Dokter Ella Love Story

Dokter Ella Love Story
54. Konser Cold Play


Hanya satu kata yang dapat menggambarkan konser Cold Play malam ini, Amazing. Benar-benar megah dan meriah dengan segala penataan, dekorasi dan pencahaayaan panggungnya. Ruangan hall super luas yang telah ditata apik dan dibagi-bagi menjadi tribun sesuai kelas tiketnya. Ribuan penonton dan fans fanatic band ini pun sudah berjubel memadati Hall. Ella jadi keheranan kok tau aja si orang-orang ini? Kok bisa-bisanya juga dapet tiket yang terbatas?


Untuk kelas VIP seperti Ella dan Ardi mendapatnya site paling strategis di depan panggung. Sehingga mereka bisa dengan leluasa melihat dan memandang wajah ganteng sang vocalis band, Chris Martin.


"Konser sebesar ini beneran Johanh dan perusahaannya yang ngurusin?" Ujar Ella terkagum-kagum.


"Iya, emang kerjaannya ngurusin beginian si Jo." Ardi menjawab Ella singkat.


"Emangnya tiket bagian VIP berapaan mas?" Ella menanyakan hal yang sudah mengganjalnya sejak lama.


"Berapa ya? Biasanya dibandrol pakai dolar si kalau konser artis luar kayak gini. Paling kalau dirupiahkan jadi lima setengah lah."


Lima setengah juta? Ardi harus beli buat dua orang? Terus tadi katanya mau dibayar dua kali lipat harga sama Ardi? Dan anehnya lagi ditolak pula sama si Jo...Hello...Duit lebih dari dua puluhan juta itu yang diomongin. Bukan recehan. Waduh ini para Sultan beneran ngeri deh mainan uangnya. Kayak main uang-uangan monopoli aja mereka. Gampang banget mereka ngeluarin uang dan dapetin uang gantinya juga.


"Makasih lo mas," Ella benar-benar gak tahu harus berkata-kata apa lagi sebagai ucapan syukur karena akhirnya dapat nonton band favoritnya. Like a dream comes true.


(*Seperti mimpi yang menjadi kenyataan).


"Gak masalah. Aku kan juga suka band ini. Jadi sekalian nemenin kamu, juga nyenengin hatiku sendiri." jawab Ardi santai.


And dream of para-para-paradise


Para-para-paradise


Para-para-paradise


Terdengar suara Merdu bang Chris Martin, sang vocalis menyanyikan lagu kenangan mereka berdua. Lagu paradise yang menemani dan menjadi saksi kencan pertama Ardi dan Ella. Keduanya pun saling bertukar pandang dan tersenyum penuh arti, kemudian ikut bernyanyi menyenandungkan lagu itu bersama alunan musik dari sang artis legendaris.


"Yaampyun, oh my god! ganteng dan keren banget si jadi orang." Ella bener-bener melting. Leleh dan mencair seluruh tubuhnya demi melihat wajah ganteng Chris Martin sang vokalis Band Cold Play dari jarak dekat.


"Makasih lho ya atas pujiannya, aku emang ganteng kok hehe" Ardi menyeletuk jahil. Sebenernya dia sudah tahu kalau Ella sedang membicarakan si artis tapi entah mengapa dirinya juga ingin menggoda gadis itu.


"Ih narsis! Emang siapa yang lagi ngomongin mas Ardi?" Ella menjawab sewot tapi kemudian tertawa cekikikan mendengar perkataan Ardi.


"Emang aku kurang ganteng ya?" tanya Ardi pura-pura sedih kali ini.


"Kata sapa? Mas Ardi itu ganteng banget. Paling ganteng malah dari semua cowok yang ada di dunia ini," jawab Ella kalem.


"Beneran? Tumben-tumbennya kamu muji aku kayak gitu?" Ardi masih tak percaya Ella berani memuji dan menggodanya terang-terangan.


"Iya beneran kok. Yah meski cowok-cowok impor temen mas tadi juga ganteng, ini bang Chris Martin juga ganteng. Aduh hari ini bener-bener dapat banyak asupan vitamin see." Ella semakin mengoceh. Membuat Ardi sedikit kesal dan dongkol juga karena dibanding-bandingkan ketampanannya dengan banyak pria lainnya.


"Kamu doyan banget ya liatin cowok ganteng," protes Ardi kesal. Ada rasa tidak rela mengetahui Ella memikirkan wajah cowok lain selain dirinya. Yah sesuatu yang benar-benar menggelikan sebenarnya untuk cemburu pada artis idola atau teman-temannya tadi. Tapi tetap saja Ardi tak dapat menahan kejengkelannya itu.


"Sama aja bukannya? Mas Ardi malah lebih parah lagi. Mas Ardi suka liatin dan berhubungan dengan cewek-cewek cantik import yang dan high class kayak tadi. Dicium cupika-cupiki ama mereka juga mesam-mesem aja. Kayak kegirangan banget gitu tadi. Atau jangan-jangan saking udah biasanya ya digituin ama mereka sampai gak ada rasa malu atau risih lagi? Emang ya dasar semua cowok itu mesum. Kayak kucing dikasih ikan asin pasti langsung disosor tanpa pikir panjang lagi." Ella nyerocos saja mengutarakan segala kekesalan yang dari tadi dipendamnya.


Ardi kaget dan terdiam mendengarnya, tak sanggup menjawab atau sekedar berkata-kata. Dia cuma bisa senyum-senyum sendiri melihat Ella ngomel-ngomel gak karuan kayak gitu. Jadi dari tadi Ella juga merasa tidak senang dengan keakrabannya besama Luna dan Jilia? Sama seperti waktu Ardi mencium Sari di pesta ulang tahun mamanya? Ella benar-benar semarah dan seemosi itu saat melihatnya tadi?


Seneng juga si ternyata Ella bisa juga cemburu kayak begitu. Kayaknya si Ella juga sudah mulai cinta mati ni ama aku, batin Ardi kegirangan sambil terus senyum-senyum sendiri kayak orang gila.


Memang pergaulan di high society kadang cenderung terlalu bebas dan berani. Jika sedang gathering dengan teman-teman young businessman-nya, Ardi mau tak mau juga harus mengikuti gaya bergaul mereka. Jiwa-jiwa muda yang membara dengan berbagai kekayaan, gelimang harta dan fasilitas yang dapat dengan mudah mereka dapatkan. Kesenangan dunia macam apa lagi coba yang tak bisa mereka dapatkan?


Ardi biasanya akan ikut saja tapi keseringan memilih diam dan hanya bergaul seperlunya saja dengan para sultan dan sultanwati itu. Jika dia tidak berlaku begitu, bisa-bisa akan dikira introvet dan anti sosial. Hal yang sangat dihindari bagi orang-orang dunia bisnis. Mereka harus pandai-pandai bergaul dan mencari mitra kerja serta kolega sebanyak-sebanyaknya demi kelangsungan dan kesuksesan bisnis mereka.


"Emang ya, aku gak ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan mereka. Mereka kayak kucing persia impor sementara aku cuma kucing kampung buluk. Kalah telak kalau harus bersaing sama mereka." Ella terus aja ngomel gak jelas tentang perkucingan. Membuat Ardi makin mesam-mesem gemas mendengarnya.


"Udah-udah mau kamu kucing kampung, kucing hutan atau macan sekalipun gak ada yang bisa ngalahin kamu kok dihatiku. Bagiku kamulah satu-satunya, the one and only girl that I love."


(*Satu-satunya gadis yang kucintai).


Ardi mencoba menenangkan Ella, memegang tangan gadis itu lembut. Dan tepat sekali di atas panggung Bang Chris Martin sedang menyenandungkan lagu yang sesuai dengan perasaannya saat ini. Lagu yang juga merupakan favorit Ella.


Ardi yang memang sudah hafal lirik lagu itu. Dia ikutan nyanyi sambil memegang tangan Ella erat-erat di dadanya. Tak memperdulikan kualitas suaranya yang fals dan tanpa nada, datar banget. Dihadapkannya tubuh gadis itu untuk berhadapan dengan tubuhnya juga, dan mereka saling memandang lekat-lekat.


But she said, where'd you wanna go?


How much you wanna risk?


With some superhuman gifts


Some superhero


Some fairytale bliss


Just something I can turn to


Somebody I can kiss


I want something just like this


Doo-doo-doo, doo-doo-doo


Doo-doo-doo, doo-doo-doo


"Would you be my 'somebody I can Kiss', El?" Tanya Ardi kemudian setelah selesai menyanyikan salah satu part dari lagu itu.


(*Maukah kamu menjadi seseorang yang dapat aku cium, El?)


"Eh...Maksudnya? Maksudnya apa?" Tanya Ella kebingungan. Agak ambigu juga si arti dari lagu ini. Tetapi tetap saja jantung Ella sudah terasa mau copot demi mendengarnya. Seneng, seneng banget mendengarnya. Rasanya seluruh wajah Ella sudah memanas sekarang, tak sanggup membayangkan maksud ucapan Ardi.


"Yah katanya kamu gak suka liat aku cium-cium cewek lain. Dulu waktu sama Sari. Tadi sama Luna dan Jillia. Kayaknya kamu marah banget, kalau aku mencium cewek lain. If i kiss somebody else. Makanya aku mau nanya sama kamu."


"Would you be my 'somebody I can Kiss'?" Ardi menjelaskan dengan perasaan campur aduk dan detak jantung dag dig dug yang seolah dapat mengalahkan kerasnya suara sound system di panggung.


(*Maukah kamu jadi satu-satunya gadis yang bisa aku cium?).


"I Would...You're mine! Don't you dare to kiss somebody else but me." Jantung Ella juga mulai berdebar tak karuan demi mengucapkan kata-kata itu. Kata-kata tentang kesanggupan sekaligus permintaanya pada Ardi.


(*Aku mau...Kau milikku! Awas kalau berani mencium gadis lain selain aku).


"Same goes for you honey... Don't you dare to kiss or touch somebody else but me." Ardi menyakinkan Ella dengan mantap.


(*Kamu juga, sayang... Awas kalau berani mencium dan menyentuh pria lain selain aku)


Mereka berdua berpandangan penuh arti. Saling menatap jauh kedalam mata masing-masing pasangannya. Seakan berusaha menyelami perasaan masing-masing. Dengan diiringi lantunan merdu senandung cinta mereka.


I want something just like this


Doo-doo-doo, doo-doo-doo


Doo-doo-doo, doo-doo-doo


"So...May I?" Ardi bertanya penuh harap.


(*Jadi bolehkah aku?)


"May I? Mau Ngapain?" Ella menjawab kebingungan dengan permintaan Ardi.


"Cium lah, El. Boleh gak?" Ardi mengulangi permintaannya. Meminta persetujuan Ella. Untuk urusan sensitif kayak gini Ardi memang tak ingin memaksakan kehendaknya kepada Ella. Dia baru akan bertindak jika Ella sudah mengijinkan untuk melakukannya.


"Eh? Kiss?...Sure..." Ella menjawab dengan malu-malu dan mukanya yang sangat merah.


(*Eh?Cium?...Tentu)


Ardi menarik tangan Ella, membuat tubuh gadis itu semakin dekat dengan tubuhnya. Dipeluknya erat tubuh gadis itu, diletakkannya tangannya di punggung dan pinggang Ella. Membelainya dengan lembut. Ella terdiam, kaku tak sanggup bereaksi. Dipandangnya wajah Ardi yang sangat dekat padanya. Hanya senyuman indah yang dapat Ella berikan kepada Ardi sebagai persetuajuan, persetujuan untuk mengambil ciuman pertamanya.


Perlahan namun pasti Ardi menurunkan wajahnya ke arah wajah Ella. Dekat dan semakin dekat jarak antara wajah mereka berdua. Tanpa dapat dihindari lagi bibir Ardi mendarat dengan lembut ke bibir Ella. Awalnya pria itu sedikit kaget dengan sensasi yang terasa sangat lembur dan manis yang menempel di bibirnya. Sensasi yang seakan mampu membakar seluruh tubuhnya.


~∆∆∆∆~


Stop stop stop bersambung dulu ya gaes... silahkan dibayangkan sendiri lanjutan adegan mereka di otak masing masing🤣


🌼Tolong klik JEMPOL (LIKE), klik FAVORIT (❤️), kasih KOMENTAR, kasih RATE bintang 5, VOTE pakai poin yang banyak, bagi TIP dan FOLLOW author ya. Makasih 😘🌼