
Hari ini merupakan hari termalas yang Cristal rasakan selama kehamilan. Cristal tak ingin melakukan apapun, bahkan mandi pun tidak mau.
Dari pagi hingga sore, Cristal hanya menghabiskan waktu di depan TV di temani makanan ringan hingga berat.
Rima beberapa kali menegur majikannya itu tapi tak di hiraukan, yang ada Cristal tak hentinya mengoceh seperti burung berkicau.
"Astaga Cristal!? kamu ini kamu ini kenapa, Kenapa kamu terlihat dekil dan aarrghh ... sangat berantakan." Al terheran-heran melihat keponakannya dengan penampilan yang kacau.
"Kenapa sih Om? apa ada yang salah denganku? Aku ini baik-baik saja, hanya saja lagi malas mau melakukan apapun, tapi masih wangi kok gak bau." Saut Cristal sambil mencium bau badannya sendiri.
"Mbak Rima! pekik Al kesal.
"Iya tuan," jawab Rima sambil berjalan menghampiri.
"Kenapa dia jadi dekil seperti ini, kemarin-kemarin dia sangat rapi dan bersih kenapa sekarang dia seperti gelandangan saja."
"Maafkan saya Tuan, saya sudah berulangkali menegur, tapi saya malah diamuk," jelas Rima yang kualahan.
Tak lama, Zack pun pulang dan segera mendapati kegaduhan yang dilakukan istrinya.
"Ada apa ini Om, mbak? tanya Zack yang baru saja datang dan membawa beberapa paper bag pesanan sang istri.
"Lihatlah istrimu yang dekil dan bau itu. Kata mbak Rima seharian gak ada mandi dan suruh mandi malah marah-marah. Masa sih orang hamil bisa sebegitu joroknya! Urus istrimu ini, bersihkan dia, aku tidak mau melihat keponakanku seperti gembel." Setelah bicara panjang lebar Al pun segera pergi, tak ingin lama-lama melihat keponakannya yang dekil itu.
Zack hanya bisa menghela nafas, setelah pekerjaan yang melelahkan di kantor kini dia harus menghadapi istrinya yang dalam mode malas.
Zack menghampiri istrinya yang tengah sibuk.dengan tontonan nya bahkan sedari tadi Al marah-marah tak di hiraukan sama sekali oleh Cristal.
"Sayang." panggil Zack sambil mengusap punggung tangan Cristal, "Kamu kenapa sayang, sampai seharian gak mandi?" tanya Zack dengan lembut.
"Entahlah... gak pengen nyentuh air," jawab Cristal singkat.
Tanpa banyak bicara, Zack langsung mengangkat tubuh Cristal dari sofa yang seharian ia duduki dan segera membawanya ke kamar mandi.
"Kamu harus mandi, lihatlah kamu terlihat sangat dekil dan tubuhmu bau makanan ringan. Apa kamu habis mandi snack." Zack pun segera meletakkan Cristal dalam bathtub dan langsung mengguyur tubuhnya dengan air yang keluar dari shower.
Dengan sabar Zack pun mengurus Cristal yang tiba-tiba saja seperti bayi sampai Cristal tertidur.
Setelah selesai, Zack mengempiskan pantatnya di sofa untuk beristirahat.
Sepertinya aku harus konsultasi mengenai istriku dan mudah-mudahan ini hanya bawaan bayi saja.
Zack segera meraih ponselnya yang ada di meja dan menghubungi salah satu temannya yang merupakan seolah dokter yang mungkin bisa membantu menjelaskan.
📞"Halo Zack, ada apa malam-malam menghubungi ku?" tanya seseorang di seberang sana.
📞" Tidak papa, aku hanya ingin bertanya mengenai wanita hamil," ucap Zack dengan malu-malu.
📞"Hamil! siapa yang hamil? apa kamu sudah punya istri? kenapa kamu tidak mengundangku di pernikahanmu, bukan teman ini namanya," jawabnya dengan kesal.
📞"Maaf kalau aku tidak mengundangmu, kan kamu masih di luar negeri jadi aku sengaja gak mengundang kamu. Sebagai permintaan maaf nanti aku akan mentraktir makan malam sekalian aku kenalin dengan istriku. Oya kembali ke intinya."
📞"Oke... oke, katakan ada masalah apa dengan kehamilan istrimu?"
📞"Eeemmm wanita hamil, apa bisa tiba-tiba berubah? yang awalnya sangat rajin dan selalu berpenampilan cantik tiba-tiba jadi malas dan sangat dekil. Aku sebagai suaminya pun merasa heran dengan perubahan istriku. Apa kamu bisa membantuku menjelaskan agar aku tidak berfikiran yang lain-lain," Jelas Zack dengan polosnya namun di jawab dokter tersebut hanya dengan tawa renyahnya.
📞" Itu hal biasa Zack selama masa kehamilan, itu hanya pengaruh hormonal saja gak ada yang perlu di cemaskan, besok atau lusa mungkin dia akan kembali semula dan bisa jadi seminggu atau dua Minggu ke depan, bisa kembali lagi itu mode malasnya." Jawabnya sambil bercanda.
📞"Syukurlah kalau begitu, mudah-mudahan besok istriku sudah kembali. Terimakasih Malik, tak sia-sia aku punya sahabat dokter seperti kamu, bisa membantuku dalam kondisi mendesak."
Setelah mengetahui semuanya baik-baik saja, Zack pun merasa lega dan segera memutus panggilannya.
TBC....
jangan lupa tinggalkan jejak....