AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 136


Debora terbangun merasa tubuhnya yang kedinginan. Debora melihat tubuhnya yng masih polos tanpa penutup.


"Aaahh.." Debora melemahkan lagi tubuhnya di tempat tidur.


Semalam adalah malam yang menyenangkan tapi terlalu sakit dan banyak gaya. Debora tersenyum mengingatnya.


Debora menoleh pada jam yang ada di dinding.


"Eeehh sudah jam setengah 9" Debora dengan cepat turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.


Debora turun ke ruang bawah ia melihat Eyang dan Roy sedang duduk bersama di sofa menikmati film kesukaan Roy dan meningmati cemilan.


"Eehh Debora baru bangun.." Eyang melihat Debora yang baru turun. Sebisa mungkin Debora menutupi tanda biru yang mungkin akan terlihat oleh Eyang.


"Ya maaf ya Eyang, Debora bangunn telat pagi ini.." Debora malu karna ia sudah berjanji jika ia akan mulai bangun pagi.


"Ya gak apa apa sayang... Roy udah kasih tahu kok.." Debora berkedip beberapa kali.


"Ya Debora Roy sudah bilang semuanya tentang program kehamilan kamu yang sudah mulai sayang.. Eyang dukung kok, dan Eyang harap kamu kurangi dulu kerja kerja yang berat kayak masak dan yang lainnya, kan ada bibi bibi di dapur.. Kamu fokus aja sama program kamu ya..." Saran Eyang.


"Kan masak itu gak berat Eyang..." Debora ikut duduk bersama Eyang dan Roy.


"Ya memang keliatannya gak berat tapi masak itu juga butuh tenaga looo.. Bukan cuma tenaga, pikiran juga perlu. Coba aja kalau kamu masak sambil banyak pikiran apa gak bingung kamu. Mau masukan garam malah masukin gula.. Mau tambahin lada malah masukin kunyit.." Debora mengaruk kepalanya.


"Ya Eyang... Eyang itu serba benar. Netizen aja kalah deh aku jamin.." Roy ikut menimpali.


"Ya sudah tahu tanya.." Eyang menyambungi ucapan Roy.


Pembicaraan ini semakin seru dan Debora lupa akan apa yang harus ia tutupi.


"Debora.. Semalam kamu digigit nyamuk...? Sebesar apa nyamuknya, kenapa gak di tepuk..?" Eyang menyinggung tanda itu karna ia melihatnya.


Debora tersentak. "Hah..?" Roy menahan tawanya melihat wajah Debora yang memerah menahan malu.


"Roy... Kamu itu kalau mau tidur ingat ingat hidupkan obat nyamuk, kasian Debora di gigit nyamuk..." Masih terus menyinggung.


"Iya Eyang.. Pasti kok.. Gak ada nyamuk juga pasti ada bekas gigit kok Eyang.." sebenarnya Roy ingin apa.


"Eyang..." Debora sangat malu.


"Eyang tahu Debora. Ini tu pasti karna Roy. Ini bekasnya Roy. Ck ck ck.. Anak ini..." Eyang menjewer kuping Roy.


"Maaf Eyang.. Tapi Roy memang suka itu Eyang..." Roy yang berbicara tapi Debora yang menanggung malu.


***


"Haaaahh ini rasanya jadi pengangguran." Bisma dan Rena sedang di layani Hery pagi ini. Berhubung hari minggu Hery mengambil libur.


"Ya eeemm apa kakak mau kerja sama aku aja..?" tawar Hery. Mungkin itu bisa membuat Hery sedikit tenang. Jika Bisma kerja bersamanya maka Rena akan aman.


"Eeemm aku dapat bagian apa kira kira, office boy, cleaning service mungkin.." Bisma antuasia.


"Kok jadi office boy..?" Hery sangat bingung.


"Ya Her.. Aku bosan jadi seorang promotor. Di jerman aku sudah jadi itu, di sini aku gak mau lagi, aku jera." Hery mengelengkan kepalanya.


"Ya kan bagus kalau kakak kerja sama aku dan jadi bagian marketing aku.. Aku dengar kamu ahlinya.. Banyak yang tertarik kerja sama karna terkesan sama kamu yang sangat ahli promosi.." Hery mengedipkan matanya.


"Oke.. Kamu bakal jadi OB." Hery langsung setuju.


"Betulan..?" Bisma tak percaya.


"Ya kamu mau kan.. Atau kamu aku masukan dalam bagian marketing..?" Hery juga sangat pandai tawar menawar.


"Ya okelah, aku mau.. Tapi kamu juga jangan bilang bilang kalau aku kakak kamu.. Diam aja.." Saran Bisma.


"Eeemmm ujung ujungnya juga tahu kok. Sebenarnya pasti aneh kalau Bule ganteng jadi OB.. Ck ck ck.." Hery mengelengkan kepalanya.


Tapi demi keamanan hatinya Hery membiarkan Bisma bekerja di kantornya meski menjadi bagian OB. Jika Bisma bekerja maka tidak ada gandalan di hati Hery. Rena akan di rumah dengan aman dan Hery bisa mengontrol Bisma dari dekat.


"Oke besok kamu boleh kerja deh.." Hery selesai berpikir.


***


"Selamat pagi hari ini Bisma ikut kerja di sini.. Tolong kalian bantu dia, dan maaf ya kalau kosa katanya Juga kurang bagus karna dia baru baru belajar juga. Harap kalian pahami.." Hery memberi intruksi pada pekerja yang sudah bekerja di bagian OB.


"Apa.. Kosa kata kurang baik dan baru belajar..? Cih.. Kayak dia pintar bahasa inggris aja, dulu juga pas baru sampai Amerika juga susah bahasa inggris... " Julid Bisma Dalam hati.


"Siap pak.." Ada sekitar 10 pekerja mereka punya bagian masing masing untuk di bersihkan.


Mereka terdiri dari 5 wanita dan 5 laki laki. Dan di tambah Bisma maka mereka ada 11 orang.


"Itu Bisma kerja jadi OB...?" Roy menunggu Hery di depan ruangan OB.


"Ya dia yang Minta jadi OB. Aku sudah tawarkan Marketing, tapi dia yang gak mau katanya dia bosan jadi promotor. Dia mau coba bagian lain.. Aku juga kaget dengarnya. Tapi aku pikir kalau Bisma kerja berarti Rena bisa aman di rumah, aku juga tambah pekerja di rumah untuk Rena, jadi kalau Rena mau apa apa kan ada bibinya, kalau Rena butuh apa apa juga ada bibi yang temani dia." Hery sangat siaga.


"Ya baguslah. Kalau gitu kan kalau Debora mau berkunjung aku juga aman pikiran.." Roy juga mendapat kelegaan.


"Oohh jadi kamu sama Debora sudah baikkan..?" Hery menyenggol nyenggol Roy di perjalanannya menuju ruangan mereka.


"Ya lagi coba.. Doakan aku bisa.." Roy yang dari dulu memang selalu mengatakan yang sebenarnya pada Hery.


"Aku tahu Roy.. Kamu itu masih cinta sama Debora. Cinta yang kamu punya untuk Debora itu sangat besar. Aku kan sudah pernah bilang dan mungkin sudah ratusan kali.."


Waktu pun mereka lewati bersama. Sangat meyenangkan semuanya kembali seperti sedia kala. Sedangkan itu Bisma sedang belajar menjadi OB.


"Aku heran kok ada ya Bule mau kerja jadi OB, apa gak lulus SMA kah..?" Dimas si banyak bicara.


"Sssstt udah diam.. Aku yang ajarin dia.. Kamu terusin aja kerja oke.." Adel juga salah satu pekerja di kantor ini.


"Lah.. Kok kamu malah pilih dia sih.?" Dimas Sewot.


"Ya kan tadi pak Hery sudah bilang.. Dah ah aku ke sana dulu.." Adel berlalu dari hadapan Dimas.


"Tahu aja dia tu bule ganteng, yang lokal di tinggal." Dimas iri dengan ketampanan yang Bisma punya.


"Hai.. Aku Adel.. Eeemm kita mulai dari lantai ya.. Kita sapu dulu abis itu kita pel.." Ajak Adel dengan ramah.


"Wanita ini cantik sekali... Ada lesung pipitnya lagi.." gumam Bisma saat pertama kali bertemu dengan Adel.


Bisma..


Off dulu..