
"Mau pergi kemana?" tanya Cristal seraya melirik koper yang ada di samping Zion.
"Apa Zack tak bilang? Hm... Aku kan ke Australia selama dua Minggu untuk perjalanan bisnis. Kira-kira apa kau akan merindukan aku?" tanya balik Zion menggoda.
"Tentu saja tidak, Karena aku sudah punya saudaramu. Aku cuma titip saat kembali nanti, bawakan aku calon ipar, biar nanti aku gak sendirian jadi menantu di keluarga Casandro. Apa kamu bersedia?"
"Apa kamu bercanda? memangnya cari istri itu seperti cari gorengan, dimana saja bisa di temukan. Tidak-tidak, aku tidak mau berjanji, lagian aku sudah bilang kalau aku tidak akan menikah."
"Kalau begitu bagaimana kalau aku yang Carikan jodoh. Kau harus menikah Zion, nanti dikira orang kamu pecinta sesama, aku gak mau sampai orang berkata seperti itu padamu. Please... lakukan demi aku ya." bujuk Cristal.
"Apa kamu sungguh-sungguh ingin aku menikah? " tanya Zion dengan penuh harapan agar Cristal berkata tidak.
"Benar Zion, aku mengharapkan itu."
Jawaban Cristal membuat Zion benar-benar kecewa. Ia pun segera memakai jaketnya. "Aku berangkat." Pamit Zion dengan dingin, lalu segera menarik kopernya meninggalkan Cristal.
"Zion... apa kamu marah? aku tidak bermaksud menyinggungmu." ucap Cristal setengah berteriak, namun Zion tak menggubrisnya dan segera berangkat di antar sang supir ke Bandara.
"Hah... apa kata-kataku tadi benar-benar menyinggung Zion." gumam Cristal sambil menahan air mata.
"Jangan di ambil hati sayang, begitulah Zion. Mommy sendiri saja tidak bisa membujuknya, apa lagi kamu. Biarkan dia melakukan apa yang dia mau. Yang terpenting dia baik-baik saja itu sudah cukup bagi mommy." Tutur Klara yang mendapati Cristal yang sedih.
"Aku hanya ingin melihat Zion bahagia Mom, apa itu salah." Cristal menyandarkan kepalanya di pundak Klara sebagai sandaran bebannya.
****
...Beberapa hari kemudian. "Australia"...
"Maaf... Aku tidak sengaja... Aku akan bersihkannya." Gadis itu ingin membersikan jas Zion dengan tisu namun di tepisnya.
Seorang gadis tanpa sengaja, menumpahkan minuman yang di pegangannya dan mengenai jas yang di kenakan Zion.
"Oh... shiitt. Kalau jalan pakai Mata, bukan pakai lutut. Bikin kotor saja."Saut Zion geram karena kesal. Rencananya untuk pertemuan mitting pun harus tertunda, Saat Zion harus mengganti pakaiannya terlebih dulu.
Zion pun tak ingin berdebat karena waktu yang terbatas. Ia pun melenggang pergi dan kembali ke mobil untuk menggantinti Jas yang kotor dengan yang baru, tanpa memperdulikan gadis yang sudah membuatnya kesal itu.
Setelah selesai, Zion kembali masuk kedalam restoran tadi dan segera menuju ke salah satu meja yang sudah dipesan dan mendapati kliennya sudah menunggu.
Zion beberapa kali minta maaf dan menjelaskan apa yang terjadi. Untung saja klien tersebut pengertian dan masih memberi kesempatan pada Zion untuk melanjutkan membahas tentang kerjasama.
Hampir satu jam lamanya Zion metting dengan kliennya dan akhirnya kesepakatan pun di dapat.
"Terimakasih atas kerjasamanya, dan selamat bergegas dengan Cs Company, saya jamin kerja sama ini akan menguntungkan kedua perusahaan." Zion dan kliennya pun saling menandatangani dan berjabat tangan kesepakatan.
Mereka pun pergi lebih dan meninggalkan Zion yang masih melanjutkan makannya.
Zion pun segera meninggalkan restoran, namun langkahnya terhenti, saat mendapati gadis yang menabraknya sedang di marahi oleh manager restoran, karena tidak bisa membayar makanan yang sudah banyak ia pesan.
"Aku minta maaf, dompetku hilang dan semua uangku, kartu kredit dan kartu debit ku hilang ikut serta dompet. Aku akan membayarnya dengan tenaga bagaimana. Aku bisa cuci piring, membersikan lantai dan lainnya." jelas gadis itu.
"Tidak bisa, jika kamu tidak bisa membayar, kami akan panggil polisi untuk menahan anda," ancam sang menager. Gadis itu pun memohon-mohon sambil terus menjelaskan masalahnya.
"Em... permisi. Ada masalah apa ini?" tanya Zion saat menghampiri. Manager itu pun menjelaskan masalahnya.
"Biar aku yang bayar semua makanan yang di pesan, berikan bill nya, aku akan membayarnya." ucap Zion. Mata gadis itu langsung terbelalak, tak percaya dengan orang yang sudah ia tabrak tadi masih mau membantunya.
"Terimakasih banyak tuan, aku kan mengganti semuanya nanti." ucap gadis itu berulang-ulang.
"Kalau tidak punya uang, jangan sembarang masuk restoran." ucap Zion lalu meninggalkannya.
Gadis itu membuntuti Zion dari belakang. Hal tersebut di sadari Zion namun dia abaikan. Zion pun segera pergi meninggalkan restoran dan kembali ke hotel.
To Be Continued ☺️☺️☺️