
"Benarkah..? Kamu sama Adel *****..?" Hery menganga mendengar cerita baru dari Bisma pagi ini.
"Iya.. Bahkan sebelum berangkat tadi juga.. Aku.. Rasanya mau lagi lagi dan lagi.." Bisma benar benar polos dan menceritakan semuanya pada Hery.
"Jadi..? Kamu.. Sekarang Bisma..? Bisma.. Bisma..?" Nada bicara Hery makin naik saat menyebut nama Bisma.
"Hehe.. Iya.. Aku Bisma.. Kamu ini.. Kayak Adel aja.." Sarkas Bisma.
"Adel Juga bingung..?" Hery terkekeh.
"Iyalah.. Akhirnya dia namakan aku Bisma baru.." Cicit Bisma lagi.
"Tapi.. Memang betul yang Adel bilang itu.. Kamu Bisma baru.." Hery tersenyum penuh haru.
"Makasih.. Ini semua berkat doa dan dukungan dari kalian.. Tanpa kalian aku mungkin akan tetal jadi Bisma yang aneh.." Bisma memeluk Hery.
"Makasih Adikku sayang.." Hery mengeratkan pelukkannya pada Bisma.
"Malam ini kita rayakan di rumahku.. Bawa Adel dan kita makan malam sama sama. Rena dan Debora di rumah pasti senang dengar berita ini.." Hery menepuk bahu Bisma.
"Tentu.. Nanti malam ya.." Bisma mendapat dirinya yang sesungguhnya lagi setelah beberapa belas tahun lamanya.
.
.
.
.
.
Rena sedang bermain dengan baby Alf dan Elf yang membawanya bermain bola karet.
Ponsel Rena pun berdering.
"Oh.. Ya Halo sayang.." Sahut Rena dari ponselnya dan lanjut melempar bola pelan pada Alf dan Elf bergantian.
"Sayang. Nanti ada Dion ke rumah.. Aku minta tolong dia tadi siap siap.." mendengar itu Rena merasa bingung sekali.
"Siap siap apa sayang..?" Rena berhenti melemparkan bola karet itu.
"Sayang.. Bisma dan Adel sudah siap tempuh kehidupan baru.. Kita harus rayakan donk.." Awalnya Rena tak mengerti, seperkian detik kemudian seulas senyum Rena terbit.
"Mereka siap hidup baru bersama maksud kamu sayang..?" Rena bertanya penuh semangat.
"Iya.. Mereka siap.. Aku tadi di ceritakan sama Bisma sendiri.. Dia dan Adel.. Cipokkan.." Hery sedikit terkekeh.
"Iya.. Untuk seorang Bisma.. ***** sama seorang wanita itu sangat sulit. Tapi dari semalam sampai pagi ini tadi.. Bisma mau lagi lagi dan lagi katanya.."
"Waaaaaahhhh.. Syukurlah... Oke oke.. Jadi nanti Dion ke sini..?" Rena bertanya lagi.
"Iya.. Dan dengar.. Aku minta Dion karena.. Dia juga ada yang ingin dia lakukan.. Biarkan dia... Mencoba.." Rena berpikir sejenak.
"Bumil di rumah kita.." Sahut Hery lagi.
"Astagaaaaaaaa..." Rena begitu antusias.
"Betulan sayang.. Betul..?" Rena bersemangat. Bahkan semangat 45 pun kalah.
"Iya.. Nanti aku jelaskan lagi.. Aku banyak kerjaan sebelum jam 5 aku dan Bisma sudah pulang, dan ingat.. Biarkan Dion mencoba.. Dia yang minta kemarin malam.."
Panggilan di akhiri dan Rena sudah di naikki oleh kedua anaknya.
"Astaga.. Alf Elf.. Maafkan mama ya.. Mama senang sekali.. Eeuummacch.. Eeuumaaacchh.." Rena mengecup kedua anaknya.
"Kenapa Ren..?" Bumil itu datang dengan botol yang berisi susu dan es batu.
"Debora..?" Rena menggendong kedua malaikat kecilnya.
"Debora.. Adel dan Bisma.."
Rena menceritakan seperti yang di ceritakan Hery padanya. Debora juga sangat bersemangat untuk merayakan kemajuan hubungan keluarga mereka itu.
"Jadi..kayak apa kita di rumah ini siap siap..?" Debora berpikir sejenak.
"Eheeemm?" Deheman seorang laki laki dari depan pintu masuk yang terbuka lebar.
"Dia yang akan bantu.." Ucap Rena.
"Dion..?" Debora menoleh pada Rena.
"Tentu.." Dion yang menjawab.
"Akan kita buat mereka merasakan lagi hari pernikahan.." Dion masuk dan para anak buah suruhannya juga masuk membawa kotak demi kotak.
"Bagaimana caranya..?" Rena dan Debora bersamaan.
Dion..
Kita off dulu ya sedih sedihnya.. Kita romantis aja dulu.. Dan be Happy.. Setuju readers..? Oh ya author ada novel baru.. Tapi bukan di sini. Di rumah F orange dan hitam. Judulnya Bocilku. Yang itu romantis lagi dan jarang ada bawangnya..