AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 63


Hery masih terus mencoba mengubungi Rena tapi Rena masih tidak menjawab satupun panggilannya ataupun pesannya.


Sedangkan Rena sedang asyik melihat-lihat hewan yang dipelihara di kantor tempat Dion bekerja, hewan-hewan tersebut rupanya sangat indah di luar dari ekspektasi Rena.


Dion meninggalkan Rena Sebentar karena ia harus menandatangani surat penting yang tidak bisa digantikan oleh orang lain. secepat mungkin dia berusaha menyelesaikan pekerjaannya dan segera menyusul Rena ke tempat pemeliharaan satwa.


Sedangkan itu di kediaman Roy, Eyang dan Debora sedang mengupas jeruk dan juga apel di taman belakang, sebenarnya dari tadi Debora mengharapkan kedatangan Roy untuk bergabung dengan mereka, Deborah ingin semakin dekat dengan Roy dihadapan Eyang dan agar Roy juga menuruti semua yang ia inginkan walaupun hanya di hadapan Eyang.


Setelah menelpon Heri, Roy masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamarnya Ingin rasanya Roy menghamburkan semua barang-barang yang ada dalam kamarnya saking kesalnya dengan keadaan yang ia alami saat ini. Akhirnya memilih untuk membersihkan diri di kamar mandi dan berendam di air dingin untuk menenangkan hati dan pikirannya.


setelah berendam cukup lama akhirnya Roy keluar dari bak mandi dan keluar dari kamar mandi lalu menggunakan pakaiannya. Roy menggunakan celana Jogger pendek dan juga kaos berwarna abu-abu yang sangat cocok di tubuhnya yang indah itu, sangat indah untuk dipandang oleh kaum Hawa.


Roy ingin Memastikan kondisi Eyangnya Apakah Sang Eyang beristirahat dengan benar atau meminum obatnya dengan teratur.


Roy mencari sang Eyang di kamarnya tapi Roy tidak menemukannya. Roy turun lagi ke lantai bawah dan menemukan asisten rumah tangganya


"Nia kamu lihat Eyang?"


"Ya Tuan saya lihat tadi nyonya besar sedang bersama dengan Nyonya Debora ditaman belakang, mereka berdua meminta saya untuk membawakan beberapa buah segar seperti jeruk dan juga apel... " ucap Nia asisten rumah tangga Roy.


Roy berjalan menuju taman belakang dari jauh ia bisa melihat kedua wanita yang tadi dibicarakan oleh asistennya memang berada di sana dan sepertinya sedang menikmati buah-buahan segar.


"Lohhhh Eyang yang Kok nggak istirahat, yang baru aja pulih loh nggak boleh kurang istirahat..." protes Roy.


"Eyang baik-baik saja kok Roy, kamu nggak usah khawatir lagi pula yang cuman mau nemenin Debora, Debora itu pengen bersama Eyang, maklum calon mama muda..." rasanya muak sekali mendengar ucapan seperti itu apalagi menyangkut tentang Debora karena ia sangat tahu niat licik dari Debora.


Roy akhirnya mengalah daripada ia harus berdebat dengan sang Eyangnya mengingat Sang Eyang baru saja pulih dari sakitnya, jika memang bersama Debora akan membuat Eyang merasa lebih baik maka Roy tidak mempermasalahkannya, biarlah kalau begitu lebih baik Roy mengistirahatkan dirinya sendiri karena sepertinya Iya yang lebih membutuhkan sebuah istirahat.


"Ya sudah kalau begitu Roy yang istirahat Eyang yang di sini, sepertinya hari ini hari keberuntungan Roy karena bisa beristirahat..." tanpa menunggu jawaban dari kedua orang tersebut Roy langsung saja meninggalkan tempat itu.


Sedangkan itu Debora merasa rencananya tak berhasil, Roy malah meninggalkannya bersama Eyang padahal yang Debora inginkan adalah Roy bergabung dengan mereka berdua dan menyuapi Debora dengan penuh kasih sayang dan kemesraan di depan Eyang. Tapi semua itu hanyalah angan bagi Debora karena Roy sama sekali tidak memperdulikannya.


Roy masuk ke dalam kamarnya dan Mengunci pintu tersebut tak ingin ada yang mengganggu istirahatnya


"Tenanglah Roy tenang, Aku harus segera menyelesaikan ini agar aku bisa kembali kepada Rena ku, tapi kenapa Hery membawanya ke rumahnya, bukankah aku belikan Rena apartemen yang bagus masih kurang apa lagi sih, ini semua harus aku cari tahu... " Roy memejamkan matanya berusaha untuk tertidur dan berhenti memikirkan semua hal itu.


Sementara itu kini Dion dan Rena sedang menikmati es krim di salah satu kedai es krim di dekat kantor Dion. Semua beban yang Rina miliki hilang seketika rasanya ia kembali Bahagia seperti sediakala dan sepertinya tidak memiliki masalah.


Maka semakin gencarlah Dion untuk terus dekat pada Rena.


Jauh dari tempat itu lagi, Hery sedang uring-uringan dan pusing-pusing an dengan semua yang ia alami, belum lagi masalah di kantor yang harus ia tangani, belum lagi masalah Iya dan Roy, Roy pasti berpikiran buruk tentang dirinya Hery sangat mengenal Roy seperti itu, belum lagi ia mencoba menghubungi Rena tapi Rena tidak dapat dihubungi padahal Heri ingin tahu keadaan Rena dan juga ingin meminta bantuan Rena untuk menjelaskan semuanya kepada Roy jika Roy bertanya nanti.


Kini Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore Dion mengantar Rena ke apartemennya, sebenarnya Dion ingin menginap lagi di apartemennya agar berdekatan dengan Rena dan bisa selalu mengontrol keadaan Rena di sebelah unitnya, tapi salah satu perawat dari rumah sakit mengabarinya tentang keadaan sang ayah maka mau tak mau dia harus pergi ke rumah sakit dan menemui sang ayah.


Kini juga jam pulang kantor, Heri sedang masuk kedalam mobilnya dan mengendarai nya dengan kecepatan maksimal karena ia ingin segera sampai di tempat tujuan, tempat tujuannya adalah apartemen Rena.


Lebih jauh dari situ Roy baru saja terbangun dari tidurnya karena terkejut dari dalam mimpinya. Ia bermimpi jika ada seseorang yang sedang tidur bersama Rena di apartemen, mimpi itu membuat Roy terbangun dengan peluh di mana-mana, "Hery jangan-jangan kamu..." menduga-duga arti mimpinya dan dengan segera Roy mengambil jaket dari dalam lemarinya dan segera turun dari kamarnya hendak pergi ke apartemen Rena saat itu juga Debora dan yang sedang bersantai di ruang tengah sambil meminum teh hangat di sore hari.


Melihat kedatangan Roy yang buru-buru segera Debora menanyakannya hendak ke mana


"Roy kamu ingin kemana sore-sore seperti ini ini sudah hampir petang? "


Eyang juga menatap dengan tatapan aneh "kamu mau kemana Roy ini sudah hampir petang Ada hal apa yang sangat penting sehingga kamu harus pergi petang-petang seperti ini?"


Roy yang sebenarnya sangat ingin segera meninggalkan rumahnya itu terpaksa harus meladeni dulu Eyangnya.


"Itu Eyang tadi ada Hery mengabariku Sesuatu terjadi di kantor Hery tidak bisa menanganinya karena harus aku sendiri yang turun tangan, aku juga kasihan dengan Hery sepertinya Ia juga sangat lelah mengatasi perusahaan 2 hari ini Kasihan dia Eyang... Hery sudah sangat baik padaku, tidak baik Jika aku tidak menolongnya disaat seperti ini, lagi pula itu perusahaanku kenapa harus Hery terus yang kesusahan dan kepayahan sendiri dan aku hanya menikmati hasilnya Bukankah itu tidak adil Eyang...? "


Iya tak Ia juga yang dikatakan Roy memang benar


"Roy Sudah aku bilang, ganti saja Hery itu dia memang enggak berguna semuanya juga harus kamu kerjakan tugasnya apa dong?" saat Debora juga ikut campur dengan pembicaraan Roy dan Eyang, Roy sangat tidak suka


"Apa kamu mau aku serahkan saja seluruh perusahaan itu kepada Hery agar dia yang sepenuhnya mengurus perusahaan itu dan aku akan menjadi seorang pengangguran tanpa harta, tanpa meteri, aku jual saja yang di rumah sekalian karena rumah ini juga adalah hasil dari perusahaan Itu, kenapa kamu sangat mempermasalahkan Hery, Hery bekerja baik denganku dan kamu sama sekali tidak mengetahui itu yang kamu tahu hanyalah uang sampai di tanganmu dengan bersih..."


Eyang yang merasa ucapan Roy sangatlah kasar kepada Debora yang sedang mengandung dan yang sangat tidak menyukainya dan malah membela Deborah "Roy Kenapa kamu mengucapkan kata-kata kasar seperti itu kepada Debora, dia istrimu dia memang patut kamu nafkahi kenapa kamu mempermasalahkannya..."


tegur Eyang


"Tapi Eyang Bagaimana jika uang yang kita nafkahi untuknya malah ia pergunakan untuk hal yang tak berguna Misalnya membiayai laki-laki lain mungkin Apakah itu benar? " Roy naik pitam.


Debora...