cinta. Sampai-sampai Cinta terperangah melihat tangan Rio yang spontan menggenggam tangannya.


" Ayo dek, kita pulang,," Ajak Rio lembut kepada Cinta.


" Heemm, iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk tersenyum.


" Oh ya Rif mbak pulang dulu ya dan ikannya Mbak bawa,," Bilang Cinta kepada Arif sambil menunjukkan seekor ikan besar yang di tenteng oleh Rio.


" Oke Mbak beres,," Jawab Arif sambil memberikan jempolnya kepada Cinta.


Sambil tersenyum melihat kelakuan yang dilakukan Arif Cinta hanya mengangguk dan ikut melangkahkan kakinya mengiringi langkah kaki Rio yang sedang menggenggam tangannya dan menuntunnya itu. Sesampainya di dekat mobil yang sedang terparkir, sambil tersenyum menatap Cinta, Rio segera membukakan pintu mobil untuk istrinya itu.


" Silahkan masuk dek,," Ucap Rio yang mempersilahkan Cinta masuk ke dalam mobil.


Sikap Cinta mulai canggung kembali ketika melihat kelakuan Rio yang memang jelas sekali dirasakan olehnya bahwa Rio saat ini terlalu banyak memberikan sebuah perhatian padanya. Cinta berpikir apakah Rio saat ini ingin memperlihatkan hubungannya dengan Cinta bahwa mereka adalah suami dan istri atau memang benar-benar tulus menyayangi dan memperhatikan dirinya.


" Heemm, kenapa sikap Kak Rio begitu perhatian dan romantis hari ini,," Gumam Cinta dalam hati sambil tersenyum sendiri ketika melihat Rio yang bertindak memang begitu romantis padanya.


Setelah selesai membukakan pintu mobil untuk Cinta, Rio segera beralih ke bagian belakang mobil dan membuka pintu bagian belakang mobil. Setelah terbuka barulah Rio meletakkan ikan hasil pancingannya bersama Cinta ke dalam kantung plastik lalu diletakkan ke dalam mobil. Setelah selesai semuanya barulah Rio berlari kecil menuju ke arah pintu mobil bagian kemudi.


Saat Rio masuk ke dalam mobil, Rio dikagetkan oleh suara Cinta yang menanyainya itu.


" Udah selesai Kak Rio ?" Tanya Cinta langsung pada Rio ketika melihat Rio masuk ke dalam mobilnya.


" Aaakkhh ya ampun dek, Kakak kaget !"Gumam Rio yang mengelus dadanya sendiri.


" Hahahaha, memangnya kenapa Kak, kok bisa kaget dengerin suara Cinta ?" Tanya Cinta sambil tertawa kecil.


" Hihihi, karena, Kakak sedang memikirkan suatu hal agar bisa,," Ucap Rio sambil memikirkan sesuatu hal yang akan dilakukannya untuk datang ke rumah kepala desa besok.


" Agar bisa apa Kak ?" Tanya Cinta penasaran atas respek wajah Rio yang terlihat bingung dan sedang memikirkan sesuatu.


" Heemm nanti kita bahas di rumah ya dek,," Ucap Rio sambil tersenyum dan ucapannya itu terdengar suatu keyakinan untuk Cinta.


" Heemm baiklah Kak,," Jawab Cinta tersenyum.


Cinta sengaja menyandarkan kepalanya pada lengan Rio sambil memejamkan sedikit matanya itu, karena, sebenarnya disaat memancing tadi Cinta begitu mengantuk sekali, karena, Rio selalu mengajaknya berbicara hingga membuat matanya sama sekali tidak mengantuk.


Sehingga membuat Rio menyunggingkan senyumnya ketika melihat kepala Cinta yang disandarkan pada lengannya itu.


" Heemm, Istriku sayang, apakah Dedek merasa tidak nyaman, ketika mendengarkan perkataan Arif yang menyampaikan sesuatu tentang Rossa,," Gumam Rio yang menerka perasaan Cinta saat ini.


" Jika benar perasaan yang sedang Dedek rasakan itu tidak nyaman, maafkan Kak Rio yang sudah membuat Dedek merasa tidak nyaman,," Ucap Rio lagi sambil tersenyum melihat wajah Cinta yang sedang memejamkan matanya itu.


Dan, Rio segera menghidupkan mesin mobilnya, setelah memberikan sebuah klakson yang ditekannya itu untuk menyampaikan sebuah isyarat pada Arif dan terlihat saat ini Arif juga melambaikan tangannya dengan segera mobil itu melaju ke arah jalanan kampung lagi.


Sementara itu, Arif yang memandang senang melihat keromantisan yang terjadi pada Rio dan Cinta membuatnya begitu mengagumi sikap Cinta yang begitu lembut dan juga ramah itu. Sehingga Arif selalu memuji kebaikan Cinta yang terlihat dan dinilai oleh dirinya sendiri, tidak seperti Rossa yang sedari dulu mengharapkan Rio, tapi sifatnya masih saja angkuh dan sombong itu, hingga membuat Arif selalu berkomentar sebal melihat kelakuan Rossa kepadanya.


Karena, secara disengaja Rossa selalu menganggap Arif seperti seorang pembantu yang ada di rumah Rio. Padahal Neneknya Rio dan juga Rio tidak pernah menganggap Arif seperti itu.


" Heemm, Mbak Cinta baik sekali, mana orangnya Cantik, ramah pula sifatnya," Gumam Arif yang begitu senang memuji kebaikan Cinta.


" Wanita yang seperti ini nih patut untuk menjadi istrinya Mas Rio, bukannya Mbak Rossa itu, pantesan saja dari dulu sampai sekarang Mas Rio tidak pernah merespon suka dengan dia," Ucap Arif lagi yang terlihat begitu geram sekali dengan kelakuan Rossa.


" Ya, semoga saja Mas Rio dan Mbak Cinta langgeng hubungan pernikahannya, karena, Mbak Cinta orangnya begitu baik sekali, mana cantik lagi, sungguh suatu anugerah untuk Mas Rio," Bilang Arif yang sengaja memberikan doa terbaik untuk hubungan Rio dan juga Cinta.


Saat ini hubungan pernikahan antara Rio dan Cinta sudah didoakan yang terbaik dari seorang anak yatim piatu. Karena, Arif sendiri juga merasa bahwa sikap Cinta begitu baik dibandingkan Rossa yang begitu angkuh dan hanya bisa mengharapkan seseorang untuk dirinya seperti Rio. Namun Arif sendiri berpikir bahwa Rossa terlihat seperti mengharapkan seseorang untuk dirinya sendiri tanpa menghiraukan orang yang berada di dekat pria yang disukainya itu.


****