
Cinta yang sangat marah pada Rio saat itu membuat dirinya sangat tidak ingin dibantu oleh Rio. Tapi, apa mau dikata, karena, kakinya terluka Cinta saat itu yang mau bangun dan berdiri merasakan sangat sakit pada kakinya.
" Aakkhh,," Teriak Cinta yang merasakan sakit di kakinya.
Rio merasa bersalah karena, dirinya yang telah membuat Cinta kecewa dan tersinggung seperti saat ini.
Saat itu Rio ingin sekali merangkul dan menggendong tubuh Cinta, tapi saat itu Cinta segera menepis tangan dan bantuan Rio dengan sangat kasar. Sehingga membuat Rio terperangah atas sikap Cinta yang tidak seperti biasanya marah dengannya.
Kali ini, Cinta sangat marah dengan Rio, sehingga menyebabkan Rio juga merasa sedih terhadap Cinta yang menangis atas semua ucapannya itu. Padahal niat Rio sama sekali tidak ingin menyakiti hati Cinta. Karena, ia cuma mengeluarkan sebuah ide untuk Cinta. Tapi, ternyata Cinta merasa bahwa Rio ingin menjauhi dirinya.
" Jangan menyentuhku,, aku sudah bilang, kalo aku gak mau dibantu,," Ucap Cinta yang menepis tangan Rio.
" Dek,, maafin Kakak, kalo Kakak salah, Kakak gak bermaksud untuk buat Cinta menangis,, Kakak cuma ingin membantu Cinta supaya Cinta bisa tinggal di rumah nenek dengan aman tanpa adanya omongan dari orang kampung nanti." Bilang Rio yang menjelaskan pada Cinta sambil menunduk wajah Cinta.
Cinta sama sekali tidak menghiraukan ucapan Rio saat itu, karena baginya, percuma saja membicarakan suatu hal pada Rio. Karena, Rio tetap bersikukuh untuk tidak tinggal bersama dengannya nanti.
" Jangan katakan itu lagi,, aku gak mau dengar,," Ucap Cinta dingin yang membersihkan lukanya dan menutup lukanya dengan syal yang ia pakai.
Rio ingin sekali membantu Cinta, untuk membersihkan lukanya itu. Tapi, pada saat tangan Rio ingin menyentuh lukanya tangan Cinta langsung menepis tangan Rio.
" Aku bilang gak usah bantu,," Bilang Cinta yang masih marah pada Rio.
Rio yang merasa kasihan terhadap Cinta yang tidak berhenti menangis sambil membersihkan luka di kakinya itu. Akhirnya Rio mengalah karena, dirinya juga tidak sampai hati untuk meninggalkan Cinta sendiri di rumah Neneknya itu.
" Baiklah,, kalo gitu Kakak gak akan tinggal di rumah dekat tambak, Kakak akan selalu bersama Cinta dan Kakak akan tinggal bersama Cinta di rumah Nenek sampai kapanpun." Ucap Rio dengan nada suara yang lembut.
Cinta yang saat itu sangat jelas sekali mendengar ucapan suara Rio langsung menoleh dan menatap wajah Rio dengan tajam.
" Gak perlu, aku gak mau tinggal sama orang yang terpaksa, dan karena, orang itu kasihan denganku,," Ucap Cinta yang sangat mengetahui ucapan Rio bahwa diri Rio terpaksa untuk tinggal bersamanya.
" Kakak gak terpaksa, Dek," Ucap Rio sambil mengambil kedua tangan Cinta dan menggenggamnya secara erat.
" Kakak sama sekali gak pernah merasa terpaksa untuk tinggal dan pergi bersama Dedek, cuma Kakak gak mau aja, kalo orang kampung nanti mengatakan hal yang bukan-bukan tentang Dedek, dan mengatakan kalo Dedek perempuan yang tidak,," Ucap Rio saat itu menatap wajah Cinta dengan sangat yakin.
Spontan Cinta langsung menatap wajah Rio dan menarik tangannya dari genggaman Rio dan memeluk tubuh Rio. Rio secara langsung pastinya sangat terkejut sekali atas perilaku Cinta yang memeluknya.
" Hiks, hiks, hiks, Kak Rio jahat, Kak Rio tega berpikir untuk meninggalkan Cinta sendiri di rumah itu,, Cinta ngerti maksud Kak Rio tentang omongan orang kampung, tapi Cinta gak mau kalo Cinta harus sendirian tinggal disana,, Cinta takut,," Ucap Cinta yang menangis sambil memeluk Rio.
Rio yang masih bingung karena dipeluk oleh Cinta. Bingung mau melakukan apa terhadap Cinta saat ini, hanya bisa berbicara untuk membujuk Cinta supaya tidak menangis lagi.
" Iya Dek,, Kakak tahu kalo Dedek takut sendiri, maafin Kakak yang udah buat Dedek menangis. Kakak akan berusaha untuk tetap tinggal bersama Dedek ya di kampung nanti,, apapun yang akan terjadi di kampung nanti kita harus hadapi bersama, ya Dek. Dedek udah siap, terima omongan orang kampung yang buruk nanti terhadap kita,," Bilang Rio untuk Cinta yang masih memeluknya.
Lalu, karena, mendengar ucapan Rio yang sepertinya akan tinggal bersamanya itu, membuat Cinta melepaskan pelukannya dan menatap wajah Rio.
" Biarin orang kampung mau ngomong apapun tentang Cinta,, mereka gak tahu apa yang terjadi dengan Cinta." Ucap Cinta yang sangat yakin terhadap ucapannya itu.
" Mereka gak tahu tentang diriku yang sebenarnya, mereka gak tahu apa masalah yang terjadi dengan diriku." Ucap Cinta yang melanjutkan ucapannya.
Memang ada benarnya omongan Cinta saat ini sehingga membuat Rio menelan salivanya sendiri.
" Maafin Kakak Dek, bukan maksud Kakak untuk buat Dedek menangis, Kakak gak mau nanti orang berkata yang bukan-bukan tentang Dedek, Kakak gak ada maksud di dalam hati Kakak untuk meninggalkan Dedek sendiri, Cumaa,,,," Ucapan Rio yang terhenti karena, Cinta yang menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
Hehehehe,,
" Cukup, Cinta ngerti, Cinta gak akan buat orang kampung mengatakan hal yang bukan-bukan tentang diriku dan juga tentang Kakak,," Ucapan Cinta ini membuat Rio sangat kaku dan kaget pastinya.
Cinta agresif ya sekarang,,😊
Membuat Rio sedikit kaget atas sikap Cinta yang sedari tadi mulai dari memeluknya dan menutup mulutnya, baru kali ini Cinta menatap dan menutup mulutnya.
" Kakak percaya denganku ?" Tanya Cinta yang sangat serius menatap wajah Rio.
Lalu, sesaat Cinta membuka tangannya yang telah menutup mulut Rio. Dan saat itu Rio mengangguk seakan mengerti dan percaya maksud dari Cinta.
" Iya dek,, Kakak selalu percaya dengan Dedek,," Ucap Rio yang mengangguk terhadap omongan Cinta.
" Tapi, kita kembali ke mobil ya,, masa kita ngobrol disini,," Ucap Rio yang mengingatkan Cinta bahwa posisinya sedang berada di pinggir jalan.
" Hehe,, iya Kak,," Jawab Cinta yang tersenyum malu, karena dirinya yang merasa kecewa berjalan sendiri keluar dari mobil.
" Ya udah kita kembali ke mobil ya Dek,," Tanya Rio yang melihat wajah Cantik Cinta.
" Baik Kak,," Jawab Cinta mengangguk.
Disaat Cinta ingin berdiri, dirinya merasa sangat sakit sekali di bagian kakinya. Rio tersenyum melihat Cinta yang masih bersikeras untuk berjalan sendiri.
" Kakak boleh bantu, kan," Ucap Rio yang membujuk Cinta.
" Iya, Kak," Jawab Cinta mengangguk.
Lalu, Rio segera menggendong tubuh Cinta dan mengangkatnya. Setelah itu Cinta menggelungkan tangannya ke leher Rio, untuk menahan beban tubuhnya.
Cinta menatap wajah Rio yang fokus menghadap ke jalan dan Cinta juga sedang fokus dengan wajah Rio. Cinta merasa bersalah karena dirinya sangat marah dengan ucapan Rio saat mereka sedang di dalam mobil tadi.
" Kak, Maafin Cinta, yang terlalu kasar pada Kak Rio." Ucap Cinta tulus pada Rio.
" Gak apa-apa dek,," Jawab Rio yang menyunggingkan senyumnya kepada Cinta.
Terlihat sangat jelas bahwa di mata Rio sangat tulus untuk membantu keadaan apapun yang terjadi pada Cinta.
Cinta tersenyum senang saat melihat dirinya sedang dibawa oleh Rio dalam gendongannya dan berjalan menuju ke arah mobilnya.
" Ternyata, Kak Rio sangat tulus membantuku,," Ucap Cinta di dalam hati sambil tersenyum melihat wajah Rio.
Dan saat itu Cinta tidak merasakan lagi sakit pada kakinya. Karena Rio telah membawa dirinya untuk menuju ke mobil mereka.
***
Author
🌹 Vira Lydia🌹