Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)

Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)
ABD~S2 hilang dari ingatan


Tak lama, Zion pun muncul dengan ekspresi kesal, setelah dihalangi Risa cukup lama.


"Kenapa kamu melarang ku datang kemari? padahal hanya di kantor ini saja aku bisa bicara dengan kamu secara leluasa, jika di rumah aku tak bisa mendapatkan waktu untuk bicara denganmu." Ucap Zion kesal.


"Tidak kah kamu bisa sedikit lebih sopan saat di kantor? Apa kamu tidak tau kalau aku sedang ada tamu, dan Aku yang meminta Risa untuk tidak mengizinkan siapapun datang kemari.. Sekarang kamu sudah datang kemari, katakan ada hal apa sampai kamu mencari ku?"


Zion mengabaikan pria yang sedang duduk di sofa, ia menarik kursi yang ada di depan meja kerja Zack dan segera menghempaskan pantatnya.


"Zack aku menemuimu karena ada satu hal yang penting dan ingin aku tanyakan padamu, tolong bicara yang jujur dan jangan main-main. Zack sebenarnya apa yang terjadi? apa kamu mengetahui sesuatu tentang Cica, aku mulai curiga padanya akhir-akhir ini. Dia nampak berubah sejak kamu datang dan menyindirnya. Kamu saudaraku, kamu pasti akan terbuka dan membantu masalahku kan." Bujuk Zion namun Zack hanya menaikan alisnya sebelah.


"Kenapa tidak kamu tanyakan langsung padamu, dia istrimu dan itu artinya itu urusan keluargamu. Jika dia tidak mau bicara jujur, untuk apa di pertahanan." Jawab Zack sambil menyadarkan punggungnya di kursi.


"Zack aku serius."


"Aku juga serius, bagaimana aku bisa membantumu sedangkan diriku sendiri tidak bisa menyelesaikan masalah keluargaku hingga ujungnya jalan perceraian yang aku tempuh."


"Kamu benar Zack, ini memang urusan keluargaku, tidak seharusnya aku bertanya padamu karena saat ini juga kamu sedang ada masalah. Baiklah kalau begitu, aku akan cari tau sendiri, aku tidak akan tenang jika semuanya belum terungkap. Oke kalau begitu aku pergi dulu, silahkan lanjutkan pekerjaanmu." Zion pun bangkit berdiri dan segera melangkahkan kaki untuk keluar ruangan.


"Zion.", panggil Zack


"Heem. " jawab Zion lalu membalikkan tubuhnya dan kembali menatap Zack.


"Siapkan mental mu, sebentar lagi akan ada sesuatu yang mungkin akan membuatmu terguncang, tapi sebelum itu terjadi, jadilah suami yang baik." ucap Zack. Zion hanya mengangguk lalu pergi.


'Maaf Zion aku tidak bisa jujur padamu sekarang, karena belum saatnya aku memberitahumu, tunggu sebentar lagi dan kamu akan tau siapa sebenarnya istrimu.' gumam Zack.


Zack pun kembali memanggil informan untuk melanjutkan penjelasan tentang informasi yang di butuhkan.


"Maaf pak, jika pertanyaan saya ini lancang. Bapak sudah punya bukti tentang istri pak zion, tapi kenapa bapak tidak jujur saja."


"Belum saatnya, waktunya belum tepat untuk mengungkap Semua, aku ingin menjebloskan papanya, sebelum dia ikut masuk penjara juga Meri yang masih dalam pengejaran.


Informan itu kembali menggerakkan jemarinya untuk menjelaskan beberapa bukti tentang Robert yang baru di ketahui Zack.


Disaat sedang serius, lagi-lagi ada pengganggu, namun kali ini pengganggunya tidak bisa membuat Zack marah.


Dering ponsel Zack menghentikan semuanya.


"Sepertinya kamu harus kembali lagi kemari besok, ada beberapa pertanyaan yang ingin aku tanyakan. Untuk sisa pembayaran akan segera aku selesaikan, setelah kamu menjawab semua pertanyaan ku, sekarang aku harus mengangkat panggilan dari putraku yang jauh lebih penting." ucap Zack.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu, saya akan datang kemari esok." informan itu pun segera meninggalkan ruang kerja Zack, dan saat itu Zack baru bisa mengangkat panggilan video call dari putra yang jauh darinya.


"Halo Daddy, kok lama angkatnya?" tanya Za di seberang telepon.


"Maaf sayang, Daddy harus menyelesaikan pekerjaan dulu baru bisa angkat, Za lihat kan Daddy masih di kantor. Bagaimana kabarmu sayang, Daddy rindu sekali padamu." jawab Zack.


"Oh begitu ya Dad, Za baik-baik saja, Za juga rindu dengan Daddy. Dad, kapan kemari jemput Za dan Mommy. Kasian Mommy sendirian."


"Tunggu sebentar lagi ya sayang, Daddy akan segera datang menjemput kalian. Oya bagaimana keadaan Mommy? Apa Mommy sudah ingat dengan Daddy. Daddy sedih sekali, mendengar kabar kalau Mommy lupa sama Daddy." Zack berusaha tegar di depan putranya, padahal hatinya ingin sekali menangis.


Setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit yang ada di Australia, dokter memvonis Cristal mengalami hilang ingatan sebagian dan Zack sangat sedih saat mengetahui mantan istrinya itu tidak ingat dengan dirinya. Cristal hanya mengingat beberapa orang terdekat yang di kenalnya, bahkan Cristal lupa jika dirinya baru kehilangan janinnya. Namun dengan hilangnya sebagian memori ingatannya, membuat Cristal menjalani hidup lebih baik bersama Za.


"Daddy tenang saja, Za selalu ceritakan tentang Mommy, dan katanya Mommy tidak ingat tapi Mommy penasaran ingin bertemu dengan Daddy. Cepat kemari ya Dad biar Mommy bisa ingat Daddy lagi." jelas Za.


"Iya sayang, secepatnya Daddy akan ke sana, untuk sementara bantu Daddy agar Mommy ingat Daddy."


"Dad maaf, Za gak bilang kalau Daddy itu ayahnya Za, Opa Al melarang Za bilang ke Mommy kalau Daddy itu suaminya Mommy." jelas Za merasa bersalah, namun Zack paham maksud dari Al, semuanya demi kebaikan Cristal.


"Gak papa Za, Daddy gak marah kok."


Terdengar panggilan Cristal dari balik pintu kamar Za, membuat Zack semakin rindu Saat-saat bersama. Rindu setiap pagi mendengar panggilan suaranya saat membangun dirinya dari tidur. Ingin rasanya Zack segera bertemu, namun keadaan belum memungkinkan untuk bertemu yang memaksa Zack untuk menunggu sedikit lebih lama, sebelum semua urusannya selesai.


Zack melihat putranya berusaha membujuk Cristal untuk ngobrol dengan Zack. Dengan ragu-ragu Cristal mengiyakan dan menatap layar ponsel untuk menyapa Zack.


"Ha-halo." ucap Cristal saat di paksa Za untuk menyapa Zack melalui video call.


"Hallo juga Nona." Sapa Zack sambil melambaikan tangan, terlihat di layar Cristal sedikit malu.


"Apa anda tuan Zack? putraku selalu menceritakan tentang tuan panjang lebar dan katanya kita pernah bertemu. Tapi maafkan aku benar-benar lupa." ucap Cristal malu.


"Tenyata Nona lupa dengan saya. Tapi tidak papa jika ada kesempatan kita akan bertemu untuk saling menginginkan." jawab Zack.


"Iya betul, siapa tau kita di pertemuan nanti."


Setelah ngobrol sebentar, Zack pun mengakhiri telepon. Setelah cukup lama ngobrol.


Zack menatap layar ponsel, hatinya merasa senang namun sekaligus hancur, di satu sisi Zack sangat bahagia di sisi lain ia sedih karena dirinya hilang dari memori ingatan mantan istrinya, mungkin karena terlalu sering membuatnya sedih, hingga Cristal membuang dirinya dalam ingatan.


Tak terasa senja pun tiba, Zack pun bersiap untuk pulang, ia segera mengambil jasnya dan tak lupa membawa barang bukti yang tersimpan dalam flashdisk yang rencananya akan di lihat ulang nanti.


To be continued ☺️☺️☺️