Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)

Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)
ABD-S2 mainan cewek


Setelah bicara dengan Cica, Zack segera kembali menemui istrinya yang sudah menunggu.


"Mas, kenapa kamu sebarkan berita kehamilanku tanpa memberitahu terlebih dahulu?" tanya Cristal yang hendak menyalahkan Zack.


"Apa aku salah melakukan itu, cepat ataupun lambat semua orang akan mengetahuinya." Jawab Zack sedikit membentak.


"Aaarrgggghhhh, Maaf sayang, aku tidak bermaksud membentak mu, aku hanya terbawa suasana saja."


Cristal terdiam, ia tak berkata apa-apa, hanya menatap suaminya dengan perasaan marah, atas sikap Zack, padahal dirinya bertanya baik-baik tapi seolah pertanyaannya menyinggung perasaan.


"Kenapa kamu membentak ku mas, aku hanya bertanya baik-baik, kenapa kamu umumkan kabar kehamilanku tanpa memberitahuku terlebih dahulu, hiks...hiks..."


"Maaf, aku tidak bermaksud begitu." Zack yang merasa bersalah langsung memeluk Cristal dan berulang kali mengucapkan kata maaf.


Zack benar-benar lupa, dengan janji yang sudah pernah dia ucapkan, untuk memberitahu segala sesuatu yang berhubungan dengan privasinya.


"Aku minta maaf, tak akan aku ulang lagi. cup...cup... jangan nangis lagi, ingat kamu sedang hamil, gak boleh banyak pikiran." Zack pun menghapus air mata yang terus mengalir di pipi istrinya.


Setelah menemani Cristal, Zack pun pergi untuk menjemput Za pulang sekolah. Selama di perjalanan, Zack memikirkan sesuatu yang membuat hatinya bimbang.


'Apakah aku harus mencari seorang Nanny untuk menjaga Za, tidak mungkin aku membiarkan Cristal kecapean. Tapi, apakah Cristal akan setuju dengan keputusanku, secara selama ini dia sama sekali tak mengizinkan orang lain merawat putranya. Aaarrgggghhhh apa yang harus aku lakukan, Harus bicara dulu dengan Cristal atau langsung saja mencarikan Nanny buat za.' ucap Zack seorang diri.


Zack pun menjemput Za tepat waktu, sebelum kembali ke rumah sakit, Zack ingin menyenangkan hati putranya dengan menepati janji yang sudah di ucapkan nya.


"Bagaimana belajarmu hari ini Za, apa menyenangkan?" tanya Zack sambil mengemudi mobilnya.


"Hari ini Za seneng banget, soalnya teman-teman za, baik-baik banget. Za hari ini juga jadi pahlawan buat teman Za." celoteh Za menceritakan kisahnya di sekolah.


"Wah, hebat dong anak Daddy sudah bisa jadi pahlawan buat temannya. Daddy makin bangga dengan Za. Oya Za Daddy ingin bicara denganmu, dan belum mommy ceritakan ke mommy."


"Daddy mau bilang apa?"


"Za gak mau Daddy, Za maunya sama Mommy gak mau yang lainnya Dad." tolak Za.


"Tapi Za, apa ya gak kasihan sama Mommy. Oke Daddy beri waktu Za berfikir, nanti kita bicarakan lagi." Zack pun tak jadi memaksakan kehendaknya, melihat penolakan Za. Zack pun sadar dan paham betul jika Za juga akan menolak dan alasan yang di utarakan nya memang benar, selama ini Za tak pernah merasakan di asuh oleh orang lain.


Zack pun berhenti di salah satu mall, "Ayo Za, kita beli mainan yang Za mau," ajak zack. Za pun kegirangan dan segera meraih tangan daddy-nya.


"Ayo Dad, Za siap borong mainan lagi."


Keduanya pun segera masuk ke dalam mall dan langsung menuju tempat mainan.


"Dad, Za gak mau di sini, ya maunya yang disana." ucap Za sambil menunjuk salah satu tempat yang menjual berbagai bentuk Boneka.


"Za, kamu itu cowok, dan disana yang dijual mainan untuk cewek, Daddy gak mau kamu mainan barang-barang anak cewek." Larang Zack, namun Za tak menggubris, tetap menarik tangan Zack untuk di bawa ke toko mainan perempuan.


"Za... sudah Daddy bilang jangan -"


"Za mau ngasih hadiah buat teman Za, katanya dia gak mau mainan mobil-mobilan dad, dia maunya Boneka." Jelas Za sebelum Zack terlanjur marah.


Zack pun menghela nafas, kalau berjongkok di depan putranya. "Teman Za laki-laki atau perempuan?" tanya Zack pelan.


"Perempuan Dad."


"Jadi, Za memutuskan hadiah yang akan Daddy belikan, untuk diberikan ke teman Za perempuan itu?" Zack memperjelas, dan Za pun mengangguk. "Baiklah kalau itu maunya zack, tapi setelah ini tidak ada mainan cewek lagi, kecuali adik Za itu cewek."


"Hore... makasih Daddy, Za sayang sama Daddy." Za pun langsung memeluk Zack, sebelum melanjutkan untuk belanja.


To be continued ☺️☺️☺️