Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)

Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)
ABD-S2 Peringatan


Pagi begitu cepat berlalu, Cristal meraba-raba dan ia tak menemukan tubuh suaminya ada di atas kasur. Cristal pun membuka mata dan ia lihat disebelahnya memang sudah tidak ada Zack di sampingnya.


'Jam berapa ini? apa udah siang?' gumam Cristal sambil menggeliat merenggangkan otot tubuhnya, bahkan ia lupa kalau sedang hamil.


Cristal segera bangun dan bersiap untuk berangkat kerja. 'tunggu sebentar, apa Meri sudah mengurus Za?' Cristal pun segera keluar untuk melihat za, apakah sudah siap.


Dari lantai atas Cristal melihat jika Meri sedang mengurus Zack sarapan, namun ia tak mendapati Za ada di sana juga. Seketika Cristal mengepalkan kedua tangannya, menahan emosi. Namun ia kembali tenang setelah ingat kata-kata dari ayah mertuanya.


"Kamu benar Dad, Akan ada badai dalam rumah tanggaku, inilah yang aku takutkan, membawa seorang wanita dalam keluargaku itu sama saja membawa bencana, tapi mas Zack tak paham dengan ketakutan yang aku hadapi." ucap Cristal seorang diri.


Dengan menarik nafas dalam-dalam, Cristal menuruni anak tangga dan berpura-pura tidak tau apa-apa.


"Pagi mas." Cristal langsung mencium pipi Zack, seketika Zack menoleh dan mendapati Cristal sedang tersenyum padanya.


"Pagi sayang, ceria sekali pagi ini?"


"Apa kamu lupa mas, aku sedang hamil, dan wanita hamil harus selalu bahagia biar anaknya juga ikut bahagia," Sindir Cristal sambil mengusap perutnya.


"Hallo baby, apa kamu juga bahagia hari ini?" tanya Zack sambil mengusap perut istrinya.


"Bi... kemari!" panggil Cristal.


"Iya nyonya ada apa?"


"Sarapan ini siapa yang buat Bi? sepertinya berbeda dari biasanya?" tanya Cristal sambil mengaduk-aduk sayur yang ada di mangkuk.


"Maaf nyonya, Meri yang masak, dia maksa nyonya." jelas Asiah, Cristal langsung melirik ke arah Meri.


"Atas izin siapa kamu membuatkan sarapan buat kami. Aku mempekerjakan kamu untuk mengurus Za bukan untuk menjadi pelayan rumah tangga kami." tegur Cristal.


"Bi, singkirkan semuanya, dan buat yang baru. Mas letakkan sendok nya dan berhenti makan," titah Cristal dengan tegas, Zack tak banyak bicara langsung berhenti makan dan meletakkan sendok kembali di atas piring.


"Maafkan saya nyonya, saya janji tidak akan mengulanginya lagi, Maafkan saya atas khilaf saya, saya janji ini untuk yang pertama dan terakhir kalinya." ucap Meri dan bersimpuh di kaki Cristal.


"Bagus kalau kamu sadar, aku gak repot-repot lagi menegur." Jawab Cristal ketus tanpa menatap.


"Sekali lagi maafkan saya nyonya."


"Ngapain masih di situ, cepat berdiri dan urus putraku, tugasnya apa yang dikerjakan apa." ucap Cristal begitu tegas. Meri pun bergegas pergi.


"Kamu kenapa sayang, kenapa sayang sensi dengan Meri, dia kan-"


"Terus saja belain dia, atau jangan-jangan memang mas sengaja memasukkan dia ke dalam rumah ini? dari gerak-gerik mas yang terus memaksa aku untuk mencari pengasuh Za." Zack pun tak membantah, walaupun tuduhan istrinya salah, namun ia tak mau memperpanjang urusan jika sudah melawan ucapan istrinya.


Cristal pun baru mau makan setelah menu sarapan di ganti yang baru oleh BI Asiah.


" Mommy... "Panggil Za setelah selesai bersiap untuk sekolah.


Za duduk di samping Cristal dan menyantap roti dan susu saja, Za terbiasa tidak sarapan nasi setiap pagi.


Setelah semua selesai sarapan, mereka pun bersiap untuk menjalankan rutinitas seperti biasanya. Dan seperti biasa Zack akan Menganti Cristal terlebih dahulu sebelum dirinya ke kantor.


"Ingat jangan bekerja terlalu berat dan stress."


Mereka pun berpisah, dan akan bertemu sore hari. Setelah pulang dari bekerja.


"Cristal... "panggil seseorang saat Cristal hendak masuk ke dalam kantor. Cristal menoleh ke kanan dan kiri untuk mencari namun tak mendapatinya.


"Cristal..." panggilnya lagi, dan kali ini Cristal memfokuskan pendengarnya, dan berasa suaranya tak terlalu jauh. Cristal pun memutuskan untuk mencari asal dari suara tersebut dengan perlahan, walaupun ragu-ragu tapi Cristal tetap mencari.


Tak lama langsung Cristal terhenti saat mendapati seorang wanita yang tengah duduk di kursi roda, dan menutupi wajahnya dengan cadar.


"Siapa kamu?" tanya Cristal penasaran.


"Apa kamu sudah lupa dengan ku? ya mungkin kamu memang sudah melupakan aku. Tak papa kita akan berkenalan lagi."


"Buka wajahmu, biar aku tau siapa kamu." perintah Cristal namun wanita itu masih enggan untuk membuka cadarnya.


"Kenapa kamu memanggilku ke tempat ini? jika kamu ada perlu denganku seharusnya kamu berani datang ke kantor bukan mengunakan cara pecundang seperti ini."


"Ternyata kamu sudah semakin hebat dan tegas, aku salut padamu, aku kira kamu akan tetap menjadi Dora selamanya."


"Kamu... siapa kamu sebenarnya, kenapa kamu tau panggilanku dulu. Buka sekarang atau aku akan memaksamu membukanya."


"Jangan buru-buru Cristal, Tanpa kamu suruh pun aku akan membukanya. Tapi sebenarnya aku ingin menemui kamu, bukan karena ingin menunjukkan wajahku, tapi aku ingin memperingatkan kamu untuk waspada, karena ada orang terdekatmu yang ingin mengusik hidupmu bahkan dia bisa melakukan berbagai cara untuk menghancurkan kamu. "


"Apa maksudmu?!" tanya Cristal penasaran.


"Kamu akan tau, apa yang aku maksud, dan aku sudah memperingatkan kamu, Sekarang aku harus pergi, kedatangan ku kemari hanya untuk mengatakan itu." Cristal tercengang dan bingung dengan maksudnya, hingga tanpa ia sadari wanita itu sudah menjauh darinya tanpa menunjuk wajah padanya.


Cristal pun kembali ke kantor dengan rasa penasaran, mengenai siapa wanita yang kenal dengan dirinya. 'Sebenarnya siapa dia? kenapa semakin kesini satu persatu bermunculan memberikan peringatan padaku?' gumam Cristal sepanjang langkahnya hingga masuk ke dalam lift.


"Pagi Nona Bos, "Sapa Neil namun di abaikan Cristal.


"Nona Bos? ada apa denganmu? apa ada masalah?" tanya Neil sambil menyentuh pundak atasannya itu, membuat Cristal tersadar dari lamunannya dan langsung menoleh ke arah Neil.


"Neil, sejak kapan kamu ada dibelakang ku?" tanya Cristal yang terkejut.


"Aku?! Sejak kita sama-sama masuk kedalam lift, aku menyapa Nona bos, tapi malah di abaikan, makanya saya sentuh pundak Nona, biar gak kebablasan melamun nya." jelas Neil, membuat Cristal merasa bersalah.


"Maafkan aku Neil, aku benar-benar tidak memperhatikan kamu tadi."


Lift pun terbuka, Cristal bergegas keluar dari lift di ikuti Neil, menuju ruang kerja mereka.


To be continued ☺️☺️☺️☺️


Hai kak, jika berkenan, mampir ya di salah satu karyaku yang sedang ikut event.



Bantu dukungannya ya kak, biar popnya bisa naik. Terimakasih sebelumnya, buat yang berkenan mampir di karya event ku dan jangan lupa tinggalkan jejak ya.❤️❤️❤️