
Bisma memejamkan matanya. Sudah lama sekali ia tidak mendengar kata kata itu dari mulut Albert.
***
"Jadi kamu sudah nikah sama seorang wanita dari Indonesia..?"
Setelah Bisma selesai di kantor kedutaan tadi ia membawa Albert untuk makan siang bersama di salah satu restoran.
"Ya.. ku sudah menikah.. Mungkin kalau gak salah hitung baru beberapa hari yang lalu." tutur Bisma lagi.
"Aku kira kamu masih Bisma yang dulu.. My.." Albert menatap Bisma.
"Aku gak bisa buat apa apa lagi Al. Mama minta aku nikah.. Untungnya aku punya teman wanita yang bisa aku ajak kerja sama. Dia perlu uang dan aku perlu wanita yang mau nikah sama aku.." Bisma menjelaskan keadaannya.
"Jadi kamu masih Bisma yang dulu.." Albert langsung bersemangat lagi
"Aku senang kamu masih Bisma yang dulu, aku gak masalah kalau kamu sudah nikah, tapi kalau kamu masih yang dulu aku lebih suka itu Kita saling cinta kan Ma." Kata kata itu mungkin terdengar aneh telinga kita yang normal tapi di telinga Bisma ungkapan itu biasa saja, bahkan romantis.
"Aku juga bingung Al. Istriku itu terlalu baik untuk aku.. Aku kayak parasit untuk dia.. Kasian dia harus jadi istri seorang yang seperti aku ini. Dia gak akan dapat apa apa dari aku.. Cuma rasa malu dan malu.." Bisma menundukkan kepalanya.
"Apa dia tahu kondisi kamu..?" Albert mendekati Bisma.
"Ya Dia tahu.."
"Kenapa dia mau nikah sama kamu..?" Albert masih gak mengerti.
"Aku janjikan materi yang banyak untuk dia. Dia seorang yatim piatu.. Dia seorang diri di Indonesia, selama ini dia menghidupi diri dia sendiri dengan uang yang ada. Dia sangat bersyukur dapat kerja di perusahaan Hery. Aku ketemu dia di sana. Dia pekerja keras.. Dia bahkan bekerja yang lain untuk menambah penghasilan, mulai dari buat kue dan kerupuk dan lainnya. Aku ajak dia nikah dengan janji akan tanggu semua biaya hidupnya, dia gak perlu lagi kerja keras.. Cukup dengan jadi istri aku, semuanya aku tanggung..." Jelas Bisma lagi.
"Begitu.. Ya.. Wanita seperti itu terlalu baik.." Penilaian Albert juga.
"Eemm oh ya.. Kamu sini ngapain.. Apa ada tugas dari Swedia..?" Bisma lupa untuk menanyakan hal ini.
"Aku berhenti di Swedia.. Aku lelah.. Di sana itu aku bingung.." ucap Albert justru membuat Bisma mengerutkan keningnya.
"Kenapa..?"
"Aku di tugaskan di kota Lulea, di sana aku.. Gak tau kapan tidurnya.. Di sana yang aku tahu siang siang dan siang. Saat di katakan malam saat matahari di bawah cakrawala tapi masih terlihat.. Di sana gak ada yang namanya malam Bisma.." Jelas Albert.
"Oohhhh.." Bisma baru mengerti.
Swedia salah satu negera tanpa malam karna letak geografisnya yang sangat tak memungkinkannya mendapat gelap malam. Swedia sendiri berada di wilayah Eropa Barat yang mana sangat dekat dengan Kutub Utara yang mengakibatkan salah satu kota bernama kota Lulea mengalami siang hari hingga 23 jam.
Dan di situlah Albert di tugaskan.
"Untungnya aku sudah habis kontrak di Swedia jadi aku bisa minta pindah ke tempat lain." Bisma mengangguk senang juga mendengarnya.
"Aku dengar, Swedia wanitanya cantik cantik..." Ucap Bisma.
"Ya.. Mereka memang cantik dan menawan. Tapi gak ada yang bisa puaskan aku.." Albert menatap Bisma dan begitu sebaliknya.
Mereka lirik kanan dan kiri mereka. Setelah merasa aman Albert bertanya lagi.
"Apa kamu..?"
Bisma memandang mata indah Albert yang berwarna biru indah.
"Tapi pasti ada kakak kamu nanti yang tahu gimana Al.." Bisma sedikit ragu.
"Dia gak akan tahu.. Aku sudah cabut semua GPS dia yang ada di peralatan aku, bahkan banyak sepatu dan baju yang aku beli baru.." Ucap Albert meyakinkan.
Albert memiliki kakak bernama Stuart. Sama seperti Marry ibu Bisma, Stuart tak suka adiknya itu bergaul dengan tidak layaknya. Stuart memasang banyak GPS di berbagai macam barang dan alat alat Albert, agar kalau Stuart ingin mengetahui keberadaan Albert ia bisa melihat arah GPSnya.
Keduanya bergegas dari restoran itu mencari penginapan terdekat dengan alasan mereka ingin menginap beberapa Jam karna baru sampaj Jerman dan perjalanan berikutnya sangat jauh.
***
"Sial.." Seorang pria bangkit dari kursi kebesarannya.
"Kita harus bergerak cepat.. Jalankan mobil dengan cepat ke sini.." Tunjuk seorang laki laki pada Sopirnya.
"Baik Tuan.."
"Ada juga yang harus aku hubungi.." Ia mengeluarkan lagi ponselnya, mencari nomer seseorang.
"Kirim fotonya..!" Titah laki laki itu.
Beberapa detik kemudian pesan singkat masuk. Laki laki itu membuka pesannya dan melihat foto yang di kirimkan padanya.
"Dia ini..? Sepertinya aku tahu.." Laki laki itu mengambil lagi ponselnya yang lain dan menelpon seseorang lagi.
***
"Apa ini tempatnya..?" Adel tiba di salah satu penginapan.
"Eeheemm.." Laki laki dari belakang Adel berdehem.
"Apa kamu yang tadi hubungi..?" Tanya Adel.
"Ya.. Dan mereka di dalam.." Laki laki itu memiliki wajah yang sangat marah tapi suara yang lembut tapi ringan.
"Astaga.. Bisma.." Adel tak habis pikir. Untung saja tadi dia yang mengangkat telpon rumah yang berdering.
Flashback on
Kring.. Kring..
Telpon rumah Marry berdering. Adel berada tak jauh dari telpon. Ia melirik, tak ada yang akan menerima telpon itu.
"Eeemm takut penting deh.. Kasian nanti lambat tahu lagi.. Bahasa Jerman aku juga lumayan bagus.." Adel mengangkat telpon itu.
"Hallo, Wit wem spreche ich?"
"Hallo.. Siapa ini../ Siapa yang sedang berbicara ini..?"
"Apa Ini Marry mamanya Bisma..?" laki laki di telpon malah menggunakan bahasa Inggris yang dapat dengan mudah di pahami Adel.
"Eeemm bukan ini istrinya Bisma.." jawab Adel.
"Istrinya..? Eem suami kamu sedang menghabiskan.. Maksudnya sedang bersama adikku di salah satu penginapan.. Eeemm kamuu paham kan...?" Stuart takut Adel akan salah paham karna tak tahu kondisi Bisma.
"Apa dia sedang bersama laki laki lagi..?" Adel terkejut.
"Kamu tahu kondisi Bisma..?" Tanya Stuart meyakinkan dirinya.
"Ya.. Aku tahu. Di mana lokasinya..?" Adel segera ingin berangkat, mumpung Marry juga tak ada di rumah saat ini.
"Eeem penginapan Cassagranda aku kirimkan lokasinya, tolong nomer telpon pribadi kamu!" Adel segara memberi tahu nomernya dan tak lama kemudian Stuart mengirimkannya lokasi.
Adel segera bergegas dengan memesan taxi saja, ia takut kalau ia menggunakan mobil rumah maka Marry akan tahu.
Flashback off
Stuart...
Off dulu guys.. Aahh hari ini author usahakan tiga bab ya.. Kejar kata..