Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)

Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)
ABD~62


"Mah, cukup mama mendesak Zion untuk menikah. Papa takut ini bisa mempengaruhi mental Zion. Sudah cukup kita kecolongan satu kali, jangan sampai hal itu terulang lagi, Kesalahan waktu itu, sudah membuat papa merasa gagal menjadi seorang tua, bagaimana jika ini terulang lagi," tutur kelvin, yang tengah berdiri memandangi bintang yang bertaburan di langit dari balik kaca. sambil Menyimpan kedua tangannya ke dalam saku celana.


Cukup lama Kelvin diam, dan hanya memperhatikan saja, namun kali ini Kelvin tak bisa tetap diam, melihat sikap istrinya yang terus saja menekan Zion untuk menikah.


Alasan istrinya sebenarnya bagus, hanya saja, anak yang sedang dia tekan berbeda dari anak pada umumnya. Zion memiliki kekuranagan, Yanga tidak di ketahui siapapun. Kelvin dan Klara menutup rapat-rapat rahasia tersebut agar tidak mempengaruhi mental Zion.


"Maafkan aku pa, sepertinya aku hampir melupakan kekuranagan anak kita, mama terlalu takut kebahagiaan Zack dan Cristal terusik. Papa tahu sendiri jika Zion juga menyukai Cristal dan secara terang-terangan mengatakannya kepada Zack. Sebagai orang tua, apa lagi yang bisa di lakukan, kalau bukan menikahkan Zion agar bisa melupakan Cristal." jelas Klara pada suaminya.


"Aku tahu itu, dan aku juga berfikiran sama tapi anak kita yang satu ini berbeda. Bagaimana kalau Zion sampai nekat, melakukan sesuatu di luar pemikiran kita. Hah.. saat ini yang bisa kita lakukan hanya berdoa, semoga Zion mampu mengendalikannya, demi kebahagiaan saudaranya."


"Baiklah pa, aku tidak akan memaksa Zion lagi, biarlah Zion menentukan jalannya sendiri." Klara. pun menyadarkan kepalanya di punggung suaminya dan berasa bersalah atas sikapnya yang gegabah.


******


Di kamar Zion sedang merapikan pakaiannya dan memasukkannya kedalam koper, yang akan dibawanya esok untuk perjalanan bisnisnya ke Australia.


Zion mengambil foto yang ada di atas nakas, foto yang selalu dia pandangi setiap saat.


"Sekarang aku tidak bisa membawamu pergi bersama, jadi aku bawa fotomu saja. Nanti setelah aku kembali aku akan membawamu pergi bersama." Zion mengusap bingkai foto sesaat lalu meletakkannya di antara tumpukan baju dan segera menguncinya.


Setelah selesai semua persiapannya, Zion melemparkan tubuhnya di atas kasur yang empuk, sambil membayangkan tindakan yang sudah dia lakukan sore tadi.


"Aku menyukai hal seperti itu. Aku akan melakukannya lagi." Zion pun tersenyum dengan pikiran kacaunya.


******


Zack memeluk tubuh istrinya dari belakang dan menyandarkan dagunya di pundak Cristal.


"Apa kamu menyukainya? tanya Zack sambil sesekali menc*ium leher mulus istrinya.


"Malam ini begitu indah, bintang-bintang seakan tak ingin redup. Aku berharap cinta mas padaku, juga begitu, tak akan pernah redup sampai kapanpun."


"Selama aku masih bernafas dan selama aku memiliki rasa cinta, maka selama itu juga aku akan memberikan rasa cinta itu kepadamu sepenuhnya.


"Aku pegang kata-katamu mas, kalau sampai suatu hari mas ketahuan selingkuh, maka detik itu juga kita cerai."


Huusssttt


Zack menutup mulut Cristal dengan jari telunjuk.


"Jangan pernah Katakan cerai. Aku tidak akan pernah menceraikan kamu, apapun yang terjadi.


Lebih baik masuk dalam sekarang, cuaca malam semakin dingin, nanti kamu bisa sakit. kalau kamu sakit baby Za ga ada yang merawat.


Cristal pun segera masuk dan istirahat, sedangkan Zack yang berbalik, menjadi patung di balkon dan banyak pikiran.


To Be Continued