
Rasa kesal dan kecewa melanda hati Cristal, tentang sikap Zack yang tak memikirkan perasaan istrinya.
Cristal berdiri di balkon, memandang lautan biru yang luas. Deburan ombak yang menerjang karang terdengar seperti irama yang mendamaikan.
Kreaattt...
Terdengar suara pintu kamar yang terbuka. Cristal menolehnya sejenak dan melihat Zack yang baru masuk. Cristal Kembali memandangi lautan dari balkon yang menghadap tepat de arah lautan.
Zack menghampiri dan menempelkan tubuhnya dibelakang Cristal. Tangannya merangkul dan mengusap perut Cristal yang mulai terlihat membuncit.
"Aku bisa jelaskan semuanya sayang, " ucap lirih Zack di telinga Cristal.
"Jelasin apa? Aku benar-benar kecewa dengan keputusanmu mas, dengan membawa kak Gavin atau yang kalian panggil Petra atau siapa itu tanpa sepengetahuan dariku. Mas tahu kan aku sangat membencinya, karena dia telah mematahkan hatiku dan mencampakkan aku begitu saja seperti sampah tempo dulu." ucap Cristal dengan kesal.
"Aku tahu itu. Apakah sampai sekarang kamu belum bisa memaafkannya? jika memang kamu tidak ingin bertemu, aku akan memintanya untuk pulang besok, agar liburan ini bisa kamu nikmati." Bujuk Zack, yang tak menginginkan pertengkaran.
"Gak perlu mas, Kalian nikmat saja acara kalian, aku bisa menikmati liburanku seorang diri." Cristal berusaha melepaskan pelukan Zack dan menjauh.
Zack tertegun sejenak sebelum kembali membujuk Cristal agar tidak marah.
*
*
*
Saat makan malam, mau tidak mau Cristal harus bertatapan langsung dengan Gavin yang saat ini juga sedang duduk di meja makan.
"Hai Dinda, apa kabar?" sapa Gavin, saat Cristal hendak duduk. Tak ada jawaban dari mulut Cristal. Malik melirik Cristal dan mendapati dari sorot mata, Cristal masih membenci Gavin.
Setelah selesai makan malam, Mereka melanjutkan dengan pesta kecil di luar Villa di temani bir dan juga makanan ringan, serta alunan musik santai.
Cristal hanya ikutan duduk dan memperhatikan ke empat lelaki yang pernah memiliki cerita dengan dirinya sedangkan Zahira sudah tertidur di kamarnya karena lelah.
Betapa bahagianya mereka, sedang menikmati kebersamaan yang jarang sekali mereka dapatkan di hari-hari biasa. Bagaimana aku bisa egois, hanya karena masalah aku membenci kak Gavin, aku memecahkan persahabatan mereka. Sepertinya aku harus mengalah sejenak, dan membiarkan mereka yang menikmati.
"Adinda, Lebih baik kamu kembali ke Villa, udara malam ini gak baik buat kesehatan kamu." Tegur Malik saat menghampiri Cristal.
"Iya kak, sebentar lagi aku masuk, aku juga mulai kedinginan. Akak apa aku terlalu egois, Karena aku benci kak Gavin hingga sempat menginginkan kak Gavin untuk pergi?" Tanya Cristal yang menganggap Malik seperti kakaknya Sendiri.
Malik hanya mengusap pucuk rambut Cristal, lalu menggelengkan kepalanya.
"Aku tahu, bagaimana perasaan kamu saat ini, Setelah sekian lama berusaha melupakan masa lalu, akhirnya harus kembali memulainya dari awal lagi. Akak benar-benar gak tahu, kalau kamu itu mantan kekasih Petra atau yang kamu panggil Gavin, jika Akak tahu lebih awal, mungkin Akak sudah mencegah Zack untuk tidak mengajak Petra datang kemari. Jangan terlalu dipikirkan Din, ingat kamu sekarang sedang hamil saat ini." Malik berusaha memberi pengertian kepada Adinda.
Melihat Kedekatan Cristal dengan Malik, membuat ketiga pria yang berada tak jauh, merasa cemburu, terutama Zack.
Bagaimana tidak, Gavin dan Zion pernah memiliki rasa kepada Cristal hanya saja, Zion masih saja di pendam sedangkan Gavin adalah mantan kekasih Cristal selama satu tahun.
Zack yang memiliki kekuasaan atas Cristal pun, segera menghampiri Cristal.
"Sayang, lebih baik kamu masuk ya, jangan biarkan hawa panas ini merasuk dalam tubuhku." sindir Zack.
"Baiklah, aku masuk dulu. Selamat menikmati pestanya." Cristal pun bangkit berdiri dan segera meninggalkan ke empat pria tersebut.
"Malik, aku ingatkan ya, kamu hanya sebatas Dokter dan juga teman masa lalu Cristal, jadi jangan bertidak lebih dari itu, atau aku bisa bersikap berutal kalau sedang marah." Gertak Zack, dan Malik menyeringai.
To Be Continued...