
Bisma juga bertanya tanya apakah Mamanya tahu akan hal ini. Ataukah bagaimana..?
Hari ini jabwal pengobatan Bisma. Dokter Lou datang tepat waktu seperti biasanya. Mengajari dan mengajak perlahan Bisma untuk berbicara.
Ingin sekali rasanya Bisma bertanya dengan Dokter Lou tentang semua yang ia lihat dan lakukan. Apakah itu benar atau salah.
Tapi kemampuan untuk bertanya itu tida ada di Bisma. Untungnya hari ini Bisma hanya berdua dengan Maidnya. Sedangkan Rafa dan Aiko ke kantor dengan urusan mereka pula.
Bisma bisa bernafas lega tentunya, dengan bagitu tak ada yang mengusiknya.
Sore harinya Rafa dan Aiko kembali lebih awal, Rafa terlihat sedang bersiap siap sedangkan Aiko hanya menemani Rafa bersiap.
Seakan ingin bertanya pada sang papa kemana ia akan pergi Bisma, menghampiri Rafa dan Aiko.
"Oohhh Bisma.. Papa ada pesta yang harus papa hadiri.. Kamu tinggal di rumah sama Bibi Aiko dan Maid di rumah ya.." Rafa mengusap puncak kepala Bisma.
"Tenang aja, aku pasti jagain Bisma." Sahut Aiko.
"Jangan terlalu malam ya tidurnya, kalau aku lambat pulang.. Tidur aja duluan ya.." Titah Rafa manis pada Aiko. Aiko tentu mengangguk semangat.
Bisma segera keluar dari kamar Rafa bertemu degan Maidnya.
"Tuan mau makan cake...? Atau semacamnya..? Snack mungkin?" Tawar maid Bisma.
Bisma mengangguk saja. Mereka berdua pun turun ke dapur. Bisma di sajikan beberapa cake. Terserah ia ingin pilih yang mana.
Sang maid setia menantinya. Sampai Rafa dan Aiko turun dari kamar mereka menuju mobil. Rafa sama sekali tak berpamitan dengan Bisma. Bisma hanya memandang punggung Papanya itu yang sedang di rangkul Aiko.
Sama persis seperti yang sering Marry lakukan pada Rafa saat akan berangkat kerja. Apakah Aiko seperti Mamanya.
Rafa telah berangkat dari rumah dengan mobilnya. Aiko kembali ke dalam rumah, ia sempat melirik Bisma yang masih di dapur bersama Maidnya.
"Hai Bisma.." Sapa Aiko pada Bisma tentu dengan bahasa yang di mengerti Bisma.
"Wahh.. Aku boleh coba cake milik kamu....?" Aiko melirik cake di hadapannya.
"Gak usah.. Saya ambil punya Bisma aja.. Kayaknya enak banget.." Cicit Aiko dan sengaja duduk berdekatan dengan Bisma.
"Eeemmm tuh kan enak.." Cicit Aiko lagi setelah mecicipi cake di hadapan mereka.
"Bisma suka cake ya.?" Bisma hanya mengangguk mendengar pertanyaan pertanyaan dari Aiko.
"Eeemmm aku juga suka.." Sahut Aiko.
***
Bisma baru saja selesai mandi, tubuhnya terasa segar dan bersih. Bahkan Bisma mengeringkan rambutnya dengan senyum manis di bibirnya.
Bisma mencari bajunya di dalam lemari pakaiannya, mengenakannyas dan setelah tu ia beralih ke tempat tidurnya.
Rasanya sangat nyaman dan tentram untuk Bisma. Terdengar suara Maid Bisma dari luar kamar yang memanggilnya mengajak makan malam.
Karena tak bisa menjawab dengan cepat Bisam membuka pintu dan mengangguk. Mereka berdua pun turun ke dapur dan Maid menyiapkan piring berserta lauk untuk Bisma.
Tak berselang lama, Aiko juga turun dengan baju tidur seksinya. Wanita ini sungguh tak punya rasa malu di hadapan Maid Bisma atau pun dengan Bisma.
Dengan santainya Aiko duduk di samping Bisma, entah kali ini apa lagi rencananya.
Maid juga menyiapkan makanan untuk Aiko, karena dia sudah di anggap seperti nyonya di rumah ini.
Tapi biasanya tak akan bertahan lama. Setelah Rafa dan Bisma kembali keegaranya nanti, Aiko bukanlah siapa siapa, paling juga akan menjadi wanita panggilan pria pria hidung belang.
Makan malam berjalan baik untuk Bisma. Merasa kenyang ia menoleh pada Maidnya. Tentu maid itu paham melihat piring Bisma sudah di majukannya dan sendoknya sudah di telungkupkan.
"Selamat beristirahat Tuan.. Biar saya yang bereskan.." Ucap Maid itu. Bisma pun kembali ke kamarnya dengan perasaan yang lebih baik apalagi setelah makan dn perut kenyang.
Pukul 10 malam Rafa belum juga kembali dari pestanya, pikir Bisma, entah pesta apa yang sampai larut malam. Biasanya Bisma dan Mamanya juga ikut ke pesta Rafa tapi tidak akan pulang selarut ini.
Tiba tiba...