AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 295


Adel di baringkan perlahan di tempat tidur. Meski ia meronta dan berteriak tiada gunanya.


Mulutnya di bekap dengan jas hitam Stuart, tangannya di ikat dengan dasi Stuart juga.


"Apa sayang.. Mau apa..? Bayi laki laki atau bayi perempuan.. Mirip aku atau mirip kamu..?" Stuart membuka jasnya di mulut Adel.


"Bedebah kamu.. Lepaskan aku.. Laki laki macam apa kamu..!?" Teriak Adel ketika sudah tak ada yang menghalangi mulutny untuk berucap.


"Oooo... Jadi mau bayi perempuan.. Oke.. Aku turuti sayang.." Stuart membuka kemejanya. Memperlihatkan tubuhnya, dada atletisnya, bulu bulu halus di dadanya.


"Tolong aku Bisma.." Hati Adel menjerit.


.


.


.


.


.


.


"Lepaskan aku bajingan.." Bisma kembali berhasil di tahan Albert.


Bugghh..


Albert memukul punggung leher Bisma. Bisma seketika tak sadarkan diri.


Maka banyaklah waktu Stuart bersama Adel.


"Aku merindukan mu.." Gumam Albert.


.


.


.


.


.


"Kamu bodoh.. Kenapa tertarik dengan perempuan kayak aku..!" Caci Adel.


Stuart sedang berusaha membuka gaun Adel.


"Sayang.. Apa kamu pikir kamu bisa bahagia dengan Bisma itu.. Laki laki yang mungkin gak mencintai kamu." Stuart memilih untuk merobek gaun itu.


"Hei..! Apa kamu..? Hei jangan..!"Adel panik gaunnya di robek paksa.


"Jawab sayang.. Apa kamu pikir dia bisa lupa rasa nyaman dia ketika bersama baby Angelnya dulu.. Kan rasanya beda sayang.." Cicit Stuart.


"Stu.. Aku mohon.. Jangan.. Kamu ini kenapa sih..?" Adel tak habis pikir pada Stuart, pria yang ia kira bai ternyata memiliki sifat pemaksa seperti ini.


"Aku..? Kenapa..? Aku candu ciuman kamu.." Stuart meraup bibir Adel sama seperti saat pertama kali ia dan Adel berciuman di depan Bisma dan Albert.


"Eeemmmm?" Adel tak bisa menerima lidah nakal yang hendak menerobos.


"Buka.." Stuart bertitah.


Terpaksa Stuart dengan kasarnya lagi menggigit bibir Adel.


"Aah..!" Adel merasa bibirnya mungkin akan pecah bila di gigit seperti itu.


Stuart mengabsen semuanya di dalam mulut Adel. Bertukar saliva dan meneguknya sendiri.


"Aahh manisnya.. Aku suka.." Stuart membasahi bibirnya.


"Stu... Aku mohon jangan... Stop..!" Pinta Adel. Situasi ini benar benar kacau.


.


.


.


.


"Eemmm?" Bisma sadar. Merasa ada yang meraba pahanya ia pun melihatnya.


"Albert..!" Pekiknya. "Al.. Apa yang kamu lakukan.. Eehh jangan.." Bisma menutupi bagian vitalnya.


"Sayang.. Ayolah.. Adel dan Stuart pasti sedang bersenang senang.. Maka kita juga harus.." Ucap Albert santai.


"Cih.. Bedebah kamu.. Bajingan.." Bisma mendorong tubuh Albert.


"Paham gak sih kamu Al.. Aku sudah bukan Bisma yang dulu.. Aku lagi berusaha jadi seorang laki laki yang baik untuk Adel.. Aku gak kayak kamu lagi.. Sadar..!" Bisma mencari baju dan celananya.


"Sebegitu cintanya kamu sama Adel Bisma..?" Albert melemah.


"Kamu suka seorang wanita..?" Tambahnya lagi. "Wanita yang pernah buat kamu tak berdaya.. Buat kamu malu sampai ubun ubun..?" Albert sepertinya sedang melaksanakan tugasnya lagi.


"Apa yang kamu katakan? Adel beda.. Dan aku sayang Adel.." Pungkasnya.


Bisma mengenakan lagi pakaiannya ia segera mencari Adel lagi.


.


.


.


.


.


.


Adel memberanikan lari dari Stuart. Stuart malah senang melihat Adel yang acak acakkan. Tanpa gaun dan baju hanya menggunakan br* dan ****** ********.


"Stu.. Tolong... Jangan.." Rengek Adel. Dia sedang berusaha membuka pintu.


"Kamu mau kemana sayang.. Sama aku aja.." Stuart menarik Adel dan menggendongnya paksa.


"Aaaaaaa...!" teriak Adel.


Stuart melempar tubuh kecil Adel ke tempat tidurnya.


Adel...