Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)

Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)
ABD~44


Zack mencari informasi mengenai Ernando secara diam-diam tanpa sepengetahuan Cristal dan tanpa teeduga sebuah kabar mengejutkannya. Ernando ternyata telah di bebaskan dua hari setelah di tanggkap.


Alasan lain membuat zack terkejut, Ernando bebas bersyarat dengan alasan bukti yang diberikan Al belumlah kuat untuk menjerat Ernando dan itu berarti Cristal belum bisa tenang.


Zack tidak ingin sesuatu terjadi pada istrinya karena kelalaian sekecil apapun, hingga membuat Zack memikirkan sesuatu untuk menjaga istrinya di saat dirinya tak bersama juga mengawasinya jarak jauh.


Pagi-pagi sekali zack sudah berkutat di dapur bersama beberapa pelayan untuk menyiapkan bekal makanan yang harus di bawa Cristal ke kantor.


"Pagi sayang." Sapa Zack yang baru selesai dengan pekerjaannya di dapur.


Cristal yang baru bangun, hanya membalasnya dengan senyuman sambil menggeliat merenggangkan otot-otot ditubuhnya.


"Darimana mas? Kok pagi-pagi sudah berpeluhan dan bau apa ini ..." Cristal mengendus bau di tubuh Zack yang baru saja mencium keningnya.


"Mas habis masak? Tubuh mas bau rempah." imbuh Cristal sambil menutup hidungnya.


"Mas sudah siapkan bekal buat kamu, nanti selama di kantor makan makanan yang sudah mas siapkan dan jangan jajan sembarangan tanpa terkecuali walaupun itu di kantin perusahaan." larang Zack.


"Baiklah suamiku tersayang, istrimu yang baik hati ini akan selalu menurut demi kebaikan baby kita juga."  Cristal menangkup wajah suaminya dengan gemas.


"Cepat bagun dan mandi duluan, kita bergantian, soalnya kamu itu mandinya lama sekali belum lagi pilih baju, pakai makeup, di tambah masih bingung pakai aksesoris, hah...  itu semua membutuhkan waktu lebih dari satu jam." Keluh zack yang harus ekstra sabar menunggu Cristal sampai selesai agar bisa sarapan bersama.


Dengan berlagak tak mendengar, Cristal langsung bergegas pergi ke kamar mandi. Sedangkan zack meminta pelayan menyiapkan semua kebutuhan istrinya untuk mempersingkat waktu karena Zack masih harus mengantar istrinya sebelum pergi ke kantornya sendiri.


*


*


Setelah selesai sarapan mereka pun segera pergi bekerja ke kantor masing-masing. Sesuai kesepakatan bersama, selama Cristal masih mampu bekerja ia akan tetap bekerja tapi jika kondisinya tidak mendukung maka Cristal harus istirahat total di rumah.


"Mas aku masuk kantor dulu ya, nanti kalau mas dah sampai kantor jangan lupa kasih kabar." Sebelum keluar dari dalam mobil Cristal mencium tangan zack dan setelah itu keluar membiarkan zack melanjutkan perjalanannya menuju perusahaannya Cs.


"Selamat pagi Bu. " Sapa Neil yang muncul di belakang Cristal.


"Pagi Neil. Tolong bawakan itu ke ruangan." Cristal menyerahkan bekal makanannya pada Neil, dan segera masuk ke dalam kantor di ikuti Neil  dari belakang.


Semua karyawan yang melihat kedatangan Cristal, langsung menyapa dan Cristal membalasnya dengan senyuman sambil berlalu menuju lift.


"Maksud Ibu? Beda dari segi apa ya? Takutnya saya salah ucap."


"Tidak jadi, kamu kan laki-laki jadi mana tahu yang aku maksud," jawab Cristal dengan ketus. Neil hanya bisa menggaruk kepala bingung.


Sesampainya di ruangan, Neil menaruh tantang bekal di atas meja Cristal.


"Kapan ya aku bisa punya istri? Lihat Ibu Cristal yang makin hari makin terlihat aura kebahagiaannya, aku jadi pengen segera punya istri." ucap Neil di depan atasannya itu, membuat Cristal manaikan alisnya sebelah.


"Kalau ngebet pengen nikah, buruan cari ceweknya dan langsung di ajak nikah, simpel kan." Saut Cristal sambil menunggu chat dari suaminya.


"Nyari cewek tu gak segampang cari gorengnya Bu, yang dimana-mana ada. Cari cewek itu butuh ketelitian, seperti memeriksa dokumen, salah sedikit bisa berakibat fatal, yaitu sakit hati."


"Kalau bingung, minta paman Adi nyarikan jodoh buat kamu, pilihan orang tua itu pilihan terbaik." Saran Cristal sesuai pengalamannya yang di jodohkan leh orang tuanya.


"Gak ah, pilihan papa gak ada yang sesuai dengan kriteriaku." Saut Neil membuat Cristal geleng kepala, bingung nyari calon istri, di carikan malah gak sesuai.


Tak lama Lita pun masuk, dengan membawa laporan agenda Minggu sesuai permintaan Cristal.


"Padat sekali jadwal minggu ini," ucap Cristal sambil membaca laporan.


"Semua sudah sesui jadwal Bu, dan hari ini jadwalnya kunjungan di gudang cabang, untuk pengecekan ketersediaan bahan baku secara langsung dan kepala gudang sudah mempersiapkannya," jelas Lita.


"Baiklah, atur sesuai jadwal setengah jam lagi baru kita berangkat, aku masih ingin istirahat sebentar."


"Baik Bu, kalau begitu saya permisi dulu." Lita pun berlalu pergi sambil melirik Neil sekejap.


Sama halnya dengan Lita ternyata Neil juga curi-curi pandang saat Lita berlalu.


" Kalau suka jangan cuma di lirik, tapi di dekati," ucap Cristal sambil menutup mata.


_TBC ...


JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR KALIAN 👍👍👍