
Rossa merasa begitu bahagia sekali ketika mendapatkan sebuah persetujuan dari Maminya saat ini juga. Tapi, seketika Rossa terbelalak ketika Maminya menyambungkan kembali pembicaraannya itu dengan sebuah kata yang membuatnya begitu penasaran yaitu kata "Tapi".
" Tapi, ada syaratnya !" Seru Mami Rossa sesaat hingga membuat Rossa terbelalak penasaran.
" Apa syaratnya Mi ?" Tanya Rossa langsung pada Maminya itu dengan wajah sedikit penasaran.
Sambil menunjukkan senyuman liciknya itu, Mami Rossa seraya memberikan sebuah pertanda khusus untuk dilakukan putrinya agar bisa mendapatkan apa yang diinginkan oleh putrinya dalam memiliki seorang pria seperti Rio.
" Syaratnya mudah sayang,," Gumam Mami Rossa dengan menunjukkan ekspresi wajah senyuman liciknya itu.
" Kamu harus bisa menyingkirkan wanita kampungan itu dari sisinya Rio, supaya kamu bisa bebas memiliki Rio seutuhnya,," Ucap Mami Rossa masih tetap dengan senyumannya yang terlihat licik.
Betapa senangnya yang terpancarkan dari wajahnya Rossa ketika mendengarkan persyaratan yang diberikan oleh Maminya dalam mendapatkan sebuah keinginan yang bersifat utuh. Bagi Rossa jika persyaratannya hanya seperti itu, sungguh sangat mudah sekali untuk Rossa melakukannya.
Namun ada suatu hal besar yang cukup mengganjal pikirannya Rossa saat ini yaitu, bagaimana caranya Rossa agar bisa memisahkan kedua orang yang sedang ingin dipisahkannya saat ini. Karena, sungguh jelas sekali terlihat bahwa saat ini Rio begitu mencintai istrinya dan juga istrinya juga begitu mencintai Rio.
" Heemmm kalau syaratnya seperti itu Mam,, sudah Rossa pikirkan selama ini,," Gumam Rossa yang telah memiliki pikiran seperti itu saat ia mengetahui bahwa Rio sudah memiliki istri.
" Bahkan Papi, juga mengizinkan kalau Rossa harus memisahkan Mas Rio dari wanita kampungan itu,," Ucap Rossa lagi pada Maminya seraya memberikan sebuah peringatan dari Papinya atas dukungan dari Papinya agar Rossa bisa mendapatkan apa yang diinginkannya itu.
Betapa tercengangnya Mami Rossa saat mendengarkan ucapan Rossa yang mengatakan bahwa suaminya juga mengetahui kalau Rio sekarang sudah menikah.
" Sebentar, maksudmu Rossa, Papimu juga tahu kalau Rio sudah beristri ?" Tanya Maminya Rossa dengan putrinya.
" Iya Mam, justru Papi yang tahu lebih dulaun dibandingkan Rossa,," Jawab Rossa sambil mengaduk minumannya.
" Heemm, betul juga, kamu pernah bilang kalau Papimu juga tahu tentang keadaan Rio,," Ucap Mami Rossa sambil mengangguk pernyataannya sendiri dalam membahas mengenai masalah Rio.
" Iya Mam,," Jawab Rossa meyakinkan Maminya.
" Heemm, ya udah yang penting saat ini Mami udah lihat bagaimana keadaan Rio yang sebenarnya dan Mami nggak akan lagi merasa penasaran atas cerita yang kamu katakan itu, sayang,," Ucap Mami Rossa merasa puas sendiri karena sudah melihat dengan sebenarnya tentang sebuah pertanyaan yang begitu membuatnya penasaran.
" Jadi, Rossa bolehkan Mami untuk mendapatkan Mas Rio ?" Tanya Rossa lagi pada Maminya dengan gaya manjanya.
" Boleh,," Jawab Mami Rossa sambil mengangguk.
" Yes, terima kasih Mam,," Ucap Rossa seraya menciumi pipi Maminya.
Karena, merasa sudah diberikan izin oleh Maminya itu, sehingga membuat Rossa begitu merasa bahagia sekali. Saat ini apapun yang diinginkannya pasti akan didapatkan olehnya dengan cara apapun. Oleh sebab itu dengan tekad yang kuat Rossa harus bisa mendapatkan Rio serta memisahkan hubungan pernikahan di antara Rio dan Cinta.
Itulah yang akan menjadi tujuan utama Rossa saat ini. Dan sekarang Maminya Rossa sendiri telah selesai menyantap semua makanan yang sudah dihidangkan di atas meja mereka. Karena, merasa sudah tidak ada lagi yang akan dibelanjakan di kota ini, sehingga membuat Mami Rossa langsung mengajak anaknya itu untuk pulang ke kampung.
Dengan tujuan menyusun semua rencana serta strategi untuk melakukan suatu hal yang akan dilakukan oleh putrinya atas dukungannya sendiri. Sebelum Maminya Rossa bertanya pada Rossa untuk mengajak pulang ke kampung, Rossa terlebih dahulu mengajak Maminya untuk segera pulang ke kampungnya.
" Mami udah selesai makannya ?" Tanya Rossa kepada Maminya.
" Udah sayang,," Jawab Mami Rossa singkat.
" Eemmm kita mau belanja lagi gak Mam ?" Tanya Rossa pada Maminya.
" Nggak sayang, Mami udah selesai semua belanjanya, lebih baik kita pulang ke kampung aja, karena, hari minggu esok Mami akan pergi,," Ucap Mami Rossa yang sengaja mengingatkan anaknya untuk segera kembali ke kampungnya.
" Oh iya, hari minggu besok Mami mau pergi lagi,," Ucap Rossa seraya mengingatkan kegiatan Maminya.
" Heemm oke kita pulang,," Gumam Rossa lagi sambil beranjak bangun dari tempat duduknya.
" Ayo Mam, kita pulang,," Ucap Rossa mengajak Maminya.
Maminya Rossa saat ini langsung mengangguk dan segera beranjak dari tempat duduknya. Setelah membayar semua biaya makanan yang mereka pesan barulah Rossa dan Maminya keluar dari restoran dan kembali ke kampungnya.
Sementara itu, Rio dan Cinta saat ini mobil yang dikendarai oleh Rio sudah sampai kembali ke Villa dimana tempat mereka sedang menginap. Sesampainya di depan Villa itu Rio segera mengambil tempat parkir yang tepat untuk mobilnya. Setelah selesai memarkirkan mobil, dengan segera Rio keluar dari dalam mobil dan berlari kecil membuka pintu mobil untuk Cinta.
Sambil tersenyum Cinta keluar dari dalam mobil dan seperti biasa selalu mengucapkan ucapan terima kasih pada suaminya Rio.
" Silahkan keluar Dek,," Ucap Rio sambil memberikan tangannya untuk menyambut tangan Cinta saat keluar dari dalam mobilnya.
" Terima kasih Kak,," Ucap Cinta sambil meletakkan tangannya ke dalam tangannya Rio.
Saat ini Cinta dan Rio sudah kembali ke dalam kamarnya di Villa ini. Sementara itu Rio menutup pintu kamarnya setelah Cinta masuk ke dalam kamarnya. Cinta sendiri langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sedangkan, Rio meletakkan kunci mobil di atas meja dan mengambil minum di dalam kulkas.
Saat ini Cinta yang sedang berada di dalam kamar mandi membuang air kecil serta melihat pemba.lutnya. Dan ternyata benar bahwa datang bulannya pada saat bulan ini begitu banyak dari biasanya.
" Heemm, kenapa deras sekali bulan ini,," Gumam Cinta sambil mengganti lagi pemba.lut yang sudah disiapkannya di dalam kamar mandi sebelum ia pergi tadi pagi.
" Maafkan Cinta ya, Kak, mungkin saat ini Kak Rio sudah menginginkan Cinta sebagai seorang istri,," Gumam Cinta lagi dalam hatinya sambil tersenyum senang.
" Jika datang bulan Cinta udah selesai, Cinta akan memberikan tubuh Cinta seutuhnya untuk Kak Rio,," Sambung Cinta lagi dalam hatinya sambil menggantikan pemba.lutnya.
Setelah selesai mengganti pemba.lutnya dengan pemba.lut baru, barulah Cinta menggantikan pakaiannya dengan pakaian biasa untuknya istirahat sementara sebelum mandi sore nanti. Setelah semuanya selesai dan tubuhnya cukup bersih barulah Cinta keluar dari kamar mandi.
Saat Cinta keluar dari kamar mandi, Cinta melihat suaminya saat ini sedikit terlelap tidur di atas kursi. Sambil tersenyum dengan segera Cinta melangkahkan kakinya mendekati Rio yang terlelap sambil duduk di atas kursi bukan di tempat tidur.
" Suami tampan yang kumiliki sedang terlelap,," Gumam Cinta sambil melangkahkan kakinya mendekati Rio.
" Kenapa Kak Rio, sungguh tampan sekali,," Ucap Cinta sambil menyentuh lembut wajah Rio.
Ketika Cinta menyentuh lembut wajah suaminya itu, Rio sedikit merasakan kelembutan tangan dari seseorang yang berada di dekatnya itu. Seketika Rio terbangun dari lelapnya itu dan langsung menangkap tangan Cinta yang sengaja menyentuh wajahnya itu. Dengan gerakan yang cepat Rio sengaja menangkap tangan Cinta dan langsung menarik tubuh Cinta agar bisa masuk ke dalam pelukannya.
" Haaapp !!" Seru Rio sambil membuka matanya dan langsung menangkap tubuh Cinta hingga Cinta terjatuh masuk ke dalam pangkuannya.
" Aaaahhhhh,," Seru Cinta kaget ketika tubuhnya ditangkap oleh Rio dan masuk ke dalam pelukannya itu.
" Kenapa hanya menyentuh saja, heemm ?" Tanya Rio pada Cinta yang tetap memeluk tubuh istrinya itu sambil mengendus aroma tubuh Cinta dari bagian belakang tubuhnya.
" Heemmm, kenapa tertidur disini Kak ?" Tanya Cinta balik pada Rio sengaja mengelak pertanyaan dari Rio.
" Sambil nungguin Dedek keluar dari kamar mandi, makanya Kak Rio terlelap disini,," Jawab Rio dengan lembut mengendus leher Cinta.
" Heemm, memangnya Cinta lama ya di dalam kamar mandi ?" Tanya Cinta lembut sembari menolehkan wajahnya ke belakang menatap Rio.
Saat Cinta menolehkan wajahnya ke belakang memberikan sebuah tatapan lembutnya. Sehingga membuat Rio merasa bernafsu untuk menciumi bibir lembut yang ada di hadapannya ini. Sebenarnya Cinta ingin sekali memberikan bibirnya itu pada Rio, namun dengan segera Rio mengangkat tubuh Cinta untuk dibawa ke atas tempat tidur.
" Nggak dek, hanya,," Jawab Rio lembut sambil mengangkat salah satu tangannya dari perut Cinta dan menahan tengkuk leher Cinta agar bibirnya bisa menyatu dengan bibir Cinta.
Saat ini Cinta melihat di mata Rio bahwa Rio begitu menginginkan kelembutan bibirnya itu dan dengan lembut juga Cinta memberikan tatapannya sambil menyunggingkan senyuman tipisnya pada Rio sehingga semakin membuat Rio dengan lembut juga mendekatkan bibirnya pada bibir Cinta.
Dan disaat bibir itu sedikit lagi menyatu, tiba-tiba Rio langsung berdiri dan mengangkat tubuh Cinta, sehingga membuat Cinta terkejut akan tindakan yang dilakukan oleh Rio saat ini.
" Aaaahhhhh Kak !!" Seru Cinta kaget ketika merasakan bahwa tubuhnya saat ini sudah berada di dalam gendongan Rio.
" Hehehehe, Dedek pasti lelah karena, aktivitas hari ini, sekarang Dedek istirahat ya,," Ucap Rio sambil mengangkat tubuh Cinta dan melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidur
" Eeemmm, tapi, Cinta mau istirahat bersama Kak Rio,," Ucap Cinta dengan gaya lembutnya namun terdengar manja.
" Iya dek, Kak Rio juga mau istirahat bersama Dedek, kita istirahat bersama ya," Ucap Rio sambil meletakkan Cinta dengan lembut di atas tempat tidur.
Dengan lembut Rio meletakkan tubuhnya Cinta di atas tempat tidur dan Rio setelah itu Rio memberikan kecupan lembut pada keningnya Cinta. Sambil menutup matanya Cinta tersenyum senang ketika merasakan kelembutan Rio yang sengaja memberikan sebuah kecupan lembut di atas keningnya.
Mmmmuuuuaaaacccchhhh !! Kecupan lembut dari Rio sudah berada di atas kening Cinta.
Dan Rio juga meminta izin sebentar pada Cinta untuk masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya setelah mereka berpergian dari luar.
" Dek, Kak Rio ke kamar mandi sebentar ya,," Ucap Rio yang posisi tubuhnya sambil di atas tubuh Cinta.
" Heemm, ya Kak,," Jawab Cinta lembut.
" Tunggu sebentar ya dek,," Ucap Rio sambil tersenyum dan segera melangkahkan kakinya menuju ke dalam kamar mandi.
" Iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk
Sementara Rio masuk ke dalam kamar mandi, Cinta sendiri memiliki sebuah pikiran, kenapa Rio tidak pernah mau menciumi bibirnya. Seketika memang terlihat Rio ingin sekali menciumi bibirnya namun, seketika pula Rio menghentikan tindakannya itu. Hal inilah yang menjadi pertanyaan besar di dalam pikirannya Cinta.
" Kenapa Kak Rio, nggak pernah menempelkan bibirnya pada bibirku ya ?" Tanya Cinta sendiri sambil meletakkan satu tangannya ke atas kening.
" Apa karena, Kak Rio tahu kalau aku sendiri nggak pernah menyatakan perasaanku ini,," Gumam Cinta lagi sambil menatap bebas ke atas plafon kamar.
" Heemm, setelah datang bulan ini selesai, aku harus berani mengungkapkan perasaan ini pada Kak Rio langsung,," Ucap Cinta yang memiliki sebuah rencana bagus untuk mempererat hubungan pernikahannya itu.
Sambil menunggu Rio yang sedang sibuk di dalam kamar mandi, Cinta sendiri berinisiatif untuk melakukan sebuah tindakan yang akan dilakukan oleh Rio padanya. Yaitu Cinta sengaja mengatur tempat tidurnya agar tubuhnya Rio bisa beristirahat nanti begitu dekat dan menempel dengan tubuhnya sendiri.
" Hemm lebih baik aku atur dulu tempat tidur ini, hihihihihihi,," Gumam Cinta yang beranjak bangun dari istirahatnya dan segera mengatur tempat tidurnya.
Setelah mengatur tempat tidurnya itu dengan sesempurna mungkin, barulah Cinta melihat tempat tidurnya itu dengan senyuman yang terukir sangat indah serta puas atas karyanya itu.
" Yes, akhirnya selesai juga !" Seru Cinta kegirangan ketika melihat sendiri hasil dari pekerjaannya itu.
Sedangkan Rio sendiri di dalam kamar mandi memikirkan suatu hal yang akan ia lakukan setelah Cinta selesai dalam masa datang bulannya itu.
" Setelah Cinta selesai datang bulannya, maka aku harus mewajibkan untuk melakukan suatu kewajibanku sebagai seorang suami,," Gumam Rio sambil tersenyum menatap wajahnya di pantulan cermin.
" Dan akan aku ungkapkan betapa aku mencintaimu Dek,," Gumam Rio lagi sambil memutar kran air dan membasuh wajahnya itu.
Tidak lama kemudian, disaat Cinta masih tersenyum melihat tempat tidur yang sudah diaturnya itu. Cinta mendengar dari dalam kamar mandi bahwa Rio telah selesai membersihkan tubuhnya dan segera membuka pintu kamar mandi itu.
" Aahhh, sepertinya Kak Rio udah selesai, mending langsung baring aja,," Seru Cinta dengan segera baring di atas tempat tidur yang sudah diaturnya sesempurna mungkin.
Dan ternyata perkiraan Cinta sangat benar sekali bahwa Rio telah selesai membersihkan tubuhnya dalam kamar mandi. Sambil tersenyum Rio membukakan pintu kamar mandi dan melihat Cinta saat ini sudah terbaring di atas tempat tidurnya.
" Ya ampun, kenapa tempat tidur jadi seperti itu,," Gumam Rio tercengang ketika melihat posisi tempat tidur sudah dirubah sedemikian rupa oleh Cinta.
Rio sedikit tercengang melihat tempat tidur telah berubah dari seperti biasanya menjadi tempat yang sangat kecil hanya bisa untuk orang berdua saja dan posisi berdua itu terlihat sepertinya hanya bisa berpelukkan saja.
****