
Seseorang yang dulu pernah berjanji untuk menjadi sahabat, di saat orang lain semua menghina dia datang merangkul untuk melindungi. Cristal yakin jika Amora adalah sahabat yang dikirimkan Tuhan untuk menjadi sahabatnya, namun ternyata semua itu salah.
Kehadirannya ternyata untuk menghancurkan kebahagiaan Cristal. Jika tahu akan menjadi begini, mungkin Cristal memilih untuk menerima hujatan setiap hari dari pada memiliki sahabat yang menjadi musuh dalam selimut.
"Apa mas masih sering berhubungan dengan Amora." Tanya Cristal meyakinkan.
"Jarang." jawab singkat.
"Jarang!!! antarkan aku pulang sekarang, aku sudah tidak mau lagi melanjutkan pesta ini." Kecewa dan marah membuat Cristal tak bisa berfikir lagi bagaimana menghadapi masalahnya sekarang. Ketakutannya mulai menghampiri dan ancaman Amora mulai di buktikan.
"Sayang kamu kenapa? apa kamu kenal dengan Amora?" tanya Zack yang masih bingung.
"Tentu saja aku kenal, dia dulu sahabatku dan sekarang dia adalah musuhku. Apa mas tahu? Dia sudah menghancurkan semua kebahagiaan yang aku miliki. Dulu dia merebut calon tunanganku dan sekarang dia ingin merebut kamu dariku." jelas Cristal dengan nada tinggi menunjukkan bahwa dirinya benar-benar marah, Isak tangis mewakili hancurnya hati.
Zack langsung memeluk Cristal, menenangkan dirinya. "Aku benar-benar tidak tahu hubungan kalian. Aku janji tidak akan pernah lagi berhubungan dengan dia, akan aku blokir semuanya. Sudahlah jangan marah lagi ya." bujukan kali ini sudah tidak mempan lagi. Cristal tetap ingin pulang.
Zack pun akhirnya menuruti dan membawa Cristal kembali. Sepanjang perjalanan Cristal tak mengatakan sepatah katapun. Cristal bingung dengan harus bersikap bagaimana untuk menghadapi Amora dan juga menghadapi suaminya.
Sesampainya di rumah, Cristal bergegas masuk dan kembali ke kamar meninggalkan Zack.
"Cristal kenapa Zack? gak seperti biasa sikapnya begitu?" tanya Zion yang sempat berpapasan dengan Cristal.
"Aku gak sengaja buat dia marah, aku gak tahu kalau Amora dan Cristal saling kenal dan mereka bermusuhan." Jelas Zack yang memilih istirahat di sofa tamu, membiarkan Cristal menyendiri dulu.
"Amora! Mantan pacarmu itu. Astaga jadi kamu masih berhubungan dengannya, aku kira kamu sudah melupakannya dan menghapus dari memori otakmu."
"Dia yang duluan menghubungiku berulang kali, sudah aku bilang tidak ingin bicara dengannya lagi, tapi dia terus memaksa dan akhirnya ketahuan Cristal. Aku yang salah, aku terima kalau Cristal marah padaku." Zack pun merasa bersalah dengan memberi kesempatan Amora untuk berkomunikasi lagi dengannya.
Zack pun memutuskan untuk kembali membujuk Cristal. Akan menjadi hal yang memalukan, baru menikah selama tiga Minggu sudah terjadi pertengkaran keluarga, Zack ingin segera menyelesaikannya masalahnya agar tidak sampai ke telinga orang tuanya.
"Tidur. Aku kira dia sedang menangis. Apa jika dia sedang marah akan dilampiaskan dengan tidur?" Zack pun hanya bisa menggaruk kepala tak paham dan membiarkan Cristal melanjutkan tidurnya, sedangkan dirinya memilih untuk membersihkan diri dan memilih pergi untuk menjernihkan pikiran.
Cristal yang terlalu nyenyak tidur tak menyadari jika hari sudah sore. Entah berapa jam Cristal tertidur, saat terbangun kepalanya terasa pusing dan tenggorokannya sangat kering.
Dengan malas Cristal pun turun dari ranjang saat mendapati air yang di atas nakas sudah kosong.
Cristal pun pergi ke dapur dan mengambil air lemari pendingin dan segera melepaskan dahaga.
"Kak Cristal darimana saja? kok baru kelihatan." tanya Zahira yang membuat Cristal terkejut, ternyata Cristal tak memperhatikan jika ada Zahira di meja makan.
"Aku di rumah saja tidak kemana-mana." jawab Cristal sambil mengembalikan botol air minum kedalam lemari pendingin. Saat Cristal berbalik dan ingin menghampiri Zahira, seketika itu juga Cristal langsung menutup hidung saat mencium aroma buah durian yang baru Zahira buka.
"Sini kak, kita makan buah durian." Ajak Zahira namun Cristal malah berlari kembali ke kamar.
"Kak Cristal, kakak kenapa? aku kan cuma nawarin buah durian." Tanya Zahira yang heran.
Cristal langsung mual dan muntah setelah mencium aroma durian yang menyengat itu.
"Kenapa bau durian yang dibuka Zahira menyengat sekali, gak seperti durian yang lain, bikin mual saja." Gerutu Cristal yang kesal, kenapa harus buka buah durian di depannya.
Cristal pun keluar dari kamar mandi dan masih saja menggerutu sendiri, sangking kesalnya, Cristal sampai melupakan jika dia sedang marahan dengan Zack.
_TBC
jangan lupa tinggalkan jejak☺️☺️☺️☺️