
Bisma memutar tubuh Adel agar menatapnya.
Adel tentu terkejut di perlakukan demikian oleh Bisma.
"Bisma kamu kenapa..?" Adel yakin ada yang tak beres dengan Bisma hingga ia seperti ini.
"Gak tahu.. Aku tiba tiba mau peluk kami Del.. Jangan nolak ya.." Bisma memperbaiki helai rambut Adel yang menjuntai di wajahnya.
"Ya kah..? Oke.. Peluklah.." Adel dengan senang hati menerima pelukkan Bisma.
Adel berusaha nyamam bersandar di dada bidang Bisma.
"Hangat.." Gumam Adel.
"Ya.." Bisma juga merasa nyaman ada yang bersandar di dadanya.
Aroma tubuh Bisma yang manis juga menambah kenyamanan untuk Adel. Hingga akhirnya Adel terlelap di sana.
Tepukka tepukkan yang di buat Bisma di punggung Adel membuat semakin nyamannya Adel.
*
*
*
*
*
Hery membuka matanya, tapi Rena tak ada di sampingnya. Matahari sudah tinggi dan tak ada yang membangunkannya.
"Rena..?" Hery menatap kamar mandi tapi sepertinya tak ada orang di sana.
"Di mana Rena..?" Hery sudah di landa cemburu lagi.
Hery turun dari kamarnya, meneliti ruangan lain siapa tahu ada istri tercintanya.
"Aaaa.. Buka mulutnya sayang.. Yuukk makan lagi.." Rupanya Rena sedang menyuapi kedua anaknya bergantian.
"Sayang..." Rengek Hery dengan manja.
"Apa sayang..?" Rena tentu terkejut dengan Hery yang tak biasa ini.
"Kenapa tinggalin aku... Aku sendiri di kamar.. Kamu sayang sayangan sama Alf dan Elf terus aku gimana..?" Hery semakin membuat Rena mengangkat alisnya tinggi tinggi.
"Ya tadi itu Alf dan Elf bangun dari jam 5 subuh. Aku gak mau mereka ganggu tidur kamu sayang.. Makanya aku bawa mereka keluar dan siapkan makanan.." Rena menghampiri suami manjanya dan mengelus dadanya.
"Tapi aku juga mau kamu sayang.." Rengek Hery lagi.
Rena menggelengkan kepalanya. "Dulu aku juga gitu kan pas hamil Alf dan Elf.." Hery memutar matanya berpikir sejenak.
"Ya gitu juga aku.. Aku mau di manja manja juga.. " Rengek itu belum selesai juga.
"Ya sayang.. Terus Alf dan Elf gimana..?" Rena menunjuk kedua bayi yang tak lama lagi akan berumur satu tahun itu.
"Ya kan kamu bisa kasih keluar mereka berdua dan kasih ke bibi bibinya. Terus balik lagi ke kamar.." Rena membulatkan matanya tak percaya.
"Kamu usir Alf dan Elf gitu..?"
"Bukan usir sayang.. Titipin aja.." Debora tertawa mendengar perdebatan pagi pagi oleh kedua pasutri itu.
"Ck.. Ya ampun Alf Elf sama Aunty aja ya.. Kasian papa dan mama kalian.." Debora membawa Alf dan Elf pergi dari dekat Rena dan Hery.
"Sudah.. Sana..!" Ucap Debora lagi dan Rena membulatkan matanya tak percaya.
Tanpa basa basi lagi, Hery pun menggendong Rena ala bridal style.
"Astaga.. Sayang.." Pekik Rena.
"Ayo kita ke kamar..!"
.
.
.
.
.
"Bisma.. Bisma bangun.. Ini kamu hampir telat turun kerja looo.. Bisma.." Adel mengguncang guncang tubuh Bisma.
"Adel..?" Bisma membuka matanya sipit sekali.
Ada pemandangan bagus di depannya dan Bisma segera membuka matanya lebar.
Dada Adel sedikit terlihat. Mata Bisma langsung melebar melihatnya.
"Ayo bangun.. Hampir jam delapan looo.." Adel menegakkan tubuhnya lagi.
"Ooh ya kah..?" Bisma segera bangun dari rebahannya.
"Kamu dari tadi aku bangunin gak bangun bangun.
Bisma memiliki rasa aneh saat bangun tidur ini. Rasanya ia masih ingin menikmati waktu bersama Adel.
off dulu..