Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 88 Keyakinan Yang Serius


Karena, sudah mendapatkan sebuah jawaban dari Cinta yang merasa menguntungkan kedua pihak, dengan penuh semangat Rio melajukan mobilnya menuju ke villa dimana tempat keberadaannya saat pertama kali mereka datang ke tempat ini.


" Heemmm ternyata Cinta juga memiliki rasa untukku hanya saja Cinta masih malu untuk mengungkapkannya,," Gumam Rio dalam hati sambil tersenyum sendiri melihat tingkah Cinta yang sedang memeluk erat lengannya itu.


" Jika benar Cinta memiliki rasa untukku, baiklah aku akan berani untuk mengungkapkan perasaan ini padamu Istriku,," Gumam Rio sambil mengecup lembut puncak kepala Cinta.


Ketika Rio mengecup lembut puncak kepala Cinta itu, membuat Cinta sedikit kaget dengan tindakan Rio yang secara langsung itu. Karena, saat ini Cinta sendiri sedang memikirkan suatu hal yang akan dilakukannya bersama dengan Rio saat jalan-jalan di kota selama satu minggu ini.


" Eeemmm, kenapa Kak Rio menciumi kepalaku dengan spontan ?" Tanya Cinta dalam hatinya ketika merasakan perlakuan lembut Rio terhadap dirinya itu.


Cinta ingin sekali langsung menanyakan tindakan Rio yang secara tidak langsung telah menciumi puncak kepalanya itu. Namun, Cinta tidak mau merusak pikiran Rio yang sedang fokus dalam melakukan perjalanannya ini dan juga tindakan spontannya itu. Jadi, Cinta hanya bisa tersenyum senang ketika merasakan tindakan Rio yang begitu lembut padanya itu.


" Apa yang harus kulakukan, apa Kak Rio nanti tidak merasa malu jika aku langsung bertanya dengannya,," Gumam Cinta dalam hatinya sambil berpikir lagi tentang rasa penasarannya itu.


" Tapi, ah biarkan saja, aku tidak boleh mengganggu Kak Rio yang sedang fokus dalam perjalanan ini." Gumam Cinta lagi dalam hatinya sambil mengurungkan niatnya itu.


" Lebih baik, biarkan saja apa yang ingin dilakukan oleh Kak Rio padaku, karena, kelembutan dari dirinya itu yang kuinginkan, hehehe," Ucap Cinta sambil tertawa kecil sendiri merasakan kelembutan yang dilakukan Rio itu.


Seketika tawanya Cinta itu membuat Rio seketika kaget dan langsung merespon untuk menundukkan wajahnya menatap wajah Cinta yang sedang tertawa sendiri itu.


" Ada apa dek, kenapa tertawa ?" Tanya Rio spontan hingga mengejutkan Cinta dalam lamunannya itu.


" Aakkh, tidak Kak, memangnya kenapa Kak, ada yang salah ?" Tanya Cinta balik pada Rio.


" Tidak ada yang salah dek, cuma Kakak ngerasa kaget aja ketika Dedek ketawa barusan, apakah Dedek lagi menertawakan Kak Rio ?" Tanya Rio lagi pada Cinta.


" Aakkhhh enggak, siapa juga yang menertawakan Kak Rio, Cinta hanya mengingat suatu hal yang terjadi hari ini,," Gumam Cinta sambil tersenyum mengalihkan pembicaraannya itu.


" Hari ini, memangnya kenapa dek ?" Tanya Rio lagi dengan wajah penasaran.


" Eemmm Kak Rio lupa, apa yang terjadi pada kita berdua pagi ini ?" Tanya Cinta balik pada Rio hingga semakin penasaran.


" Enggak lupa sih dek, Kak Rio ingat semua, kita pagi ini makan bersama dan langsung pergi, cuma bedanya pagi ini Dedek nggak bisa sholat berjamaah bersama Kakak,," Ucap Rio sambil menatap wajah Cinta dengan jawaban yang begitu yakin.


" Heemmm, ada satu hal lagi yang terlupakan,," Gumam Cinta dengan sengaja memancing respon Rio terhadap kelakuannya pada Rossa.


" Apa dek ?" Tanya Rio penasaran.


" Heemmm, Kak Rio merasa tersinggung nggak jika Cinta tanpa sengaja melawan tindakan Rossa dan mengusirnya ?" Tanya Cinta lagi dengan wajah begitu menyelidik.


Ketika melihat wajah Cinta memberikan sebuah pertanyaan begitu besar dan juga menyelidik itu. Dengan spontan Rio langsung tertawa renyah sehingga membuat Cinta kaget dengan kelakuan Rio saat ini padanya.


" Hahahaha, kenapa juga Dedek memberikan pertanyaan seperti itu ?" Tanya Rio pada Cinta sambil tertawa senang.


" Ya, karena Cinta pengen tahu aja, gimana respon dan jawaban Kak Rio,," Gumam Cinta masih tetap dengan wajah yang menyelidiki.


" Tapi jika Kak Rio nggak mau jawab juga nggak apa-apa, kok,," Bilang Cinta lagi sambil tersenyum.


Tentu saja hal itu membuat Rio tersenyum senang melihat respon wajah Cinta begitu penasaran dengan jawabannya itu. Dan, dengan segera Rio menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh Cinta kepadanya itu.


" Heemm, jadi Kak Rio harus menjawabnya nih ?" Tanya Rio lagi dengan sengaja memberikan sebuah tatapan godaan terhadap Cinta.


" Eemmm, Cinta udah kasih dua pilihan Kak, jika Kak Rio mau menjawabnya silahkan dan jika nggak mau juga nggak apa-apa,," Bilang Cinta lagi menatap serius wajahnya Rio.


" Baiklah Kak Rio akan menjawabnya," Bilang Rio dengan senyuman bahagianya.


Tentu saja hal itu membuat Cinta semakin penasaran dan begitu memasang kedua telinganya untuk mendengarkan pernyataan serius dari jawaban Rio saat ini.


" Sebenarnya, Kak Rio senang sekali dan merasa bangga saat melihat Dedek mengusirnya secara langsung dari rumah kita dek, karena, jujur Kak Rio tidak suka jika ada wanita lain yang datang ke rumah kita hanya memiliki tujuan untuk merendahkan Dedek,," Ucap Rio dengan wajah yang begitu serius dan jujur sekali dalam menyampaikan jawabannya itu.


" Jadi, begitu jelas bahwa Kak Rio sama sekali tidak tersinggung atas kelakuan Dedek yang melawan ucapannya serta mengusirnya tadi, karena, itu semua adalah kesalahan yang telah dilakukan oleh Rossa sendiri dengan sengaja berbicara kasar terhadap Dedek,," Ucap Rio lagi sambil tersenyum menoleh ke arah Cinta.


Betapa tertegunnya Cinta ketika mendengarkan semua ucapan dari Rio yang berupa jawaban terbaik bagi Cinta saat ini. Karena, secara tidak langsung Cinta memang begitu mengharapkan sebuah jawaban pasti dari mulut Rio tentang kelakuannya terhadap Rossa saat mereka sedang berada di rumah tadi.


Dan, Cinta berpikir bahwa ia yakin bisa mendapatkan Rio untuk menjadi suami seutuhnya bagi dirinya itu. Karena, Cinta tidak mau jika ia telah menikah dengan Rio hanya karena terpaksa dalam menutupi semua rencananya itu. Namun, Cinta ingin agar Rio memang tidak memiliki sebuah hubungan kepada wanita lainnya.


" Waahhhhh benarkah Kak ?" Tanya Cinta spontan langsung memeluk tubuh Rio dengan erat.


" Heemm, ya dek, Kak Rio memang tidak memiliki perasaan apa-apa pada Rossa dan Kak Rio sama sekali tidak memiliki hubungan apapun padanya dek, jadi untuk apa Kak Rio merasa tersinggung disaat Dedek melawan ucapannya serta langsung mengusirnya tadi,," Jawab Rio sambil tersenyum ketika mendapatkan pelukan spontan dari Cinta.


" Iya, Kak Cinta percaya, terima kasih," Ucap Cinta tersenyum setelah puas memeluk tubuh Rio dengan spontan itu.


" Hihihi, iya dek, terima kasih juga ya, karena, sudah mempercayai Kak Rio,," Ucap Rio sambil mengacak rambut Cinta.


Sambil mengangguk dan tersenyum bahagia Cinta memikirkan suatu langkah yang bagus untuk mempererat tali hubungan pernikahannya dengan Rio. Karena, jika Cinta langsung mengungkapkan perasaannya maka rasa penasaran dan juga rasa cintanya itu tidak akan terasa indah jika langsung diutarakan. Cinta hanya memiliki sebuah prinsip yaitu biarlah waktu yang berputar untuk mendapatkan semua hasil yang indah akan hubungan antara dirinya dan juga Rio.


" Baguslah jika itu benar, maka Cinta akan segera menunjukkan bagaimana perasaan Cinta sebenarnya pada Kak Rio,," Ucap Cinta sambil tersenyum menatap wajah Rio.


Karena, sudah mendapatkan sebuah titik terang dari pernyataan Rio tentang perasaannya itu terhadap Cinta dan tidak adanya perasaan lain kepada wanita lainnya, dengan wajahnya yang terlihat penuh kebahagiaan itu, tanpa rasa malu lagi dengan spontan Cinta mendekatkan tempat duduknya menempel pada Rio. Dan, dengan agresif juga Cinta langsung menciumi pipinya Rio, tanpa rasa canggung ataupun gugup lagi.


CUUPP !!


Ciuman lembut tepat di pipinya Rio yang dilakukan oleh Cinta tanpa rasa malu lagi. Sehingga membuat Rio kaget dan spontan menoleh ke arah Cinta.


" Kenapa kak ?" Tanya Cinta dengan wajah santainya.


" Eemmm, Dedek kenapa cium pipi Kak Rio ?" Tanya Rio dengan ucapan yang terbata-bata.


" Karena, Kak Rio adalah suaminya Cinta,," Jawab Cinta santai tetap memeluk lengan Rio dengan erat.


" Eemmm, Kak Rio boleh tahu alasan lainnya dek ?" Tanya Rio lagi dengan pertanyaan lembutnya.


" Eemmm, Kak Rio mau alasan lainnya ?" Tanya Cinta balik pada Rio dengan wajah penuh senyuman.


" Heemm, iya dek kalau Dedek gak keberatan kasih tahu alasan lainnya,," Ucap Rio lagi dengan wajah bahagianya.


" Shutt,, Kak Rio mau tahu alasan lainnya bukan, Oke Cinta akan mengatakannya, Kak Rio jangan kaget ya,," Gumam Cinta seolah memberikan sebuah pernyataan yang mencemaskan wajah Rio.


" Hehehehe iya dek," Jawab Rio terkekeh kecil.


" Sebenarnya, ciuman barusan karena, ungkapan rasa terima kasih Cinta pada Kak Rio yang telah mau menjadi suami Cinta dan juga membantu Cinta selama ini,," Jawab Cinta dengan memberikan penjelasan yang rinci kepada Rio.


Betapa bahagianya Rio mendengar ucapan Cinta yang menyatakan isi hatinya bahwa Cinta melakukan tindakan lembutnya itu karena, Cinta merasa senang bahwa Rio menikah dengannya itu tanpa adanya rasa penekanan dari Cinta sendiri.


" Terima kasih ya dek,," Gumam Rio tersenyum senang.


Walaupun dalam penjelasan Cinta saat ini tidak adanya tanda perasaan dari Cinta bahwa Cinta memang jatuh hati pada Rio, Rio merasa bahagia karena, Cinta melakukan ciumannya itu karena berterima kasih pada Rio bahwa selama ini Rio menikahinya dan membangun dengan seikhlas hati Rio sendiri.


" Sebenarnya Kak Rio juga bahagia jika Dedek bahagia, Kak Rio akan melakukan apapun asal Dedek bisa bahagia saat bersama Kak Rio, jadi, jangan pernah merasa sungkan untuk melakukan apapun pada Kak Rio ya dek,," Ucap Rio sambil tersenyum menoleh ke arah Cinta.


Dan, terlihat Cinta sendiri tersenyum senang sambil menganggukkan kepalanya menandakan setuju akan maksud dari perkataan Rio itu. Karena, sudah mendapatkan sepintas kode dari Rio bahwa Cinta sendiri boleh melakukan apa saja pada Rio. Oleh sebab itu Cinta langsung memberikan sebuah pertanyaan pada Rio tentang hal perasaan Rio sendiri terhadap pernikahan yang mereka lakukan saat ini.


" Benarkah, Cinta boleh melakukan apapun pada Kak Rio ?" Tanya Cinta lagi memastikan pernyataan Rio itu benar atau tidak.


" Heemm iya dek, benar,," Jawab Rio mengangguk.


" Apapun boleh ?" Tanya Cinta lagi pada Rio.


" Iya dek boleh, apapun itu asal jangan pernah mengatakan untuk meninggalkan Kak Rio sendiri,," Jawab Rio sambil meyakinkan Cinta atas pernyataannya itu.


" Ya, siapa juga mau ninggalin Kak Rio, Kak Rio mungkin mau ninggalin Cinta, karena, Cinta takut sendirian," Ucap Cinta dengan suara sedikit menggoda Rio.


" Hehehe, nggak mungkin dek, Kak Rio ninggalin Dedek, malah Kak Rio takut jika nantinya Dedek yang ninggalin Kak Rio,," Bilang Rio lagi memastikan pernyataannya.


" Heemmm, nggak akan, Cinta janji nggak akan pernah untuk ninggalin Kak Rio sendiri,," Bilang Cinta juga dengan wajah yang begitu serius.


Karena, sudah mendapatkan kepastian dari jawaban Cinta, Rio merasa bahagia sekali saat ini, ternyata Cinta memang benar yakin dengan hubungannya saat ini bersama Rio. Walaupun hubungan di antara Rio dan Cinta merupakan sebuah ide yang terlintas dalam pikiran Cinta. Tapi, nyatanya saat ini Cinta merasa aneh dengan perasaannya sendiri terhadap Rio.


Ada perasaan takut kehilangan sosoknya Rio yang selalu menjaga dan melindunginya itu, oleh sebab itu, karena Cinta belum mengetahui apa yang sedang dirasakannya saat ini pada Rio, saat ini Cinta hanya bisa menyalurkan perasaannya itu dengan perlahan terhadap Rio. Niatnya Cinta sungguh baik, supaya Rio tidak terkejut dengan perasaan yang dirasakan oleh Cinta saat ini.


" Eemmm oke kalau gitu, Cinta akan melakukan apapun yang Cinta mau, termasuk menciumi Kak Rio seperti ini,," Ungkap Cinta pada Rio sambil menciumi pipi Rio lagi dan lagi.


Karena, sudah mendapatkan sebuah pernyataan yang jujur dan penuh keyakinan dari Rio, dengan beraninya Cinta melakukan sebuah tindakan yang membuat Rio semakin geregetan dengan sikapnya Cinta itu.


Sehingga tanpa disadari oleh Cinta yang sedang sibuk menciumi pipi Rio berulang kali itu, hingga membuat Rio dengan perlahan menghentikan mobilnya dan Rio ingin sekali menangkap wajah Cinta serta langsung mencium bibir jahil itu.


CUUPP !!


Rio berhasil menangkap wajah Cinta dan menciumi hidung Cinta. Sebenarnya Cinta kaget melihat Rio membalas perbuatannya itu dengan menciumi hidungnya, hingga membuat wajah Cinta tersipu malu dan sedikit memerah. Melihat Cinta menghentikan perlakuannya itu sambil tersenyum Rio menatap lembut wajah cantik yang telah berani menciuminya itu.


" Maafkan Kak Rio, jika Kak Rio menciumi Dedek,," Ucap Rio yang masih menahan wajahnya Cinta.


" Heemm, nggak apa-apa Kak, maafkan Cinta juga karena, telah berani bermain di pipinya Kak Rio ini,," Ucap Cinta dengan segera menarik wajahnya dari tangan Rio.


Ketika Cinta ingin menarik wajahnya itu dari penahanan tangannya Rio. Dengan sangat kuat Rio tetap menahan wajahnya Cinta itu dan tanpa disadari lagi dengan alur yang mengalir lembut bibirnya Rio mendekati bibir Cinta hingga membuat Cinta tegang dan juga gugup melihat wajahnya Rio sangat dekat dengan wajahnya itu.


" Oh My God, Kak Rio mau menciumiku, ciuman ini akan jadi ciuman pertama bagiku saat ini,," Gumam Cinta dengan wajah yang gugup namun menikmati alur lembut yang dilakukan oleh Rio padanya.


Ketika, bibirnya Rio akan mendekati bibirnya Cinta tiba-tiba muncul kilatan cahaya dari mobil yang berada di hadapannya mobil Cinta. Hingga membuat Rio menghentikan perbuatannya dan kembali melajukan mobilnya lagi.


" Eemmm," Ucap Cinta ketika matanya merasa silau terkena cahaya lampu mobil.


Dan, seketika Rio langsung menghentikan tindakannya itu.


" Maaf dek mata Dedek silau karena, cahaya ya," Ucap Rio ketika melihat wajah Cinta yang spontan ditutupi tangannya itu.


" Heemm ya Kak,," Jawab Cinta mengangguk.


" Bagaimana kalau kita lanjutkan perjalanan boleh ?" Tanya Rio pada Cinta sambil tersenyum.


" Heemm ya Kak,," Jawab Cinta lagi sambil tersenyum.


Karena, Cinta setuju dengan tindakan Rio yang menghentikan perbuatannya itu lalu, sengaja menaruh lembut kepala Cinta pada lengannya. Jadi, Cinta sendiri hanya bisa pasrah menerima perbuatan lembut yang dilakukan oleh Rio terhadap dirinya itu.


****