
Sekitar delapan kilometer dari Villa Scorpio, tiba-tiba sebuah mobil container melintang jalan, dan pada saat itu mobil Gavin yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi, tidak sempat melakukan pengereman, hingga mobil yang di kendarai Gavin pun menabrak container tersebut dan ringsek.
Gavin meninggal di tempat, sedangkan sopir container tersebut kabur. Pihak kepolisian Segera menghubungi keluarga Gavin dan keluarga Gavin menghubungi Zack, untuk membantu mengurus jenazah Gavin sempai keluarganya datang.
"Aku pergi dulu sayang, kamu tinggal di rumah saja, nanti kalau ada sesuatu akan aku kabari." pamit Zack.
"Aku ikut mas!"
"Jangan sayang! pikirkan baby Za, kamu istirahat saja di villa," bujuk Zack, tapi Cristal tetap kekeh ingin ikut.
"Cristal, apa yang dikatakan Zack benar, kamu disini saja, nanti setelah jenazah Gavin di bawa pulang, baru kita semua sama-sama kesana." Imbuh Zion.
"Baiklah, aku akan tinggal, tapi mas Zack dan zioj. Harus janji kalau ada apa-apa jangan lupa kabari."
Mereka pun mengangguk dan segera meninggalkan Cristal bersama paman Adi.
Cristal benar-benar tak menyangka jika, tadi pagi adalah pertemuan terakhir dirinya dan Gavin. Permintaan maafnya yang memaksa, seolah dia sudah merasakan jika waktunya sudah tidak lama lagi.
"Non, lebih baik non istirahat di kamar. Jangan terlalu di pikirkan, mungkin ini sudah harus takdir Tuan Gavin." Ucap Adi yang melihat Cristal yang masih syok.
"Tapi paman, kenapa dia harus pergi secepat itu. Baru tadi pagi paman, aku bicara dengannya dan baru memaafkan dia, tapi kenapa dia malah pergi untuk selamanya." Cristal pun memeluk Adi.
"Non, kita tidak ada yang tahu umur manusia sampai kapan. Lebih baik Non doakan saja semoga Tuan Gavin tenang di dunianya yang baru." Adi pun terus menasehati Cristal. Adi paham dengan perasaan yang di rasakan Cristal yang pernah menjalin asmara dengan Gavin walaupun pada akhirnya kebencian yang tumbuh, namun kebencian itu luntur seketika di saat terdengar pria yang di bencinya hanya tinggal nama saja.
*
*
*
Zack, Zion, dan Malik segera menyusul ke rumah sakit terdekat, dimana tubuh Gavin yang beberapa bagian tubuhnya rusak karena terjepit, dibawa ke sana.
"Zack, apa orang tuanya akan segera datang?" tanya Zion.
"Kata om, akan kemari secepat mungkin. Aku harap bisa segera di urus proses pemulangan jenazah dan juga mengusut tuntas pemilik container itu," jelas Zack.
"Aku merasa kematian Petra ada yang janggal, bagaimana bisa container bisa melintang jalan, tepat di saat jalanan sepi dan hanya Petra yang akan lewat. Aku merasa ini ada kesengajaan untuk mencelakai Petra."Ucap Malik, yang merasa kecelakaan Perta tak wajar.
"Kamu benar Malik, aku juga berfikir hal yang sama, Sangat aneh memang, container sebesar itu melintang, kan gak wajar, kalau seandainya container itu kecelakaan dan Petra ada di belakangnya, mungkin itu masih wajar, tapi ini sepertinya container itu memang sengaja menghadang Petra." Saut Zion.
"Biar, kepolisian yang mengusut tuntas ini semua. Kita tidak punya bukti untuk menuduh atau curiga pada siapapun. Tapi jika memang ini adalah untuk kesengajaan. Berarti dia sudah mengawasi Petra." imbuh Zack.
*
*
*
Tangis keluarga pun pecah, terutama ibunya yang tak percaya jika putranya, pergi untuk selamanya.
"Putraku, kenapa kamu tinggalkan mama seperti ini, kamu janji, bakalan bertahan lebih lama lagi, tapi kenapa kamu malah pergi ninggalin mama tanpa pamit."
Guftaf sang papa pun mengurus pemulangan jenazah Gavin esok pagi dan akan di makamkan sore hari. Terlihat jelas di wajah Guftaf kesedihan mendalam, namun ia berusaha menutupinya agar terlihat tetap tegar.
*
*
*
Pagi sekali, Zack kembali ke Villa untuk menjemput Cristal, agar bisa membawanya ikut serta mengikuti prosesi pemakaman Gavin.
"Sayang bangun, kita harus pergi sekarang, pagi ini jenazah Petra akan di bawa pulang." ucap Zack saat membangunkan Cristal yang baru saja bisa tidur.
Kerena semalaman tak tidur, saat terbangun kantung mata Cristal terlihat jelas dan matanya terlihat sembab.
"Iya mas, aku sudah siapkan semuanya. Aku cuci muka dulu mas, sebelum berangkat." Cristal pun segera turun dari ranjang dan bergegas membersihkan diri.
*
*
*
Mobil ambulan dan beberapa mobil mengiring kepulangan jenazah Gavin dan salah satunya mobil Zack yang bersama Cristal.
"Apa kamu tidak tidur semalaman? lihatlah kamu terlihat sangat jelek, lebih jelek dari pertama kali aku melihatmu."
"Mas..., ini bukan waktunya buat bercanda, kita lagi berduka." Jawab Cristal yang kesal.
"Maaf, bukannya begitu, aku hanya tidak ingin kamu terlalu larut dalam kesedihan. Karena mati tidak mungkin kembali. Eeemmm, jika nanti aku mati bagaimana nanti denganmu dan juga anak kita? setiap aku pikirkannya, aku menjadi takut jika harus meninggalkan kamu sendirian." Tiba-tiba, Zack pun berbicara melantur dan membuat Cristal geleng kepala tidak menginginkan, perkataan Zack terjadi.
To Be Continued