Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)

Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)
ABD~65


"Zion, kamu di sana dengan siapa? Veer bilang, kamu akan kembali bersama seorang wanita. Jangan macam-macam kamu zion, jangan mempermalukan keluarga."ucap Zack, saat menghubungi Zion, setelah mendapatkan informasi dari Veer, jika Zion bersama seorang wanita di sana.


"Kenapa mas? ada masalah apa dengan Zion, sampai mas terlihat marah begitu?" tanya Cristal yang mendengarkan percakapan Suaminya.


"Zion, bawa seorang wanita. Veer yang memberitahuku."


"Apa itu kekasihnya?"


"Entahlah! tapi setidaknya, jangan membawanya saat perjalanan bisnis. Itu bisa membuat kacau." jawab Zack yang nampak kuatir.


Cristal hanya tersenyum lalu ia duduk di sisi Zack.


"Mas, percaya saja sama Zion, dia tidak mungkin macam-macam atau melakukan hal yang bisa membuat malu keluarga, dia saudaramu, tentu kalian lebih paham satu sama lain. Selain itu, bukankah itu lebih baik, biar mas tidak lagi cemburu."


"Cemburu? siapa yang cemburu?"


"Selama ini mas cemburu kan sama Zion, setiap dia ngobrol denganku atau dekat denganku. Iya kan." jawab Cristal dengan santai membuat Zack benar- benar di buat malu oleh istrinya.


"E-engak, aku gak pernah cemburu. Lucu sekali kalau aku cemburu sama saudaraku sendiri. Lagian aku percaya pada istriku ini, kalau dia tidak akan selingkuh."


"Siapa bilang." saut Cristal, dan mata Zack langsung melotot, menatap Cristal.


"Berarti kalau mau selingkuh! Tidak akan ku biarkan, Zack Casandro di selingkuhi istrinya." Zack langsung berdiri dan menghampiri Cristal. Ia pun langsung mendekatkan wajahnya hingga begitu dekat dengan Cristal.


"A-apa yang mau mas lakukan?" Cristal memundurkan kepalanya hingga membentur dinding.


"Katakan padaku, jika kamu masih punya niatan selingkuh, apa yang kurang dariku, wajahku, perhatianku, atau permainanku yang masih belum bisa membuatmu nyaman di dekatku?" tanya Zack bertubi-tubi, hingga membuat Cristal ketakutan.


"A-aku bercanda mas, jangan di ambil hati."


"Katakan dulu, apa kekuranganku." ucap Zack sedikit membentak, sampai Cristal memejamkan matanya.


"T-tidak ada yang kurang mas, Kau sangat tampan, kau sangat perhatian, ta-"


"Tapi Permainan ranjang ku belum bisa memuaskan kamu, apakah selama ini yang sudah aku berikan sampai mendapatkan baby Za itu masih kurang."


"Bukan begitu, kau sangat memuaskannya aku, dan aku benar-benar menikmatinya, yang aku maksud tapi tadi itu, mas- apa aku harus mengatakannya?"


"Hm..."


"Mas, sekarang kurang memanjakan istri. Di ajak jalan-jalan, beli sesuatu yang di sukai istri, atau beri hadiah kejutan, kaya suami-istri lainnya." Cristal pun tersenyum dalam ketakutan. Zack benar-benar menakutkan.


Zack mencium kening Cristal, dan langsung saja mata Cristal terbelalak.


"Terimakasih sudah mau jujur." Zack pun menjauhi istrinya yang benar-benar ketakutan, akibat ulahnya.


"Apa?"


"Terimakasih, sudah mau mengatakan semuanya dengan jujur, 'kan sekarang aku bisa tahu, apa yang kurang dariku untuk istriku tersayang."


"Auuuhhhh, sakit sayang."


"Kau keterlaluan, aku hampir pingsan tadi, mas tadi benar-benar membuatku ketakutan dan jantungku berdebar kencang, aku kira mas benar-benar marah, gak taunya. Ih... sebel." Cristal menghentakkan satu kakinya dan langsung berdiri ingin pergi meninggalkan suaminya yang sudah mengerjai dirinya.


"Mau kemana sayang." Zack menarik tangan Cristal membawanya dalam pangkuan.


"Lepaskan aku mas, aku marah." Cristal memberontak, namun Zack semakin gemes melihat tingkah istrinya.


Zack pun langsung melahap bibir ranum istrinya yang membuatnya selalu tak tak tahan, ingin selalu melakukannya lagi dan lagi.


* * * *


"Kau menginap di sini sendirian?" tanya Cica saat pertama kali masuk kamar hotel vip yang mewah.


"Tentu saja sendiri, memangnya mau tinggal dengan siapa? aneh-aneh saja pertanyaannya." jawab Zion sambil melepas kemejanya yang sudah bau keringat.


"Hai kau mau apa?" tanya Cica sambil menunjukkan ke Zion sambil menutup wajahnya.


"Astaga..." Zion baru sadar, jika sedang ada wanita di kamarnya, ia pun bergegas pergi ke kamar mandi sekaligus mandi.


Cica melemparkan tubuhnya di atas ranjang yang empuk itu dengan senang.


"Akhirnya aku bisa merasakan, tidur di kamar VIP yang sangat nyaman ini." Cica pun memposisikan diri mencari kenyamanan agar bisa tidur.


Saat Zion keluar dari kamar mandi. Ia mendapati Cica sudah terlelap dalam tidur di atas ranjangnya.


"Apa-apaan ini, kenapa dia tidur di atas ranjangku." ucap Zion sambil mengacak pinggang kesal.


Ia yang tak mau, ranjangnya di tempati orang lain. segera mencari cari untuk memindahkannya.


Zion mengambil selimut dan menghamparkannya di lantai, dan mengangkat tubu Cica yang berat itu di lantai dan yang sudah di lapisi selimut.


"Astaga, berat sekali gadis ini." gerutu Zion setelah meletakkan Cica ke lantai.


Zion pun akhirnya bisa menempati kasurnya dan membiarkan Cica tidur di lantai sampai pagi.


**


Saat dini hari, Cica terkejut saat mendapati dirinya tidur di lantai, sedangkan Zion masih nyenyak tidur di atas kasur.


"Astaga, patas saja rasanya dingin sekali, ternyata aku di pindah ke lantai." gumam Cica, ia pun segera berdiri, terbesit ide lagi licik di pikirannya.


Pelan-pelan Cica naik ke atas ranjang dan tidur di samping Zion, bahkan menarik sebagai selimut Zion untuk menyelimuti tubuhnya.


"Rasaain kamu, aku yakin kamu besok pasti akan terkejut, dan mengira kalau kau telah melakukan sesuatu padaku. Aku ingin lihat bagaimana ekspresimu besok." gumam Cica sambil tersenyum. Ia pun melanjutkan tidurnya.


To Be Continued ☺️☺️☺️