
Pagi-pagi Cristal mengumpulkan semua pelayan yang bekerja di rumahannya untuk menyerahkan gaji yang selalu di berikan setiap awal bulan.
Wajah para pelayan nampak sumeringah. Telah menunggu selama satu bulan lamanya, namun kali ini Cristal sengaja memberikan bingkisan untuk semua pelayan sebagai ucapan terimanya.
"Aku yakin, kalian pasti menunggu-nunggu hari ini kan. Eeemmm Hari ini saya ingin memberikan kalian semua bingkisan sebagai ucapan terimakasih, karena kalian semua bekerja dengan baik melayani aku, suamiku, dan juga om Al tanpa mengeluh. Bingkisan ini isinya berbeda-beda saya harap tidak ada yang menggerutu di belakang."
"Kami tidak akan menggerutu Nyonya, Bagi kami nyonya adalah salah satu majikan yang sangat pengertian dan kami semua selalu mendoakan, mudah-mudahan nyonya selalu di beri kesehatan selama kehamilan sampai persalinan dan juga kehadiran tuan muda junior." Ucap salah satu pelayan yang mewakili.
Hati Cristal benar-benar terharu, tak menyangka penantiannya dan ke ikhlasan-nya mejalani kehidupan yang tidak adil, kini membuahkan hasil, dengan di kelilingi orang-orang yang sayang padanya dan juga mendapatkan suami dan juga keluarga yang sangat menyayanginya.
Setelah membagi gaji karyawan, Cristal pun memberikan gaji kepada Rima, wanita paruh baya yang sudah di anggapnya keluarga, namun ini adalah hari terakhirnya bekerja, karena Rima akan mengundurkan diri seperti Adi dan memilih menghabiskan sisa hidupnya, menikmati hasil kerjanya selama ini.
"Mbak, sebenarnya aku sangat berat melepaskan mbak, tapi aku juga tidak bisa menahan mbak Rima untuk tetap bekerja. Kenapa mbak gak mau tinggal di salah satu villa milik Scorpio, seperti paman Adi, aku akan mereka lega jika mbak mau menerima tawaranku." Cristal menggegam kedua tangan Rima.
"Nyonya, maaf kalau mbak menolak tawaran nyonya, mbak hanya ingin berkumpul bersama keluarga di tempat yang sudah kami bangun. Terimakasih sudah memperlakukan mbak seperti keluarga. Jangan lupa jika ada waktu mampirlah ke gubuk kami. Mbak doakan, semoga nyonya hidup bahagia bersama suami dan anak-anak nyonya." Rima pun menumpahkan air matanya, saat harus berpisah, bayi yang dulu di rawatnya selama dua tahun kini telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang akan menjadi seorang ibu.
Cristal pun memeluk erat Rima untuk perpisahan, Cristal mengantarkan Rima sampai ke pintu utama untuk melepaskan kepergian Rima dan belum ada sosok pengganti yang bisa Cristal percaya setelah Rima pergi.
Setelah Rima pergi, Cristal mendapati Mommy Klara membawa koper kecil dan sudah berpakaian rapi.
"Mommy mau kemana, bawa koper segala?" tanya Cristal yang terkejut.
"Mommy harus pulang sayang, kamu kan sudah naikkan dan Zack juga sudah janji buat jagain kamu. Mommy terpaksa harus pulang kerena ada hal yang perlu Mommy selesaikan untuk kebaikan kalian berdua. Tapi jangan kuatir, Zion dan Zahira dan datang menggantikan Mommy menemani kamu dan sekarang sedang di jemput suamimu."
"Tapi Mommy, mas zack-"
"Mommy sengaja tidak memberitahuku mereka biar tidak ada yang bisa mencegah mommy," jelas Mommy Klara.
"Baiklah Mom, aku juga tidak bisa mencegah Mommy pulang, Daddy di rumah pasti juga nungguin Mommy, hati-hati di jalan ya Mom."
Klara pun akhirnya juga meninggalkan Cristal di rumah sendirian. Cristal meminta pelayan untuk menyiapkan makanan untuk menyambut kedatangan Zahira dan juga Zion.
"Kak Cristal ... aku merindukanmu ..." Teriak Zahira sambil berlari dan langsung memeluk Cristal.
"Aku juga rindu kamu sayang." balas Cristal.
"Apa kabar kakak ipar?" tanya Zion yang kini sudah bisa berjalan normal tanpa kursi roda.
"Zion, kau ..." Cristal pun seketika memeluk zion, karena terlalu bahagia melihat perubahan Zion yang sangat pesat.
Eeemmmm ...
"Ada yang cemburu nih!" tegur Zack yang ada di belakang Zion sambil melipat kedua tangannya di dada.
Seketika Cristal langsung melepaskan pelukannya dan menghampiri suaminya yang sedang cemburu.
"Jangan marah suamiku sayang, yang kamu pria yang ada di hatiku, tak akan ada orang lain yang menggantikan dirimu." rayu Cristal sebelum memeluk suaminya. Zack pun langsung membalas pelukannya sambil tersenyum. Ia pun sengaja melirik Zion agar Zion iri padanya.
Mereka pun segera masuk untuk istirahat di kamar masing-masing yang sudah tersedia. Zack memilih untuk menemani istrinya yang akhir-akhir ini sangat suka nonton TV.
"Mas, aku pengen liburan ke villa, sambil jenguk paman Adi di sana." ucap Cristal sambil menyandarkan kepalanya di dada Zack.
"Eeemmm... apa kamu yakin ingin ke Villa, apa gak akan ada masalah dengan baby Za. Aku hanya takut kamu kelelahan saja jika harus ke villa yang di tempati paman Adi." Zack nampak ragu menyetujui permintaan Cristal, namun Cristal terus membujuk hingga Zack tidak bisa lagi untuk menolak.
Zack pun segera mengabari Malik untuk ikut serta, untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu pada istrinya itu. Tak lupa Zack pun menghubungi Petra salah satu teman Zack dan ternyata Cristal juga mengenal pria itu dan bahkan saat ini sangat Cristal benci.
Namun Zion tak memberi tahu ke ikut sertaan Petra dalam liburan kali ini, karena tujuan Zack yaitu untuk reuni dan akan memberikan pengertiannya nanti setelah sampai Villa.
To Be Continued
"Hayo, siapa yang bisa tebak, siapa si Petra ituβββπππ"