
Setelah proses panggang-memanggang sudah selesai, kedua belas dokter muda itu duduk mengelilingi api unggun. Dengan beralaskan terpal yang ditata melingkar dan hidangan yang telah siap tersaji mengelilingi api unggun.
Roni menghampiri tempat Ella duduk dan menyodorkan sate sosis bakar serta jagung bakar bikinannya. "Nih pesenan kamu, El," pria itu mengambil duduk di sebelah Ella.
"Nih steak buat kamu." Ella juga menyodorkan sepiring beef-steak buat Roni.
"Lho aku gak dibikinin juga, Ron?" Intan memprotes.
"Kan kamu gak pesen tadi," jawab Roni.
Tak lama kemudian Jun datang juga menghampiri mereka dengan membawa sosis dan jagung hasil bakarannya. Intan dengan semen-mena langsung mengambil satu sosis dan satu jagung bakar di tangan Jun. " Wah kamu baik banget, Jun. Makasih lho ya." Intan berkata dengan gak punya dosa.
"Lho tapi..." Jun memprotes.
"Ini buat aku kan?" Intan ke-pede-an.
"Buat Sari."
"Iya buat Sari, satunya buat aku kan?" Intan terus mendesak Jun, dan Jun akhirnya menyerah tak sanggup membantah.
"Tega bener kamu, Tan." Sari membela cowoknya, "Sini, sini paroan ama aku aja Jun." dipanggilnya Jun untuk duduk di dekatnya. Gak boleh deket-deket ama Intan si nenek sihir jahat. Ella dan Roni hanya bisa cekikikan melihat perang segitiga bermuda itu. Lucu banget liat ekspresi muka Jun.
"Sukses besar ini kayaknya interenship putaran kita." Dani menyeletuk.
"Suses gimana, Dan?" Roni jadi penasaran dengan ucapan Dani.
"Gimana gak sukses kita dapet tiga pasangan dan dua berhasil lolos PPDS," jawab Dani.
"Tiga pasangan?" Intan ikutan kepo.
"Iya kan Sari dan Jun, Verdi sama Tika, Terus tu pasangan PPDS kita yang legendaris Roni sama Ella." Dani menjelaskan dengan santainya. Tapi mampu membuat Roni tersedak saat mengunyah steak-nya. Ella pun kebingungan harus menanggapi bagaimana.
"Wah pasangan terakhir salah, Dan." Intan yang membantu Ella mengklarifikasi. "Ella ama Roni pasangan PPDS tapi bukan pasangan kekasih."
"Lho bukan ya? Jadi Roni masih jomblo donk?" Silfi salah satu dokter wanita menimpali dengan bersemangat. Mungkin memang banyak yang salah paham dengan keakraban Ella dan Roni. Termasuk teman-teman dokter seputaran Iship ini.
"Yoi, Roni available. For sale juga dah sekalian. Buruan yang mau daftar mumpung obral hehehe." Intan mempromosikan Roni.
"Sialan kamu, Tan. Kayak aku gak laku aja." Roni menggerutu dan disambut dengan tawaan renyah teman-temannya yang lain.
"Terus Ella-nya gimana?" Dani masih kepo aja.
"Eh kamu kan udah punya tunangan, ngapain nanya-nanya soal Ella?" Roni kembali sewot.
"Tenang bro, gak bakal nyerobot kok. Cuma mau bantuin kamu aja kalau Ella-nya juga masih available." Dani berkata sok gentleman.
"Aku udah punya pacar." Ella yang kali ini mengakui dengan nada dan wajah yang serius, seakan merasa tidak nyaman dirinya dijadikan bahan candaan. Membuat semua yang mendengarnya langsung terdiam, tak ada yang berani berkomentar atau menggodanya lagi. Sedikit bingung juga dengan Ella yang biasanya kalem ternyata bisa ngomong setegas itu.
"Wah sorry, El. Kirain kamu belum punya." Dani akhirnya meminta maaf. "Yaudah gaes ayo buruan habiskan hidangan makan malamnya terus kita istirahat. Besok jam 3.00 dini hari kita udah dijemput jeep soalnya." Dani mengalihkan pembicaraan dengan mengingatkan jadwal acara mereka.
"Bagus, El. Sekali-kali mereka tu perlu dilawan biar gak seenaknya ngomong." Bisik Intan pada Ella sambil menggigit sosisnya geram. Ella hanya senyum-senyum menanggapinya, sesekali melirik ke arah Roni yang sedikit salah tingkah.
Jadi kesalah pahaman tentang hubungannya dan Roni sudah seluas ini? Kan kasian juga sama Roni kalau gini, jadi gak bakal ada cewek yang berani deketin dia donk. Ella jadi merasa bersalah, mungkin Intan benar dirinya harus membatasi keakrabannya dengan Roni.
Setelah menikmati sesi jamuan sampai puas mereka semua kembali ke kamarnya masing-masing. Untuk beristirahat sejenak dan mengembalikan tenaga setelah itu perjalanan seharian. Udara yang sangat dingin membuat mereka meringkuk di atas kasur dan berselimut tebal, lalu tak lama kemudian tidur lelap.
Tepat pukul 2.30 pagi suasana villa kembali heboh. Ketiga jeep pesanan sudah tiba. Pelayan villa segera menggedor kamar dan membangunkan para tamunya. Meminta mereka untuk segera bersiap melakukan perjalanan wisata Bromo Mountain dengan mengendarai jeep.
Karena jumlah jeep ada tiga maka untuk memudahkan, pembagiannya disesuaikan saja dengan pembagian mobil waktu berangkat tadi. Alhasil Intan, Roni dan Ella mendapat jeep yang sama untuk tour ini. Verdi minta tuker dengan Silfi karena dia ingin satu jeep dengan ceweknya.
Perjalan malam mereka pun segera dimulai dengan jeep. Walau suasana masih sangat gelap gulita, dan udara sangat dingin. Mereka sangat bersemangat, karena kebetulan ini adalah pengalaman pertama ke Bromo bagi mereka berempat.
Medan perjalanan untuk sampai ke kawasan bromo memang cukup sulit. Ada banyak jalan yang terjal. Bahkan ada medan berlumpur, berliku, melewati tebing, jalan menanjak dan juga lautan pasir yang luar. Pantas saja kendaraan pribadi dilarang masuk kawasan wisata ini. Jika memakai mobil umum, tentunya akan sulit dijangkau dan membahayakan, apalagi bagi yang tidak tahu medan.
Untuk menjelajahinya dengan aman harus memakai kendaraan four wheel drive atau jenis mobil 4×4. Dengan driver orang setempat yang sudah sangat hafal dan berpengalaman dengan medannya. Jenis ini termasuk jeep yang memiliki 4 roda penggerak. Sehingga tetap nyaman dan aman menjelajahi semua medan yang sulit.
Paket Wisata Bromo jeep yang dipilih Sari untuk tour kali ini melibatkan 4 lokasi. Tour ini merupakan paket yang sering dipilih oleh wisatawan karena merupakan paket yang paling lengkap. Pengunjung wisatawan akan dibawa berkeliling menggunakan jeep di obyek wisata Bromo yaitu Penanjakan 1 atau Penanjakan 2, Kawah Bromo, Padang Savana, Bukit Teletubbies dan Pasir Berbisik.
Untuk tujuan pertama mereka harus mendaki gunung yang terjal dan sangat tinggi. Puncak gunung Penanjakan dimana mereka akan melihat matahari terbit yang berlatar belakang gunung bromo, gunung batok dan juga gunung semeru dengan hamparan awan putih yang indah.
Dari parkiran Jeep Hardtop ternyata mereka masih harus naik ojek untuk sampai apot lokasi di puncak. Setelah ngojek masih harus jalan kaki lagi mendaki jalanan menanjak dan tangga-tangga dari batu. Perjuangan yang cukup sulit mengingat susana masih gelap gulita dan dinginnya udara yang bahkan membuat nafas mereka beruap.
Roni harus ekstra hati-hati menjaga ketiga cewek dalam rombongannya agar tidak nyasar atau terpisah mengingat banyaknya wisatawan disana. Dan setelah sampai di spot penanjakan akhirnya mereka bisa duduk santai di kursi kayu melingkar yang dibuat menyerupai podium bertingkat di stadion. Menghadap ke tepian jurang yang berpembatas, dengan pemandangan gunung-gunung yang menjulang nun jauh disana.
Cukup makan waktu untuk mencari kedelapan teman mereka lainnya, dan akhirnya mereka bisa berkumpul bersama. Menantikan terbitnya sang surya di ufuk timur sebagai penanda hari yang baru dan harapan yang baru. Pukul 05.30 para wisatawan sudah berdiri dari tempat duduknya, serempak memandang ke arah terbitnya matahari.
Tak lama kemudian sang matahari perlahan terlihat dari balik gunung. Menyembul dari peraduannya di malam hari. Pemandangan yang sangat indah. Apalagi langit pagi ini sedang dalam keadaan cerah. Langit yang awalnya hitam kelam ditengah gelapnya malam perlahan berubah menjadi cerah karena cahaya sang surya.
"Keren banget!" celetuk Ella.
"Asli, gak rugi deh susah payah kesini." Intan menambahi berkomentar.
"Jangan lupa bersyukur kepada Tuhan dan make a wish guys." Roni ikutan berkomentar.
"Tumben-tumbennya Roni berkomentar bener," celetuk Dani sambil terkikik.
"Roni benar, anggap saja kita memanjatkan doa untuk masa depan kita semua. Masa depan yang menanantikan kita setelah pengabdian kita berakhir." Sari membenarkan ucapan Roni.
"So mari kita berdoa bersama-sama gaes, May god bless us. Wish us all best! Berdoa, dipersilahkan." Verdi yang berinsiatif untuk memimpin doa mereka. Dan mereka berdua belas pun menunduk dan memanjatkan doa dan harapannya masing-masing.
Setelah susana mulai terang dan matahari telah terbit sempurna, mereka kembali turun dari puncak penanjakan ke jeep mereka yang menunggu di parkiran. Kemudian perjalanan selanjutnya ke menuju ke kawasan gunung bromo dengan menggunakan jeep.
Sepanjang perjalanan menuruni puncak penanjakan dapat mereka lihat pemandangan pegunungan Bromo yang sangat indah dan menakjubkan, mirip lukisan. Membuat siapa saja yang memandangnya berdecak kagum, mengagumi keindahan alam semesta.
Setelah menuruni jalanan pengunungan yang terjal mereka disambut oleh hamparan lautan pasir yang terbentang luas. Jeep yang mereka tumpangi berhenti sejenak di spot yang disebut dengan pasir berbisik.
Tempat dimana mereka dapat berfoto dengan suasana gurun pasir dengan latar belakang pegunungan. Seperti berada di padang sahara afrika. Tak perlu pula ke negara arab untuk menikmati suasana gurun pasir, ke Bromo saja ada gurun pasir lokal. Jeep-jeep yang mereka tumpangi berjajar berurutan dengan rapi dengan latar belakang pegunungan. Menciptakan back ground yang apik untuk para wisatawan berfoto dan mengabadikan kenangan.
Setelah dari pasir berbisik mereka kembali ke jeep untuk melanjutkan perjalanan. Terus ke sebelah selatan pegunungan bromo atau gunung batok. Disana terdapat padang rumput savana yang hijau membentang atau dikenal dengan bukit teletubies. Karena berbentuk seperti bukit di kartun teletubies.
Destinasi mereka selanjutnya adalah gunung bromo atau gunung batok. Di kaki gunung bromo, juga terdapat pura agama hindu. Pura ini digunakan oleh masyarakat suku tengger beribadah. Selain itu digunakan untuk upacara kasodo yang merupakan upacara tahunan di bromo.
Untuk menghemat tenaga, kedua belas dokter muda itu memutuskan untuk menyewa kuda dari parkiran jeep menuju ke bawah anak tangga. Sehingga mereka tidak terlalu capek. Setelah melewati bukit pasir dan batu mereka masih harus naik ke atas kawah bromo dengan menggunakan tangga. Jumlah tangga yang harus dinaiki sekitar 250 tangga.
Dan akhirnya setelah perjuangan panjang mendaki, dapat mereka dapati kawah gunung bromo yang merekah. Kawah ini masih mengeluarkan asapnya karena gunung ini adalah gunung yang masih aktif. Pemandangan dan keindahan alam yang sebanding dengan perjuangan mereka untuk dapat mencapainya.
~∆∆∆~
Edisi jalan-jalan dan sedikit promosi tentang gunung Bromo, destinasi favorit wisata jawa timur. Yang belum pernah kesana pasti penasaran dan yang sudah pernah kesana pasti ketagihan ingin kesana lagi.
🌼Tolong klik JEMPOL (LIKE), klik FAVORIT (❤️), kasih KOMENTAR, kasih RATE bintang 5, VOTE pakai poin yang banyak, bagi TIP dan FOLLOW author ya. Makasih 😘🌼