Dokter Ella Love Story

Dokter Ella Love Story
96. S2 - Mahes & Laras


Malam itu setelah siangnya menemui Ardi di kantornya Mahes memutuskan untuk langsung saja nembak Laras. Yah apapun jawabannya dicoba dulu saja lah. Masa iya sih Laras tega untuk menolak dirinya?


Mahes tahu dan hafal benar jadwal jaga Laras. Hari ini Laras sedang jaga sift sore di IGD yang akan berakhir jam 20.00. Tetapi sebagai direktur rumah sakit tidaklah sulit bagi Mahes untuk mengatur jadwal agar Laras bisa saja meninggalkan IGD sebelum jadwalnya berakhir. Dengan sedikit perintah dirinya bisa membuat dokter jaga sift malam untuk datang satu jam lebih awal.


Tepat pukul 19.00 Mahes menghampiri Laras di IGD di lantai dasar Rumah Sakit. Dan tepat seperti dugaannya dokter pengganti Laras untuk sift malam sudah hadir disana. Laras sendiri nampak sedikit keheranan, kok tumben-tumbennya ini dokter jaga sift malam datangnya satu jam lebih cepat dari jadwal jaganya. Biasanya umumnya dokter jaga datang setengah jam lebih lambat dari jadwal jaga yang seharusnya.


"Selamat malam dokter Mahes," seluruh crew IGD kompak berdiri tegak, menyapa sang direktur mereka yang tiba-tiba menghampiri ke IGD. Sedikit takut, bingung dan kaget juga untuk apa dokter Mahes malam-malam hadir disana. Masa iya mau sidak atau inspeksi dadakan? Malem-malem begini? Bisa kena semua ni karena banyak ketidak disiplinan yang sudah terbiasa mereka lakukan di sift sore dan malam. Hal-hal ringan sebenarnya seperti tidak memakai seragam sesuai harinya, atau meletakkan cemilan di meja jaga. Maklum lah bisanya para crew akan sangat disiplin hanya pada sift pagi saja.


"Ya, selamat malam," diluar dugaan mereka Mahes menjawab dengan santai, dia bahkan memberikan senyum khasnya yang sangat ramah pada para pegawainya itu. "Dokter Laras ayo kita berangkat," lanjut Mahes langsung menghampiri dan mengajak Laras pergi tanpa memperdulikan tatapan bingung para pegawai yang lain disekitar mereka.


"Eh, tapi saya masih ada jadwal sampai jam delapan dok." Laras menolak dengan halus. Merasa sungkan dan tak enak pada para crew lainnya. Memang Laras sengaja untuk menyembunyikan identitas keluarganya dan hubungan kekerabatannya dengan keluarga Hartanto. Menyembunyikan kedekatannya dengan dokter Maheswara Hartanto sang pemilik sekaligus direktur rumah sakit tempatnya bekerja ini.


Laras tak ingin dipandang sebelah mata oleh para pegawai lainnya. Tak ingin dianggap memanfaatkan koneksi untuk dapat bekerja di Rumah sakit ini. Laras ingin membuktikan kemampuannya sendiri. Membuktikan bahwa dirinya juga mampu bekerja dengan baik tanpa dekengan dari keluarganya.


"Gak pa-pa dok Laras, saya sudah datang biar saya yang jaga saja." Dokter Imam yang sudah dikode oleh Mahes ikut berbicara.


"Beneran ni dok? Masih kurang sejam lho?" Laras masih sungkan pada dokter Imam.


"Iya gak pa-pa dok, santai saja," jawab Imam.


"Yaudah deh kalau gitu. Makasih banyak ya dok." Laras melipat jas dokternya serta mengemasi barang-barangnya ke dalam tasnya. "Saya duluan ya, semuanya," pamit Laras sambil menghampiri Mahes yang menunggunya.


"Makasih ya dok Imam, Yuk kami pergi dulu ya." Mahes ikutan pamit dan mengembangkan senyumnya sebelum berjalan beriringan dengan Laras keluar IGD.


Begitu keduanya berlalu seisi IGD langsung heboh begosip. Membicarakan hubungan tak terduga dokter Maheswara Hartanto sang pemilik sekaligus direktur rumah sakit yang sudah terkenal ganteng, tajir dan super cool itu. Tak ada yang menyangka dokter Mahes akan terang-terangan mengajak keluar salah satu dokter muda yang bertugas di IGD.


Dokter Larasati memang berpenampilan sangat cantik dan modis dengan kulit putih bersih dan wajah keturuan bulenya. Tapi dokter muda itu sedikit ketus dan tidak ramah dalam bergaul, sehingga tak ada yang berani terlalu dekat dan menanyakan asal usulnya. Yang diketahui para crew hanyalah dokter Laras adalah fresh graduate dari universitas Jembar. Diluar sifat ketus dan cueknya kemampuan Laras sebagai dokter cukup handal dan mumpuni sehingga tak ada yang berani mengeluhkan soal kinerjanya.


Siapa yang mengira kalau kedua dokter itu memiliki hubungan sedekat ini. Dokter Mahes pria idaman seluruh rumah sakit pun tanpa ragu mengajak dokter Laras keluar secara terang-terangan begitu. Sudah sejauh apa hubungan mereka berdua? Bisa-bisa banyak yang patah hati ini kalau beneran dokter Mahes dan dokter Laras mempunyai hubungan istimewa. Gosip pun langsung dengan sangat cepat menyebar diseluruh IGD dan berbagai bagian lain dari Rumah sakit Hartanto Medika.


Mahes menggiring Laras ke mobil Pajero sport putihnya yang terparkir di parkiran khusus dokter di depan IGD. Tak lama kemudian mobil itu melaju dengan kencang meninggalkan pelataran rumah sakit.


"Emang kita mau kemana si mas?" Laras bertanya dengan penasaran.


"Makan malam," jawab Mahes sambil terus menyetir mobilnya.


"Mau makan kemana?"


"Terserah. Kamu mau makan apa?"


"Hmmm...apa ya? Nasi goreng Marlion ala Singapore di restoran Solarina katanya enak."


"Mau kesana? Boleh aja." Mahes menyetujui saja dan mengemudikan mobilnya ke arah restoran yang diinginkan Laras. Dan tak lama kemudian mereka sampai di restoran bergaya asia yang menyajikan berbagai menu chinese food dan asian food lainnya.


"Tumben mas Mahes ngajakin makan keluar?" Laras bertanya menyelidik. Diamatinya seluruh restoran dan sajian yang barusan diantarkan waiters ke meja mereka.


"Penasaran aja, kira-kira dapurnya bersih gak ya restoran ini. Ruang makannya sih lumayan bersih tapi gak tahu lagi deh dalemnya." Laras mengutarakan uneg-unegnya. Mulai lagi ni, dasar emang ya Laras mirip banget sama mamanya. Cerewet bahkan soal details yang tidak penting sekalipun.


"Yang penting rasanya enak. Dan ini lumayan enak lho." Mahes menyuapkan sesendok penuh nasi goreng ke mulutnya. Dirinya tak terlalu ambil pusing soal kebersihan dan cara memasak suatu makanan. Yang penting bisa dimakan dan rasanya enak, hajar saja. "Kalau kebanyakan mikir aneh-aneh kayak gitu gak jadi makan entar. Yuk cobain dulu nasinya, kan tadi katanya kamu yang pengen nyobain."


Laras tidak menjawab namun menurut saja menyendok dan menyuap nasi gorengnya. Dirasakan dan dinilai benar-benar rasa dari nasi goreng itu. "Bener kata mas Mahes. Not that bad lah, mirip sama nasi goreng marlion asli dari Singapore," ujar Laras dengan nada senang. Mungkin dia sudah melupakan kekhawatiran gak pentingnya tadi.


"Dasar kamu ini...Makanya apa-apa itu dicobain dulu, jangan dikomentarin dulu." Mahes tertawa geli melihat tingkah Laras yang menurutnya sangat menggemaskan. Sebagai putri konglomerat memang Laras sudah terbiasa dimanjankan dengan berbagai kemewahan sejak lahir. Tak mengherankan kalau gadis itu menjadi sedikit cerewet soal segala sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang dikehendakinya.


"Terus, Mas Mahes katanya tadi mau ngomong sesuatu sama aku?" tanya Laras.


"Abisin dulu nasi gorengnya sampai kenyang. Baru kita ngobrol lagi." Mahes sedikit menunda untuk menata hatinya yang sudah deg-degan tak karuan. Duh apaan coba, kaya ABG yang mau nembak cewek untuk pertama kalinya aja. Mahes mengutuk dirinya sendiri yang ternyata sangat gugup untuk mengungkapkan perasaanya pada Laras.


Laras menurut saja menghabiskan nasi goreng di piringnya. Sedikit heran juga dengan sikap Mahes yang agak janggal ini. Tumben-tumbennya mas Mahes sengaja ngajakin makan malam keluar. Bela-belain jemput di IGD sebelum jam jaganya habis lagi. Mau ngomong apa ya kira-kira? Apa hal yang serius?


"Done. Udah kenyang. Ada apa mas?" Laras meletakkan sendok dan garpunya. Kemudian dia juga meminum es jeruknya sebagai persiapan pembicaraan serius mereka.


"Ehm..." Mahes juga mengakhiri sesi makan malamnya dengan meminum sampai habis segelas es jeruknya.


"Ras kamu kenal sudah lama sama aku kan? Kamu juga sudah tahu kan aku orangnya kayak gimana?" Mahes tiba-tiba meraih kedua jemari Laras, menggenggamnya erat-erat serta memandang wajah gadis itu lekat-lekat.


"Iya, aku udah kenal dan tahu mas Mahes bahkan sejak kita masih kecil dulu," ujar Laras dengan sedikit keheranan.


"Ras, aku...sayang...aku cinta sama kamu. Entah sejak kapan aku tak lagi menganggap kamu sebagai adik kecilku yang manis. Aku menyayangimu sebagai seorang wanita. Cintaku padamu murni seperti cinta seorang pria kepada seorang wanita." Mahes berusaha menjelaskan dan mengutarakan perasaannya pada Laras.


Laras terbelalak mendengan ucapan Mahes. Terlalu kaget dan amazed. Jadi? Jadi selama ini Mahes juga menyukainya? Jadi rasa sukanya pada Mahes tidak bertepuk sebelah tangan? Ada rasa lega, haru dan bahagia yang melebur dan mengharu biru di dada Laras.


Selama ini dirinya terus saja menekan perasaannya pada Mahes. Tak berani terang-terangan untuk menunjukkan rasa suka dan cintanya pada pria itu. Laras terlalu takut untuk merusak hubungan baik mereka sebagai sepupu. Terlalu takut kalau Mahes hanya menganggapnya sebagai adik sepupu, sebagai adik kecilnya yang manis. Alhasil dirinya cuma berani bersikap sebagai seorang adik juga kepada Mahes. Hampir sama seperti sikapnya kepada Ardi, kakaknya.


"Ras...Aku serius dengan perasaanku ini. Aku juga ingin membuat komitmen dan mengikat suatu hubungan serius dengan kamu." Mahes melanjutkan perkataanya karena Laras hanya terdiam dan terlihat kebingungan. Mahes ingin semakin menegaskan tujuan dirinya mengungkapkan dan menyatakan cintanya pada Laras hari ini. "Ras...maukah kamu..."


"Bentar...bentar....Tunggu dulu mas Mahes." Laras menghentikan ucapan Mahes tiba-tiba.


"Eh?...Kenapa? Kamu...Kamu gak suka ya sama aku?..." Entah mengapa rasa kecewa tiba-tiba memenuhi dada Mahes demi mendengar jawaban Laras.


"Bukan begitu...Tapi aku gak suka dengan cara mas Mahes menyatakan cinta. Gak suka dengan cara mas Mahes nembak aku... Gak ada romantis-romantisnya sama sekali kayak gitu." Laras menjelaskan dengan santainya.


"Haaaa?" Mahes semakin kebingungan dengan jawaban mengejutkan Laras. Benar-benar tak dapat mengerti jalan pikiran gadis dihadapannya itu. Apa-apaan coba? Masa Laras tega-teganya menolak pernyataan cinta darinya hanya karena cara dia menyampaikannya kurang romantis. What the...


~∆∆∆~


🌼Tolong klik JEMPOL (LIKE), klik FAVORIT (❤️), kasih KOMENTAR, kasih RATE bintang 5, VOTE pakai poin yang banyak, bagi TIP dan FOLLOW author ya. Makasih 😘🌼