Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 82 Kelembutan Suamiku


Saat Rio ingin berdiri ia teringat bahwa Cinta belum bangun dari tidurnya dan dengan segera Rio kembali mendekati Cinta dan membangunkan sang istri yang masih tertidur pulas itu. Namun, disaat Cinta terbangun sambil tersenyum Cinta menyatakan bahwa dirinya sedang tidak bisa sholat faktor datang bulan.


" Ya ampun aku hampir lupa, Dedek belum ku bangunkan,," Ucap Rio saat berdiri sambil menepuk jidatnya dengan lembut.


Saat membalikkan tubuhnya itu, seketika Rio tersenyum melihat wajah Cinta yang sedang tertidur pulas di dalam selimutnya memeluk bantal guling yang sudah disiapkan oleh Rio sebagai pengganti tubuhnya itu.


" Hehehehe Dedek, tidurnya nyenyak banget sih kalau dipeluk,," Gumam Rio kembali duduk di atas tempat tidur.


Sambil menyentuh lembut wajah alami Cinta yang memang bersih dari dulunya membuat Rio merasa nyaman untuk selalu menatap wajah cantik itu, seketika Rio menundukkan kepalanya dan mencium lembut pipi istrinya itu.


" Heemm, sayang, jika terlelap begini wajah Dedek begitu cantik, tapi, lebih cantik lagi jika Dedek terbangun dan menatap mata Kak Rio dengan tatapan cinta,," Ucap Rio lembut setelah mencium pipi Cinta.


Saat Rio membisikkan kata-kata lembut yang begitu dekat kepada wajahnya Cinta itu membuat Cinta sendiri bisa mendengarkan suara Rio yang mengalun merdu di telinganya itu. Seketika Cinta perlahan membuka matanya, namun hal itu membuat Rio sedikit tidak tahu dan akhirnya Rio merasa canggung ketika melihat kedua mata Cinta terbuka dan menatap matanya.


" Benarkah ?" Tanya Cinta seketika membuat Rio gugup dan terdiam sesaat.


Karena, telah melihat wajah Cinta yang cerah terbangun dengan kedua bola mata bersinar menatap merdu wajahnya Rio, memang membuat Rio sedikit gugup, namun, hal itu membuat Rio langsung mengubah perhatiannya kepada Cinta. Supaya Cinta tidak terlalu fokus dengan ucapan yang telah disampaikannya itu.


" Heemm benar sekali dek, sekarang udah subuh, yuk kita sholat,," Bilang Rio dengan mengalihkan pembicaraannya kepada Cinta serta mengajak Cinta untuk segera bangun dari tidurnya itu.


Untuk seketika Cinta bingung memikirkan ucapan dari Rio saat ini dengan ucapan Rio saat matanya terpejam tadi. Di pikiran Cinta sejenak apakah ucapan Rio yang begitu lembut mengalun merdu di telinganya itu hanyalah sebuah mimpinya saja ataukah nyata. Tapi, kenapa saat matanya sudah terbuka, ucapan Rio lain lagi dan memang telah membenarkan pertanyaan dari Cinta namun, berbeda dengan ucapannya saat Cinta masih terpejam.


" Eemmm, kenapa ucapan Kak Rio beda dengan ucapan saat mataku masih terpejam tadi. Aku samar-samar mendengar kalau Kak Rio menginginkan bahwa aku akan terlihat lebih cantik lagi jika aku memberikan tatapan cinta kepadanya,," Gumam Cinta dalam hati yang merasa bingung dengan keadaan nyatanya saat ini.


Karena, melihat wajah Cinta yang terlihat sedang berpikir itu membuat Rio sengaja untuk mengganggu Cinta dan mengagetkannya.


" Heemm, Dedek pasti sedang memikirkan ucapanku yang pertama dan yang kedua barusan, pasti Dedek sedang bingung dengan ucapanku saat ini," Bilang Rio sambil tersenyum melihat wajah Cinta yang sedang memikirkan sesuatu.


" Dedek lagi mikirin apa ?" Tanya Rio spontan membuat Cinta sedikit kaget.


" Haah !? nggak ada Kak,," Jawab Cinta tersenyum.


" Heeemm nggak ada beneran ?" Tanya Rio lagi sambil melirik seperti orang sedang menyelidiki sesuatu.


" Iya Kak bener,," Jawab Cinta mengangguk sambil tersenyum.


" Ya udah, kalo gitu, ayo bangun dek, udah hampir mau siang kita sholat subuh bareng,," Bilang Rio tidak lupa untuk mengajak sang istri melakukan ibadah.


" Heemm, oh ya Kak Rio, maaf Cinta kayaknya pagi ini Cinta gak bisa sholat, lagi ada sesuatu,," Jawab Cinta sambil menutupi wajahnya menggunakan selimut sedikit merasa malu untuk diberitahukan kepada Rio.


Saat Cinta berkata jujur sambil menutupi wajahnya dengan menggunakan selimut itu membuat Rio semakin gemas terhadap kelakuan Cinta saat ini. Sehingga Rio hanya bisa tersenyum senang melihat kelakuan istrinya yang begitu menggemaskan sekali.


" Oohh, ya udah kalo gitu Kak Rio keluar mau mandi terus sholat ya dek,," Bilang Rio sambil tersenyum dan tetap menatap Cinta yang masih berada di dalam selimutnya itu.


" Aaahh iya Kak Rio, maaf ya Kak,," Jawab Cinta sambil tersenyum di dalam selimutnya.


" Iya dek nggak apa-apa, ya udah Kak Rio keluar dulu ya,," Ucap Rio sambil tersenyum dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan kamarnya itu.


" He'em Kak Rio,," Jawab Cinta mengangguk sendiri di dalam selimut.


Saat ini Rio dengan segera keluar dari kamarnya itu dan langsung mengambil handuk di jemuran dapur lalu, masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Cinta sendiri, perlahan membuka selimutnya ketika merasakan Rio sudah tidak ada di dalam kamar.


" Heemm, Kak Rio, sudah pergi ke kamar mandi, lebih baik aku segera melakukan kegiatanku untuk memasak,," Gumam Cinta sendiri sambil mengeluarkan kepalanya dari dalam selimut.


Saat ini Cinta sedang merapikan tempat tidurnya dan disaat merapikan itu Cinta teringat akan kelakuannya semalam telah berani bermain dan mencuri ciuman pertamanya pada bibir Rio, sehingga pagi ini Cinta masih merasakan betapa nikmat dan juga indahnya saat bibirnya telah tertempel pada bibir Rio semalam.


Sambil menyentuh bibirnya kembali menggunakan jemarinya dan memejamkan matanya itu sambil tersenyum Cinta kembali merasakan indahnya sebuah kecupan yang telah ia lakukan semalam.


" Heemm, betapa indahnya kecu-pan yang kulakukan semalam," Gumam Cinta dalam hatinya sambil tersenyum sendiri.


" Semoga Kak Rio tidak tahu apa yang telah kulakukan padanya, ya tuhan, apakah aku boleh menginginkannya lagi, apakah aku boleh memintanya langsung pada Kak Rio, tapi, itu tidak mungkin, aku seorang perempuan masa aku meminta terlebih dahulu pada Kak Rio dalam hal kelembutan hubungan suami istri,," Gumam Cinta yang begitu haus ingin mendapatkan kasih sayang dari suaminya itu.


" Aaahh tidak, tidak, tidak, tidak mungkin itu kulakukan, supaya hubungan yang telah kulakukan pada Kak Rio saat ini semakin erat, hal utama yang harus kulakukan adalah mendapatkan perhatian khusus dari Kak Rio dan intinya mendapatkan sebuah cinta yang tulus dari hati Kak Rio yang terdalam,," Ucap Cinta sambil tersenyum sendiri memikirkan rencananya itu.


" Ya, memang benar, aku harus bisa meyakinkan Kak Rio, bahwa aku sangat merindukannya,," Gumam Cinta lagi sambil tersenyum dengan penuh semangat merapikan semua peralatan tidurnya.


Karena, telah selesai merapikan semua peralatan di atas tempat tidurnya itu. Dengan segera Cinta memilih untuk tidak menyambungkan tidurnya lagi, karena sudah dibangunkan oleh Rio.


" Heemm, karena aku sudah terbangun dari tidur, lebih baik langsung melakukan kegiatan rumah aja biar nggak kesiangan kalo mau ke tambak,," Ucap Cinta sambil merentangkan seluruh tubuhnya.


" Aaahh segar,," Seru Cinta setelah selesai membasuh wajahnya.


Setelah selesai melakukan kegiatannya itu barulah Cinta mulai melakukan aktivitasnya untuk memasak, sambil membuka kulkas dan mengambil bahan makanan untuk dimasak lalu memindahkan semua bahan makanan itu ke dalam sebuah wadah dan membawanya ke atas tempat kompor.


Sambil berdiri menghadap kran air, Cinta mulai membersihkan semua bahan makanan itu. Dimulai dari memasak nasi dan memasak berbagai macam lauk, dengan telatennya saat ini tangan Cinta sudah lincah melakukan proses masakannya itu.


Saat ini Cinta sedang sibuk mempersiapkan semua masakannya, sedangkan Rio sendiri di dalam kamar mandi sambil mengeringkan tubuhnya dengan menggunakan handuk memikirkan suatu ucapan Cinta yang menyatakan bahwa saat ini ia sedang datang bulan. Dan di dalam pikiran Rio, berarti ia tidak bisa melakukan suatu hal yang menuju keseriusan dalam hubungan rumah tangga mereka, saat ia mengajak Cinta jalan-jalan keluar kampung.


" Heemm, Dedek sedang datang bulan, jadi aku belum bisa memastikan kapan hubungan rumah tangga kami berdua menjadi begitu terikat,," Ucap Rio sambil tersenyum sendiri memikirkan kondisi Cinta saat ini.


" Ya sudahlah, yang terpenting adalah bagaimana caranya agar Dedek bisa menerima kenyataan perasaan yang selama ini kurasakan padanya." Gumam Rio dengan tekad kuatnya.


Sambil tersenyum senang, Rio segera membukakan pintu kamar mandinya dan keluar dari kamar mandi itu, disaat Rio keluar dari kamar mandinya, Rio sendiri melihat sebuah pemandangan yang begitu indah sekali dilihatnya yaitu seorang wanita cantik yang masih memakai gaun tidurnya dan rambut dikuncir asal ke atas sehingga membuat leher jenjang itu begitu terlihat jelas.


" Heemm, Istriku semakin lama semakin terlihat cantik." Ucap Rio dalam hati yang tersenyum memuji kecantikan Cinta disaat sedang sibuk dengan penggorengan.


Sedangkan Cinta hanya sibuk dengan aktivitasnya sendiri yaitu menggoreng tempe menggunakan tepung terigu sehingga membuat Cinta merasa senang saat sedang menggoreng tempenya itu. Cinta sama sekali tidak tahu apabila saat ini Rio telah selesai dari mandinya dan sedang disibukkan dengan pemandangan indah yang ada di depan matanya yaitu kesibukan yang sedang dilakukan oleh Cinta.


Dengan perlahan Rio segera mendekati Cinta yang sedang sibuk menghadapi penggorengannya itu. Dan, setelah jarak tubuh antara Rio dan Cinta sudah sangat dekat. Dengan secara langsung Rio sengaja memasukkan satu tangannya ke sela tangannya Cinta yang sedang membalikkan gorengannya itu.


Tangannya Rio itu sengaja mengambil makanan yang sedang digoreng oleh Cinta dan tangan satunya lagi sengaja ingin memeluk pinggang Cinta dari belakang namun hal itu diurungkannya. Dan, Rio sengaja menempelkan tubuhnya pada tubuh Cinta bagian belakangnya itu sehingga membuat Cinta menjadi gugup terdiam merasakan kehangatan tubuhnya Rio.


" Waahhhhh enak nih gorengannya,," Gumam Rio sambil memasukkan tangannya ke dalam sela tangannya Cinta.


" Aaahh, Kak Rio ngagetin aja,," Ucap Cinta terkejut.


" Hehehehe, maaf dek,," Bilang Rio sambil mengambil satu gorengan yang sudah ada di piring di dekat tubuh Cinta.


" Heemm boleh Kak," Jawab Cinta mengangguk.


" Eemmm enak banget dek, serius,," Seru Rio sambil memakan tempe goreng dan semakin menempelkan tubuhnya pada tubuh Cinta.


" Makasih Kak," Jawab Cinta dengan senyuman simpul dan merasa gugup karena punggung bagian belakangnya begitu menempel sekali pada tubuhnya Rio.


" Terima kasih dek, udah siapin makanan yang enak, Kak Rio mau sholat dulu ya,," Ucap Rio sambil mengecup lembut pipi kanan Cinta.


Dengan spontan Rio melakukan ibadah pertamanya pada Cinta sebagai istrinya yaitu memberikan sebuah pujian terhadap hasil kerja keras istri dalam memberikan pelayanan terbaik untuk suaminya itu. Karena, kelakuan Rio yang spontan menciumi pipinya itu membuat Cinta terdiam sejenak karena, kaget melihat kelakuan Rio itu.


" Aakkhh ya ampun Kak Rio menciumku,," Gumam Cinta spontan sambil terdiam ketika pipinya merasakan kecupan lembut dari bibir Rio.


Sehingga Cinta tidak bisa menjawab apa-apa atas ucapan Rio yang segera melangkahkan kakinya meninggalkan Cinta untuk melakukan ibadah sholat subuh di pagi ini. Cinta hanya bisa mengangguk dan menoleh ke arah Rio tanpa ucapan satu katapun yang keluar dari mulutnya.


Hingga dengan sengaja Rio kembali memberikan sensasi indah kepada Cinta yaitu membalikkan kembali kepalanya menghadap Cinta dan memberikan sebuah senyuman manis. Saat melihat wajah Rio yang menoleh ke arah Cinta dengan memberikan senyuman manis itu membuat Cinta merasa canggung dan terdiam.


" Hah!! apakah ini nyata ?" Tanya Cinta sambil mengedipkan kedua matanya berulang kali dan juga mencubit lengannya sendiri.


Karena, merasakan bahwa itu memang benar nyata, tanpa sadar Cinta memukul lembut pipinya sendiri dan terasa sedikit sakit ketika dipukul. Berarti yang sedang dialaminya saat ini adalah benar-benar nyata bukanlah mimpi belaka.


" Oh My God sakit, berarti Kak Rio menciumku adalah suatu hal yang nyata,," Ucap Cinta sambil tersenyum senang.


Karena, merasa nyata dengan senyuman bahagianya Cinta kembali menolehkan pandangannya ke arah ruangan sholat dan merasa bahwa saat ini Rio sedang melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya itu.


" Aaaahhhhh terima kasih Kak Rio,," Seru Cinta melompat kesenangan ketika merasakan bahwa ciuman dari Rio memang benar adanya.


" Eeemmm, kenapa Kak Rio menciumku, apakah Kak Rio tahu kalau aku sudah menciuminya juga,," Gumam cinta sambil memikirkan sejenak kelakuan yang telah dilakukannya semalam.


" Tapi itu gak mungkin, karena, semalam jelas sekali aku melihat bahwa Kak Rio tertidur pulas. Berarti tindakan ini Kak Rio lakukan adalah dari kehendak hatinya sendiri," Ucap Cinta sambil memegang kedua pipinya.


" Eemmm Kak Rio bisa banget sih buat Cinta menjadi gugup seperti ini, bagaimana aku bisa melihat wajahnya dan bertatapan dengannya nanti,," Gumam Cinta dengan wajah yang tersipu malu.


Dengan segera Cinta menyelesaikan pekerjaannya dan menata makanan itu di atas meja. Karena, Cinta begitu tahu setelah sholat subuh ini pasti Rio akan melakukan sarapan paginya dan karena merasa gugup untuk bertemu serta bertatapan langsung pada Rio, akhirnya Cinta lebih memilih untuk segera mandi di pagi hari ini.


" Aaakkh ya, lebih baik aku segera menata makanan ini ke atas meja dan aku harus segera masuk ke dalam kamar mandi, supaya untuk sesaat Kak Rio tidak melihat wajah memerahku saat ini." Gumam Cinta dengan cepat sambil menata semua makanan di atas meja.


Namun, ketika Cinta sedikit lagi akan menyelesaikan pekerjaannya itu, tidak sengaja Cinta dikagetkan lagi oleh Rio yang sudah menyelesaikan sholatnya dan langsung menyentuh lembut kedua tangan Cinta yang sedang mengangkat nasi dari alat penanak nasi. Di dalam posisi seperti ini tentu saja menambah kecanggungan yang terjadi pada diri Cinta.


****