
Perlahan namun pasti Ardi menurunkan wajahnya ke arah wajah Ella. Dekat dan semakin dekat jarak antara wajah mereka berdua. Tanpa dapat dihindari lagi bibir Ardi mendarat dengan lembut ke bibir Ella. Awalnya pria itu sedikit kaget dengan sensasi yang terasa sangat lembur dan manis yang menempel di bibirnya. Sensasi yang seakan mampu membakar seluruh tubuhnya.
Ardi dan Ella memejamkan mata mereka rapat-rapat. Membiarkan insting mereka bekerja dengan sendirinya. Membiarkan gairah membara yang merasuki tubuh mereka untuk memegang kendali. Kendali pada tubuh yang mengalahkan pikiran dan akal sehat mereka. Kedua tangan Ardi semakin bergerak dengan agresif. Kedua tangan itu memeluk tubuh Ella dengan sangat kuat, merangkul, mendekap dan membelai bagian pinggang dan punggung gadis itu.
Kedua bibir Ella dan Ardi beradu, bertemu, dan bertautan dengan gerakan yang cukup intens, saling menyambut dan membalas satu sama lain. Kedua napas mereka sama-sama cepat dan memburu sehingga mereka dapat merasakan hembusan napas masing-masing. Detakan jantung mereka berdua pun terdengar sangat keras dan bertalu-talu seakan mengikuti hentakan irama musik di stage di kejauhan.
Setelah beberapa saat berlalu Ella merasa sesak dan tidak bisa bernapas. Aduh aku bisa mati kehabisan napas ini, Ella mulai panik. Dia tidak mengira Ardi ternyata jago juga dalam berciuman, tidak seperti dirinya yang masih sangat amatir. Yaiyalah ini kan ciuman pertamanya. Perlahan Ella mendorong tubuh Ardi sedikit menjauh dari tubuhnya, melepaskan tautan bibir mereka berdua.
Ella mengatur napasnya yang megap-megap kehabisan udara. Berusaha mengisi kembali paru-parunya dan memenuhi otaknya dengan oksigen agar dapat mengembalikan kecerdasan otaknya, agar dia dapat berfikir dengan jernih.
"Sorry honey... I had imagined this so many times. But it was too much sweet in reallity... So that I can't stop." Ardi merasa bersalah melihat Ella yang kehabisan napas karena ciumannya. Ciuman yang mungkin terlalu berlebihan bagi gadis itu. Apa aku tadi kelewatan? Apa aku terlalu memaksakan?
(*Maaf ya sayang...Aku sudah sering membayangkan untuk berciuman denganmu. Tapi secara nyata ciuman ini ternyata jauh lebih manis...Jadi aku tak bisa berhenti).
"Maaf ya mas. Aku, aku yang terlalu tegang tadi sampai lupa bernafas..." Ella mengakui dengan sangat malu. Dia juga sangat merasa bersalah telah merusak suasana romantis mereka menjadi mengelikan. Awkward momment baget dah pokoknya.
Sekali ini lagi-lagi Ardi hanya bisa tertawa terbahak-bahak demi mendengar ucapan polos Ella. Benar dugaan Ardi ini pasti ciuman pertama bagi Ella. Dan dirinyalah yang berhasil mendapatkannya. 'Yeeey yeeey' Ardi senyum-senyum sendiri kegirangan.
"It's ok. You just need more practices." Ardi menggoda Ella sambil mengecup hidung gadis itu ringan. Membuat wajah Ella kembali memerah seperti kepiting rebus.
(*Tidak apa-apa kok. Kamu hanya perlu sering sering latihan).
"Enak aja mau latihan?" protes Ella tak mampu membayangkan apa yang dimaksud dengan latihan ciuman. Berapa kali coba dalam sebulan? seminggu? atau tiap hari? Aaaarrrghh aku bisa gila! Ella benar-benar panik dan takut menyadari dirinya yang juga senang dan mengharapkan ciuman itu. Ternyata aku juga cewek mesum, kutuknya pada dirinya sendiri.
"Hahahaha aku gak keberatan lho ngajarin kamu." Ardi semakin keterusan menggoda Ella. "Katanya mau jadi somebody i can kiss?"
"Dasar mesum mesum mesum. Mas Ardi super mesum!" Ella berteriak-teriak histeris saking bingungnya harus menjawab apa.
"Hahhahahha" Ardi tertawa semakin lebar sampai perutnya terasa sakit.
Saat-saat selanjutnya, mereka berdua melanjutkan untuk menonton konser yang semakin memanas seiring dengan semakin malam waktu menjelang. Lagu-lagu yang dihadirkan pun semakin up-beat dengan irama dan musik yang menghentak-hentak meramaikan suasana. Membuat penonton semakin semarak dan bersemangat untuk ikut bernyanyi, bersorak, atau sekedar menggoyangkan tubuh, melambai-lambaikan tangan sambil mendendangkan nada.
Ardi dan Ella juga semakin menikmati suasana itu dengan sebelah tangan mereka saling bertautan. Saling genggam seakan tak mau terpisahkan lagi satu sama lain selamanya. Mereka berdua berharap waktu dapat berhenti untuk mereka pada saat ini. Sehingga tak akan ada lagi derita atau kesusahan yang akan menghadang mereka di waktu yang akan datang. Tak akan ada air mata, hanya ada rasa cinta mereka berdua yang semakin membuncah dan membesar memenuhi jiwa dan raga mereka saat ini.
Ella harus mengakui kehebatan Johanh Astin dalam mengelola event konser kali ini. Penataan panggungnya benar-benar apik, Sound system yang digunakan tak main-main. Lightning dan pencahayaan yang glamour tapi tak terkesan berlebihan. Pengaturan lagu dan urutan tampilnya yang mampu membuat penonton terharu biru di satu sesi tapi kemudian semangat dan berjingkrak-jingkrak bersemangat di sesi lainnya.
Penampilan Cold Play jangan ditanya lagi deh. Tak diragukan lagi kehebatannya tentu saja. Band legendaris dari inggris ini seakan menumpahkan segala energi di dalam tubuhnya habis-habisan untuk konser ini. Mereka menyuguhkan lagu-lagu mereka yang melegenda mulai dari tahun 90-an sampai yang keluaran terbaru. Benar-benar musik yang tak lekang dimakan waktu dan sangat enak didengar sampai saat ini.
Tepat tengah malam disaat konser sudah mencapi penghujung acara para personil band mengucapkan terima kasih atas sambutan meriah dari seluruh penonton. Dan tentunya penonton makin histeris dan berteriak-teriak menyambutnya, tak rela pertunjukan mereka akan segera berakhir. Lagu terakhir yang mereka bawakan adalah Hymn of the week end. Salah satu lagu favorit Ella lainnya dari band ini.
Ah-oh-ah-oh-ah
Got me feeling drunk and high
So high, so high
Ah-oh-ah-oh-ah
Now I'm feeling drunk and high
So high, so high
So high
That we shoot across the sky
That we shoot across the
That we shoot across the sky
That we shoot across the
Dan seakan menyesuaikan dengan lirik lagu terakhir itu, ribuan kembang api has shoot across the sky. Berbagai bentuk dan ukuran kembang api, menggelegar dan bertaburan di langit malam. Menerangi dan menghiasi segala penjuru langit di atas hall yang terbuka bagian atapnya ini. Bagaikan bunga-bunga raksasa yang berpendar dan bercahaya indah di langit malam.
(*ditembakkan ke segala penjuru angkasa).
Setelah rentetan tembakan kembang api, masih juga panitia menambahkan akhir indah dari kemeriahan konser. Tambahan kemeriahan dengan menembakkan jutaan confetti yang seakan beterbangan ke segala arah dan penjuru. Jutaan confetti itu memenuhi seluruh ruangan convension hall tunjungin plaza ini.
Chris Martin menambahkan satu kali reff lagu hymn of the week end lagi sebagai bonus khusus. Vocalis ganteng itu melambai-lambaikan tangannya sebagai perpisahan kepada penontonnya. Seluruh anggota band cold play juga ikut melambaikan tangan mereka sebagai ucapan pamit undur diri dari panggung.
Para penonton histeris, termasuk Ella tentu saja hehe. Ada saja penonton yang menangis ada yang berteriak histeris tak rela harus berpisah dengan sang idola mereka. Tapi ya bagaimana lagi udah habis batas waktu untuk konser, dan pastinya para artis juga sudah sangat lelah dan butuh istirahat. Mau tak mau penonton juga harus merelakan band legendaris favorit mereka itu untuk undur diri turun dan meninggalkan panggung.
Benar-benar ending yang epic untuk sebuah konser music yang megah. Membuat siapapun yang menontonnya tak akan kecewa dan tidak merasa rugi telah menghabiskan uang ratusan ribu sampai jutaan rupiah demi membeli tiketnya. Mereka memang layak dihargai seperti itu untuk karya dan penampilan panggung mereka yang menakjubkan dan sangat menghibur.
"Thank You very much for all of you guys. Thank you Indonesia. Thank you Surabaya...We love you and see you next time." Bang Crish Martin pamit. Akhirnya dia pamit undur diri dari atas panggung. Dan Ella ambyar serta nangis-nangis terharu, tak tega ditinggalin babang ganteng turun panggung.
(*Terima kasih banyak untuk kalian semua yang telah hadir disini. Terima kasih Indonesia. Terima kasih Surabaya... Kami mencintai kalian dan sampai jumpa di waktu yang akan datang).
Ardi hanya bisa tertawa cekikikan melihat reaksi Ella yang berlebihan mengiringi kepergian band itu. Ada-ada aja cewek ini, segitu gak relanya kah ditinggalin Cold play pergi? Bisa-bisanya selebay itu hanya karena ditinggalin idola? Dan ternyata sebagian besar penonton wanita di sekitar mereka juga nangis-nangis. Bahkan banyak yang lebih parah dan heboh daripada Ella nangisnya.
"Udah, abang Chris Martin udah pergi sekarang. Tapi masih ada abang Ardi kok yang setia untuk nemenin Ella. Bisa dipandangin sampe puas, di pegang-pegang, bisa di-kiss juga lho hahahha." Ardi menggoda Ella dengan semena-mena.
"Ogaaaaah maunya bang Chris Martin!" Ella bersih keras ingin bang Chris Martin.
"Awas ya nanti gak dikasih kiss lagi lho sama bang Ardi" Goda Ardi sambil pura-pura mengancam Ella dengan semakin jahilnya.
"Aaarrrggghhh" Ella berteriak frustasi tak bisa membalas perkataan Ardi. dan Ardi tertawa terpingkal-pingkal sampai sakit perut demi melihat reaksi lucu Ella. Melihat wajah cantik itu merengut dan merajuk. Entah mengapa sangat menggemaskan dan mengundang keinginan Ardi untuk terus menggoda gadis itu.
~∆∆∆~
Terinspirasi oleh konser Cold Play di Bangkok Thailand. Semua gambar konser juga di dapat dari konser mereka disana. Semoga beneran kapan-kapan mereka manggung di Indonesia, di Surabaya lebih tepatnya. Dan Author pasti bakalan nonton, demi Chris Martin 🤣
🌼Tolong klik JEMPOL (LIKE), klik FAVORIT (❤️), kasih KOMENTAR, kasih RATE bintang 5, VOTE pakai poin yang banyak, bagi TIP dan FOLLOW author ya. Makasih 😘🌼