AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 261


Debora bergidik. Tatapan itu sungguh ingin membunuhnya.


Dion dan Debora lanjut memberikan pupuk ke tanaman tanaman itu penuh dengan canda tawa da sedikit cerita dari Dion tentang bunga bunga itu. Debora nenar benar menikmati saat saat bersama Dion.


Peluh Dion bercucuran, begitu pula dengan Debora.


"Kita cuci muka dulu. Bersihkan semuanya.. Ayo.." ajak Dion.


Debora tak menolak dan ikut yang di katakan Dion.


"Ehh kamu mau kemana..?" Debora terkejut Dion ikut dirinya ke dalam toilet.


"Ya temani kamulah.. Kamu kan lagi hamil jadi harus ada penjagaan ketat donk.." Dion memegangi kedua tangan Debora dan membawanya masuk ke dalam toilet perlahan.


"Tapi aku bisa sendiri kok.." Debora menolak.


"Ya bisa.. Tapi aku tetap bantu.."


"Di.. Dion....?" Pekik Debora saat Dion juga mencuci wajah dan kedua tangannya di toilet yang sama.


"Kenapa..?" Dion mengelap air di wajahnya dengan telapak tangannya.


"Kamu.. Ngapain..?" Debora malu.


"Ya cuci muka.. Gak apa apa kan.." Dion melanjutkan aktivitas mencuci wajahnya.


"Ya kan ada toilet di sebelah itu.. Gak ada airnya kah..?" Protes Debora.


"Ada.. Tapi kan aku sudah di sini ya sekalian aja di sini sama kamu.. Lagian aku takut ninggalin kamu sendiri di dalam sini.. Takut kamu kenapa napa..." Dion mencuci kakinya dengam sedikit menaikkan celananya hingga betis.


Setelah itu, Dion membuka bajunya dan membasuh lehernya yang tadinya berkeringat.


"Oohh ya ampun.. Dion..?" lirih Debora.


"Apa.. Aku makin ganteng ya.. Eeaaa.." Sempat sempatnya saja Dion menggoda Debora.


Pek..


Denora memukul punggung Dion dengan telapak tangannya seperti memukul nyamuk.


"Hahaha.." Dion malah tertawa.


"Ck.. Kamu ini.." Cicit Debora. Ia pun juga membersihkan tangan dan wajahnya seperti Dion.


"Sudah..?" Dion menunggu Debora selesia dengan bersih bersihnya.


"Iya sudah.. Eh kamu gak pake itu baju..?" Debora melirik baju di bahu Dion


"Gak baik nanti di liat anak anak.." Debora pun keluar terlebih dahulu dari toilet.


"Oke siap.." Dion pun menyusul Debora.


"Hai Popsy.." Sapa anak anak yang berpapasan dengan Dion dan Debora.


"Apa itu Popsy Dion..?" Akhirnya Debora mencari tahu.


"Popsy itu.. Sebenarnya papa.. Mereka sudsh aku anggap anak sendiri.. Jadi aku di panggil popsy dan itu sendiri artinya populer.. Aku paling populer dari semua orang yang sering berkunjung ke sini.. Biasanya kami bertiga yang ke sini tiap hari minggu, tapi kedua adik adikku sibuk munggu ini jadi aku sendiri. Dari kami bertiga aku yang paling populer menurut mereka.. Makanya aku di panggil popsy." Kisah Dion.


"Oohhh gitu.." Debora mengangguk paham.


"Panti ini di asuh sama Bi Enna tadi yang bawa pudding dan Bi Ani.. Di sini sekitar 50 atau 60 anak anak.. Mereka di besarkan di panti ini.." Debora memperhatikan anak anak yang sedang asik bermain ke sana dan kemari. Dengan temannya dan juga mainan mainan kecil di tangam mereka.


"Eh kamu gak lapar kah..?" Dion melirik jam tangan Debora.


"Hah..?" Debora menoleh.


"Eehh iya ini sudah jam 12.. Ya ampun selama itu aku di sini..? Rena pasti cariin aku.." Debora membuka tasnya dan mencari ponselnya.


"Tumben gak ada dia cari aku. Mungkin sudah di kasih tahu Hery..." Gumam Debora.


"Eemm Debora.. Apa Rena masih ingat aku..?"


"Iya.. Masih.. Tapi suaminya cemburuan.. Oh ya aku hampir lupa..?" Debora menepuk keningnya.


"Apa..?"


"Ini dari Hery.."


"Ck..Iya.. Dia sudah ada bilang tadi pagi.." Gumam Dion dan menerima saja amplop itu.


"Tadi pagi..?" Debora memiringkan kepalanya.


"Iya.. Tadi pagi Hery telpon. Dia bilang maj ganti semua yang pernah aku kasih ke Rena.. Awalnya aku bingung.. Dan pas kamu datang, aku paham maksudnya.." Dion tetap tersenyum manis.


"Dan ini punya aku.." Debora menambahkan satu amplop lagi.


"Ck.. Kalian ini.. Gak.. Ini khusus buat kamu dan babymu.. Jangan di kembalikan ini rejeki anakmu.." Cicit Dion.


"Haaaaa.. Kamu ini.. Jangan buat aku gak bisa tidur lagilah.. Oohh ya kapan kamu masukkan surat itu..?" Debora teringat lagi surat yang membuatnya tak bisa tidur beberapa malam ini dan akhirnya meminta tolong Hery untuk mencari keberadaan Dion.


Dion...