Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 115 Mencuci Bersama


Dengan segera Rio menarik seprai dari tempat tidur, agar bisa dibersihkan olehnya sebelum ia pergi dari kamar tempatnya menginap ini. Dan disaat Rio menarik seprai itu, Cinta baru saja selesai dari kamar mandi menggunakan handuk di tubuhnya dan juga di kepalanya. Cinta tertegun melihat Rio sedang merapikan tempat tidur saat ini sebelum mereka akan pergi dari tempat ini.


" Kenapa seprainya dilepas Kak ?" Tanya Cinta langsung pada Rio ketika melihat pekerjaan yang sedang dilakukan oleh Rio.


" Mau dibersihkan Dek,," Jawab Rio lembut sambil tersenyum.


" Loh bukannya petugas Villa sendiri nanti yang akan bersihin kamar ini,," Bilang Cinta lagi pada Rio.


" Iya, memang benar, tapi, lebih baik Kakak bersihkan dulu seprainya ini sebelum petugas Villa yang bersihkan semua kamar ini,," Jawab Rio lagi sambil menunjukkan seprai di tangannya pada Cinta.


" Loh kok gitu Kak, maksudnya gimana itu ?" Tanya Cinta yang kurang mengerti akan maksud dari perkataan Rio.


" Ya, Kakak mau bersihinnya aja,," Jawab Rio lagi sambil melipat semua selimut dan merapikan tata letak bantal di atas tempat tidur itu.


" Eehhh, biarin aja Kak, nggak usah dicuci, nanti pihak Villa juga gantiin semua seprai dan selimutnya,," Bilang Cinta lagi seraya mencegah tindakan Rio untuk membersihkan seprai di kamar itu.


" Nggak apa-apa dek, yang penting sekarang Dedek ganti baju gih,," Ucap Rio sambil menepuk lembut handuk yang ada di kepala Cinta.


" Kakak ke kamar mandi dulu, ya,," Sambung Rio lagi sambil tersenyum membawa seprai yang kotor ke dalam kamar mandi.


" Eehhh Kak, sini biar Cinta aja yang bersihinnya,," Bilang Cinta sambil mengambil seprai yang ada di tangan Rio.


" Nggak usah dek, biar kakak aja," Bilang Rio lagi pada Cinta sambil menahan seprai agar tetap berada di tangannya.


" Heemm, Cinta aja Kak, karena, Cinta perempuan, jadi, Cinta lebih mengerti,," Ucap Cinta yang tidak mau kalah dari Rio.


" Kakak udah bilang, Dedek ganti baju aja, walaupun ini pekerjaan perempuan, tapi, Kak Rio juga bisa nyuci kok,," Bilang Rio lagi yang terdengar tetap kukuh dengan pendiriannya.


" Mumpung Cinta masih pake handuk, jadi, Cinta bisa mandi lagi kalo udah selesai bersihin seprai ini, ya sudah sini seprainya Kak,," Bilang Cinta yang masih tetap meminta seprai pada Rio.


Karena, melihat Cinta yang begitu ingin sekali mencuci kain seprai di tangannya Rio, sehingga membuat kejadian yang terjadi di antara kedua pasangan ini adalah saling tarik-menarik. Akhirnya, seprai yang ada di tangannya Rio terbuka dan terjatuh ke lantai hingga membuat bekas bercak dar-ah datang bulan Cinta terlihat jelas dari matanya itu.


" Biar Kakak aja Dek,," Bilang Rio lagi yang masih tetap kukuh untuk mencuci kain seprai.


" Cinta aja Kak,," Bilang Cinta juga yang menarik dengan segera kain seprai dari tangan Rio.


" Kakak aja Dek,," Bilang Rio lagi.


" Cinta aja Kak,," Ucap Cinta juga.


" Kak Rio aja, Dedek ganti baju aja gih,," Bilang Rio lagi.


" Cinta, Kak Rio bawel banget sih,," Bilang Cinta pada Rio.


" Kakak Dek,," Bilang Rio tidak mau kalah.


" Cinta,, aaakkkhh,," Ucap Cinta yang menarik seprai dari tangan Rio dan akhirnya seprai dari tangan Rio itu jatuh ke lantai.


" Oh my god,," Gumam Cinta melihat kain seprai yang ada bekas bercak darahnya.


Dengan segera Rio membungkukkan tubuhnya untuk mengambil seprai yang sudah jatuh ke lantai itu. Begitu juga dengan Cinta yang ikut-ikutan membungkukkan tubuhnya untuk mengambil seprai yang jatuh karena ulahnya itu.


Sambil tersenyum menatap Cinta dengan lembut Rio menjelaskan kembali tindakannya itu dikarenakan agar mereka bisa lebih cepat untuk segera berangkat ke kampungnya.


" Dek, Dedek ganti baju sekarang gih, supaya kita bisa lebih cepat kembali ke kampungnya, dan seprai ini biar Kak Rio aja yang nyuci,," Bilang Rio dengan suara lembutnya pada Cinta saat ia menjelaskan maksud dari tujuannya itu.


" Hehehehe, nggak Kak, biar Cinta aja yang nyuci, karena, seprainya kotor gara-gara Cinta,," Bilang Cinta lembut sambil nyengir di hadapan Rio.


" Ya, udah, kalo Dedek mau banget bersihin seprainya, kita lakukan bersama-sama ya,," Ucap Rio lagi hingga membuat Cinta spontan kaget.


" Hemm, maksudnya ?" Tanya Cinta sedikit kaget dan kurang mengerti akan maksud dari ucapan Rio.


" Kita nyuci seprainya berdua dek,," Jawab Rio dengan santai.


" Ayo,," Ajak Rio sambil menarik lembut tangannya Cinta.


Cinta yang masih bingung itu, hanya bisa menuruti ide yang disampaikan oleh Rio barusan, sehingga Cinta baru sadar dengan ucapan Rio ketika ia sudah masuk berdua ke dalam kamar mandi.


" Maksudnya, nyuci seprai ini berdua Kak ?" Tanya Cinta lagi yang terlihat masih bingung sendiri.


" Hahaha iya Dek,," Jawab Rio sambil tertawa melihat reaksi Cinta yang terlihat masih saja bingung itu.


" Ya udah ayo,," Ajak Rio lagi sambil tersenyum.


" Aakkhhh nggak, nggak biar Cinta aja sendiri,," Bilang Cinta yang sudah mengerti akan maksud dari perkataan Rio padanya itu.


" Kak Rio sekarang mending siapin semua barang milik Kak Rio, biar setelah Cinta selesai nyucinya kita bisa langsung check out,," Bilang Cinta lagi dengan lembut menyuruh Rio untuk segera keluar dari kamar mandi.


" Nggak bisa berhubung kita berdua udah ada di dalam kamar mandi, mending bersihin seprainya dulu dan setelah itu bisa bersama-sama untuk menyiapkan semua barang,," Ucap Rio yang memiliki sebuah ide lebih baik dibandingkan keinginan Cinta.


" Hemm, ya udah deh,," Jawab Cinta sambil mengangkat kedua bahunya mengangguk mengerti dan mengikuti ide yang dikatakan oleh Rio.


Karena, sudah terlalu lama berdebat hanya masalah kecil yang harus dilakukan secara cepat itu, sehingga membuat Cinta akhirnya mengalah akan ide dari Rio yang lebih baik dibandingkan ide darinya itu.


Dengan penuh keceriaan akhirnya Rio dan Cinta secara bersama-sama membersihkan seprai yang kotor itu menggunakan air shower dan juga sabun yang ada di dalam kamar mandi itu. Sambil tertawa geli Cinta meminta pada Rio agar dia bisa membersihkan bagian seprai yang kotor bekas dirinya sendiri itu. Dan bagian yang lainnya tidak apa-apa jika Rio ingin mencucinya.


" Kak, Cinta bersihin dulu bekas punya Cinta ya,," Bilang Cinta sambil mengambil seprai yang ada bekas bercak darahnya itu.


" Hehehehe iya dek,," Jawab Rio tersenyum sambil mengangguk.


Saat ini Cinta sedang membersihkan bagian seprai yang terkena bercak darahnya itu dan sambil mencuci seprainya Cinta sedang bergumam sendiri sehingga membuat Rio yang berada di belakangnya hanya bisa tersenyum disaat mendengar perkataan Cinta yang bergumam sendiri itu.


" Heemm Dedek, Dedek, ada ada saja,," Gumam Rio dalam hati sambil menatap punggung Cinta yang masih menggunakan handuknya.


Setelah selesai membersihkan semua seprai secara bersama-sama dan saat ini Rio yang sedang membilas seprai itu menggunakan air pancuran dari shower, sementara Cinta sambil tersenyum melihat Rio yang sudah berpakaian lengkap harus terciprat air karena, ulah dari tidurnya yang sangat rusuh itu.


" Hehehe, maaf ya Kak, karena Cinta bobonya rusuh, akhirnya Kak Rio kena cipratan capeknya juga,," Bilang Cinta sambil memeras bagian ujung seprai melihat Rio yang juga memeras ujung seprai di hadapannya itu.


" Hihihi nggak apa-apa dek, kita tidurnya bersama di atas tempat tidur itu, pastinya bukan hanya Dedek aja yang tidurnya rusuh dan seprainya jadi kotor, sebenarnya karena, Kak Rio seprainya juga bisa kotor hanya gak kelihatan aja,," Bilang Rio juga pada Cinta sambil memeras bagian seprainya yang berada pada bagian di dekatnya.


" Hah !! maksudnya Kak ?" Tanya Cinta yang kurang mengerti akan perkataan dari Rio saat ini.


" Ya, maksudnya, seperti ini loh, misalnya kaki Kak Rio kotor itu bekasnya nggak kelihatan kan, nah seperti itu dek contohnya,," Ucap Rio jelas pada Cinta.


" Oohhh begitu,," Jawab Cinta sambil mengangguk mengerti.


" Cinta pikir apaan hehehe,," Gumam Cinta sambil cengengesan sendiri.


Setelah selesai mencuci seprai bersama-sama dan menyatukan seprai itu menjadi satu, untuk menjadikan seprai itu menjadi satu Rio melangkah mendekati Cinta dan menyatukannya dengan Cinta. Sambil tersenyum merekah Cinta berseru senang karena, akhirnya pekerjaannya yang tidak disengaja itu telah selesai.


" Yeeeyyy, akhirnya selesai juga,," Seru Cinta dengan wajah yang gembira.


" Hehehehe, kalau dikerjakan secara bersama-sama, ya cepat selesainya dek,," Ucap Rio sambil mengambil semua seprai dari tangannya Cinta.


" Sini biar Kakak aja yang jemur seprainya, dan Dedek lanjutkan aja mandinya,," Ucap Rio lagi yang akan segera melangkah keluar dari kamar mandi.


" Oke Kak,," Jawab Cinta tersenyum senang.


Dengan segera Rio melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi, namun sekilas Rio terlihat sedang menghentikan langkahnya dan kembali lagi ke belakang. Sementara itu, Cinta sendiri merasa bingung dengan kelakuan Rio yang mengurungkan niatnya untuk segera keluar itu dan kembali lagi ke belakang. Dengan segera Cinta bertanya saat melihat Rio kembali ke belakang.


" Ada apa Kak ?" Tanya Cinta langsung pada Rio.


" Ada yang ketinggalan ?" Tanya Cinta lagi pada Rio.


" Hehehehe iya, emang ada yang ketinggalan,," Jawab Rio sambil tersenyum cengengesan.


" Apa ?" Tanya Cinta sambil mencari-cari sebuah benda yang ketinggalan maksud dari perkataan Rio itu.


" Dedek diam di tempat,," Bilang Rio yang mengingatkan Cinta untuk tidak bergerak sedikitpun.


" Oke,," Jawab Cinta mengangguk dan diam di tempat menuruti perintah dari Rio barusan untuknya itu.


Dengan segera Rio beralih melangkah mendekati Cinta dan segera menciumi pipi Cinta dengan lembut, sehingga membuat Cinta sedikit kaget melihat tindakan Rio yang dilakukannya secara langsung ini.


" Ini yang ketinggalan, Dek,," Gumam Rio setelah menciumi pipinya Cinta dengan lembut.


" Kak Rio ingin sebelum keluar dari kamar mandi ini harus menciumi pipi Dedek dulu, biar Kak Rio bisa semangat,," Ucap Rio lagi lembut menatap mata Cinta yang masih terbelalak menatap wajahnya itu.


" Daahhh Kak Rio keluar dulu ya,, Dedek sambungin aja mandinya,," Bilang Rio yang masih membuat Cinta sedikit tercengang namun bisa sadar dan mengangguk akan ucapan yang disampaikan oleh Rio padanya.


" Aakkhh iya Kak,," Jawab Cinta dengan spontan dan mengangguk.


Sambil tersenyum melihat Cinta barulah Rio melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi dan menutupi pintu kamar mandi itu. Rio sendiri disibukkan dengan menjemur kain seprai yang baru saja selesai dicucinya itu di dalam kamarnya. Sementara itu Cinta, yang masih terbengong-bengong sendiri di dalam kamar mandi, sekilas langsung tersenyum senang.


" Aakkhh Kak Rio menciumi pipiku,," Gumam Cinta senang dan langsung membuka handuknya.


Karena, merasa bahagia dan terlalu senang, tanpa mengunci pintu kamar mandi lagi, dengan segera Cinta membuka handuknya dan kembali membasahi tubuhnya yang baru saja kering dari mencucikan seprai yang kotor karena hal yang tidak disengaja olehnya.


Setelah selesai, barulah Cinta kembali menggunakan handuknya dan memasang kembali pembalut yang tadinya tidak ingin digunakannya. Namun, karena ia melihat bercak darah banyak di seprai oleh sebab itu Cinta kembali lagi untuk menggunakan pembalut.


" Heemmm gara-gara ini tergeser, jadi kotor kan seprai seprainya,," Gumam Cinta sambil memasang pembalut pada kain segitiga penutup bagian intinya itu.


Setelah terpasang dengan sempurna barulah Cinta membuka pintu kamar mandi dan keluar dari kamar itu. Cinta melihat di sekeliling kamar Villa tidak nampak Rio ada di ruangan itu. Cinta mencari-cari dimana keberadaan Rio yang tidak ada berada di dalam kamar Villanya.


" Kemana Kak Rio, kenapa nggak ada ?" Tanya Cinta dengan dirinya sendiri.


Sambil mencari-cari kesana kemari dan Rio juga tidak ada, dengan segera Cinta beralih ke arah pintu luar kamar, kemungkinan besar Rio sedang berada di luar kamarnya itu. Saat sampai di pintu kamar, Cinta mencoba untuk membuka pintu kamar. Namun, pintu kamar sama sekali tidak bisa dibuka dan terlihat sepertinya sedang dikunci dari luar.


" Loh, kok nggak bisa dibuka pintunya ?" Tanya Cinta lagi sambil mencoba membuka pintu kamarnya itu.


Dengan segera Cinta membuka lemari pakaian dan melihat tasnya apakah masih ada di sana dan ternyata tas serta barang-barangnya sudah tidak ada lagi di dalam lemari itu.


" Loh kok nggak ada semuanya, barang Kak Rio nggak ada, barang punyaku mana ?" Tanya Cinta dengan wajah cemasnya ketika melihat semua barang-barang miliknya dan Rio hilang seketika di dalam lemari itu.


Betapa terkejutnya Cinta ketika melihat, semua barang dan juga barangnya Rio sudah tidak ada lagi di dalam kamar itu. Dan yang tersisa saat ini di dalam lemari adalah pakaian dan juga peralatan make up milik Cinta.


" Kenapa cuma ada make up dan bajuku ini saja,," Gumam Cinta lagi sambil mencari kesana kemari barang-barang miliknya di dalam kamar itu.


Dan Cinta segera membalikkan tubuhnya untuk melihat kantong yang berisikan semua pakaiannya yang ia beli di tempat pasar kemarin mereka kunjungi dan ternyata juga tidak ada di sana.


" Loh, kok semuanya nggak ada, Kak Rio kemana sih ?" Tanya Cinta dengan wajah cemasnya dan juga kebingungan melihat semua barang-barangnya menghilang begitu juga dengan Rio.


Karena, semuanya sudah tidak ada lagi di dalam kamarnya, tentu saja hal itu membuat Cinta sangat kebingungan dan juga cemas. Setelah dicari-cari di dalam kamarnya itu Rio tidak ada begitu juga dengan barang-barang miliknya beserta barang milik Rio.


****