Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)

Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)
ABD~ 54 Ternyata Mantan


Setelah semua persiapan selesai, akhirnya mereka pun berangkat dengan kendaraan masing-masing. Zack berangkat bersama sang istri tanpa sopir, sedangkan Zion bersama dengan Zahira.


Malik dan Petra pun menyusul di belakang dengan mobil masing-masing, menuju Villa yang didirikan keluarga Scorpio yang berada di tak jauh dari pesisir pantai.


"Sayang, apa paman Adi sudah tau mengenai kedatangan kita?" tanya Zack, sambil mengemudi mobil.


" Mas, yang di belakang mobil kita itu milik siapa?" tanya Cristal yang sedang melirik ke arah spion.


Zack melirik kaca spion dan memperhatikan mobil yang sedang di kendarai Petra ada di belakang mobil miliknya.


"Aku hampir lupa, itu mobil Perta."


"Petra, siapa itu Petra?!" tanya Cristal dengan rasa penasaran.


"Nanti mas kenalkan, sesampainya di Villa," Jawab Zack membiarkan istrinya tetap penasaran.


Karena perjalanan yang masih jauh, Cristal memilih untuk tidur sebentar, tubuhnya sudah merasa lelah setelah duduk terlalu lama.


*


*


*


Setelah perjalanan panjang, akhirnya sampai juga di halaman Villa keluarga Scorpio. Ini juga kali pertamanya Cristal mengunjungi Villa peninggalan orang tuanya yang sekarang di tempati Paman Adi dan juga adik bungsu Neil.


Saat keluar dari dalam mobil, Cristal terperangah mendapati Villa miliknya jauh lebih besar dari yang ia bayangkan. Matanya langsung mengedarkan pandangan memperhatikan setiap inchi bangunan.


Dari kejauhan terdengar deburan ombak yang menyambut kedatangan Meraka.


"Luar biasa! semua bangunan yang didirikan papa sangat luar biasa." gumam Cristal di tengah ke kagumannya.


"Paman, aku merindukanmu." Cristal langsung memeluk Adi, melampiaskan kerinduannya, karena sekian lama tak jumpa, setelah Adi memutuskan untuk berhenti bergulat dengan pekerjaan kantor dan memilih untuk merawat Villa keluarga Scorpio.


Tak lama, tiga mobil yang menggiring di belakang pun akhirnya sampai juga. Zahira, Zion, Malik dan Petra pun keluar dari dalam mobil bersamaan.


Cristal yang awalnya sedang ngobrol bersama Adi seketika mulutnya terkatup saat melihat siapa sebenarnya Petra yang di maksud Zack.


"Kak Gavin ...!" Gumam Cristal tak percaya, sedangkan Petra tersenyum saat menyadari jika pandangan Cristal sedang tertuju padanya.


Ternyata Petra yang di maksud adalah Gavin. Petra adalah nama panggilan yang di sematkan oleh ketiga sahabatku itu.


Cristal menatap Zack dengan amarah. Cristal merasa marah karena Zack tidak menceritakan dari awal jika Petra yang di maksud adalah Gavin. Padahal Zack tahu jika Gavin adalah orang yang selama ini dia benci.


"Paman, Tunjukkan padaku di mana kamarnya. Aku ingin istirahat." Adi segera mengantarkan Cristal dan langsung di susul Zahira.


"Zack, kenapa Cristal? aku merasa dia sedang marah?" tanya Malik.


"Sepertinya dia marah padaku, karena tidak mengatakan sebenarnya."


"Maksudmu?"


"Sebenarnya Petra adalah mantan ke kasih Cristal. Aku berada di posisi serba salah, di sisi lain Petra mantan Cristal dan sisi lain Petra juga sahabatku dan kalian. Kalau begini apa yang harus aku lakukan?" jelas Zack merasa tak berdaya.


Malik menepuk pundak Zack, "Kita cari jalannya nanti biar Adinda tidak marah lagi."


"Zack, apa Dinda marah denganku? seharusnya sejak awal aku tidak memaksa itu serta, Ah.. begini kan jadinya, aku tahu Cristal sangat membenciku, aku jadi merasa bersalah padamu.maafkan aku," ucap Petra.


"Kalian selesaikan sendiri masalahnya, aku tidak ikutan." Ucap Zion sambil melewati ketiga pria yang sedang berdiskusi masalah satu wanita.


To Be Continued..