Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)

Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)
ABD~ 83


Sebuah mobil Berwarna hitam berhenti di halaman rumah. Cristal yang mengenal mobil tersebut segera keluar untuk menemuinya.


"Om Al." Sapa Cristal dan langsung memeluk Al. Untuk melepas rindu.


"Apa kabar keponakan." saut Al dan membalas pelukan Cristal yang sudah beberapa lama tak jumpa.


"Baik Om. Terimakasih Om sudah setuju dengan permintaan Cristal. Ayo masuk Om, Alira sudah menunggu." Ajak Cristal masuk. Alstar pun segera mengikuti Cristal untuk bertemu dengan Alira, wanita yang akan menjadi istri Al.


"Alira, Om Al sudah datang." Panggil Cristal, meminta Alira untuk turun menemui Al.


Alira yang sedang ngobrol dengan Cica pun segera turun saat mendengar panggilan dari Cristal.


Alira bersama Cica pun bergegas turun untuk menemui calon suami Alira.


"Alira... dia calon suamimu?" tanya Cica kaget saat melihat Alstar tengah duduk di ruang tamu bersama Cristal. Alstar yang masih muda dan tampan tak ada yang mengira jika Al sudah beberapa kali menduda.


"Iya. Papa berpesan padaku, untuk menuruti semua perintah Cristal tanpa terkecuali, dan Cristal memintaku untuk menikah dengan Om Al. Awalnya aku menolak tapi setelah Cristal memberi penjelasan yang membuatku tidak bisa berkata tidak." jelas Alira sambil berjalan menuruni anak tangga.


"Om, Tolong jaga Alira, aku percayakan adikku ini pada Om. Jangan lagi ada wanita yang om sakiti. Jika sampai terjadi aku tidak bisa menjadi penengah di antara kalian, ini juga nasehat buat kamu Alira, dan satu lagi pesanku pada kalian, tolong jangan saling meninggikan ego masing-masing. Belajar dari kesalahan-kesalahan yang sudah menghancurkan kalian berdua."


"Aku akan berusaha, dan aku harap Alira bisa membantuku mengubah sikapku yang telah menghancurkan rumah tanggaku selama beberapa kali." Jawab Al.


"Aku juga juga akan berusaha. Maaf Cristal jika selama ini aku sangat jahat padamu, merendahkan dan juga membencimu dari kecil, dan sekarang kamu masih sudi menjagaku padahal banyak sekali kesalahan jangan sudah aku lakukan. Aku kira setelah mama dan papa pergi, aku akan sendirian, tapi ternyata aku salah, kamu masih ada untuk menjadi kakakku." saut Alira lalu memeluk Cristal dengan erat.


Mereka berdua pun berangkat lebih dulu, ke mansion Scorpio sedangkan Cristal masih harus menunggu beberapa hari lagi bersama dengan baby Za dan juga menunggu Zack menjemputnya.


Cristal melirik Cica yang masih mematung setelah melepas Alira.


"Cica, lebih baik kamu pulang, Zion pasti mencari mu. Bukan maksudku untuk mengusir mu, tapi ini demi kebaikan kamu." Tegur Cristal.


"Aku pulang atau tidak, mana mungkin Zion kuatir, kecuali jika kamu yang tidak kembali mungkin dia akan sangat cemas." Saut Cica asal lalu berbalik menatap Cristal yang ada di belakangnya.


"Maksudmu?" tanya Cristal terkejut.


"Aku tau sebenarnya kamu paham kan maksudku. Zion masih mencintaimu kan dan kamu sadar itu, sedangkan aku, aku hanyalah tempat pelampiasan saja. Dan apa kamu tau, sepertinya pernikahan kami tidak akan bertahan lama, karena dari awal dia tidak mencintai aku, dia hanya mencintai kamu seorang, hanya kamu yang ada di hatinya." Cica pun meluapkan semua isi hatinya yang membuat Cristal terdiam Sejenak.


"Kau adalah wanita baru dalam hidup Zion, dan kamu tidak tahu apa yang terjadi diantara kami bertiga. Aku tau kamu cemburu, dan aku paham itu. Aku sudah berusaha menjauh dan sekarang tinggal dirimu yang harus berusaha mengambil hati Zion." Jelas Cristal dengan tegas.


"Kamu benar, maafkan aku yang hampir emosi tadi, karena aku benar-benar cemburu karena setiap saat yang di sebut itu namamu. Bisakah kau memaafkan aku." Cica pun menyesal dan langsung memeluk Cristal untuk meminta maaf. Cristal hanya tersenyum dan tidak mengambil hati dari perkataan Cica.


Cica pun akhirnya memilih kembali pulang meninggalkan Cristal hanya bersama dengan putranya, sedangkan Zack tidak bisa menemaninya karena harus pergi keluar kota untuk bisnisnya.


Ia merasa hidupnya seperti di permainan. Ia kehilangan orang tuanya disaat dirinya sedang membutuhkan kasih sayang, setelah itu di adopsi oleh orang tua yang tidak benar-benar menginginkannya dan sekarang di saat semuanya membaik ia justru harus kehilangan lagi, ia benar-benar takut jika orang yang ia cintai juga akan pergi ninggalkan dirinya, Ucapan Zack pun kembali terngiang di pikiran Cristal, yang pernah berucap jika suatu hari ia akan meninggalkan dirinya bersama putranya.


"Tidak. Aku tidak ingin kehilangan lagi." Cristal pun memeluk lututnya dan membenamkan wajahnya untuk menyembunyikan tangisnya.


Setelah cukup puas menangisi, tak terasa Cristal pun tertidur.


Sebuah tangan mengusap pucuk rambut Cristal yang tertidur dalam posisi duduk. Belaian itu membuat Cristal terbangun dari tidurnya yang kurang dari satu jam. Ia pun mendongak ke atas untuk memastikan.


"Mas Zack." ucap Cristal terkejut saat mendapati suaminya ternyata ada disampingnya.


Cristal segera memeluk Zack dengan erat."Mas Zack. Aku pikir mas sudah pergi."


"Gak sayang, Aku gak tenang meninggalkan kamu sendirian, Jadi aku Putuskan membatalkan Semuanya dan kemari untuk menemuimu. Kamu kenapa? wajahmu terlihat sembab, apa kamu habis menangis?" Zack menangkup wajah istrinya. Seketika Air mata Cristal kembali mengalir.


"Aku lelah mas, Aku menyerah dengan ke adaan ini."


Zack pun duduk di samping Cristal dan membiarkan istrinya menyandarkan kepala di dadanya.


"Apa yang kamu inginkan sekarang? katakan! aku tau ada saatnya kamu akan berada di titik ini. Katakan padaku bagaimana aku bisa membantumu untuk bangkit berdiri, aku tidak ingin kamu menyerah, Karena aku tau kamu wanita yang kuat." ucap Zack menenangkan istrinya sambil membelai rambutnya.


"Apa mas yakin akan mengabulkannya?"


"Katakan, aku akan melakukan apapun agar istriku kembali ceria lagi."


"Aku-" ucapan Cristal pun terhenti saat Za tiba-tiba saja menangis.


"Mas istirahat saja dulu, mas pasti capek. Kita lanjutkan bicaranya besok saja, aku mau memberi asi Za dulu." Cristal pun menggendong Za sambil memberi asi sedangkan merebahkan tubuhnya untuk istirahat, aktivitasnya seharian membuatnya sangat lelah.


Baby Za yang kini berusia 10 bulan pun, kembali tenang dan tidur kembali dalam gendongan Cristal setelah kenyang minum Asi.


Dengan segera ia pun kembali meletakkan Za di atas kasur di sisi Zack. Cristal menatap ayah dan anak yang sedang terlalap dalam tidurnya.


"Hanya kalianlah penyemangat hidupku, tanpa kalian mungkin aku sudah menyerah sejak lama. Aku sayang kalian." Cristal mencium kening Za dan juga Zack sebelum ikut tidur.


Mereka pun melewati malam di dalam rumah yang sebentar lagi akan di kosongkan sampai menunggu ada yang menyewa.


To be continued ☺️