
Saat sang mentari timbul, kegaduhan pun muncul. Zack tak kunjung pulang, padahal tinggal menunggu beberapa jam lagi, acara resepsi akan di adakan. Cristal pun semalaman tak bisa tidur menunggu suaminya pulang, namun yang ada sampai sekarang tak kunjung pulang.
Kelvin memerintahkan anak buahnya mencari keberadaan Zack sampai di temukan. Klara tak henti - hentinya menangis saat mendapati putranya menghilang.
Namun di kamar Cristal hanya menatap cermin, memandang wajah polosnya tanpa make-up, Tak ada air mata yang jatuh.
"Ternyata kamu masih nekat juga ingin menghancurkan hidupku. Kali ini aku tak akan tinggal diam, kamu akan menanggung akibatnya, akan aku buat kamu menyesal." Ucap Cristal seorang diri, dengan penuh amarah. Cristal segera meraih ponselnya dan menghubungi Adi.
["Paman, siapkan mobil. Kita kan pergi."]Perintah Cristal dan langsung mematikannya tanpa menunggu jawaban dari Adi yang sudah berada di kediaman Casandro.
Cristal pun langsung bangkit dari kursinya dan langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamar.
Cristal mengacuhkan semua orang yang sibuk dengan pencarian Zack dan langsung pergi tanpa pamit pada mertuanya.
"Kita pergi sekarang paman." perintah Cristal saat hendak masuk dalam mobil. Adi pun berangkat dan menuju tempat yang di tunjukan Cristal.
Adi memperhatikan Cristal dari kaca spion, wajahnya di selimuti amarah, namun tak ada kesedihan sama sekali di wajahnya, padahal semua orang sedang sibuk mencari suaminya namun Cristal terlihat cuek tak memperdulikan Zack kembali atau tidak.
"Nona kita sudah sampai." Ucap Adi, saat sampai di sebuah apartemen mewah.
"Paman tunggu di sini, aku ingin menghabisi seseorang." Ucap tegas Cristal yang masih diselimuti kemarahan, membuat Adi terkejut.
"Non, apa yang ingin non lakukan." Tanya Adi sedikit berteriak namun tak di hiraukan Cristal. "Apa yang harus aku lakukan, mengikutinya dan memastikan Nona Cristal tidak bertindak nekat. " Adi pun memutuskan untuk mengikuti dari belakang dan memastikan Nona mudanya baik-baik saja.
Cristal menekan bel apartemen dan berharap penghuninya segera membukakan pintu untuknya. Benar saja tak lama, seorang wanita membukakan pintu.
"Ternyata kamu. Ada apa datang ke apartemenku?" Tanya Amora dengan penuh pura-pura.
"Kamu sembunyikan dimana suamiku?"tanya Cristal lalu mendorong tubuh Amora.
Cristal segera masuk dan menuju kamar, untuk mencari seseorang. Hatinya benar-benar hancur melihat apa yang ada di depannya. Amora menyeringai puas menyaksikan Cristal melihat dengan matanya sendiri, Zack sedang tertidur di ranjang yang berbalut selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Ooopppsss, katahuan juga. Kamu bisa lihat kan sekarang, jika aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan, termasuk mendapatkan suamimu dengan mudahnya. Apa kamu tahu, kami telah bercinta semalaman." Dengan santainya Amora berbicara dengan Cristal.
Cristal yang geram pun tak bisa menahan diri, dan secepat kilat melayangkan tamparan yang keras di wajah Amora.
Plakkkk....
"Ini tampan, buat kamu yang sudah merebut kak Gavin dariku."
Plakkkk...
"Ini buat kamu yang sudah bercinta dengan suamiku."
"Ini untuk, persahabatan palsumu."
Plakkkk...
"Ini sebagai balasan, buat kamu yang sudah berani mengancam ku." Empat kali tamparan bertubi-tubi di berikan Cristal tepat di wajah Amora, hingga darah segar mengalir di sudah bibirnya dan jatuh tersungkur.
Cristal kembali menjambak rambut Amora agar dia berdiri.
"Aaaauuuhhhh, sakit..." Amora berteriak menahan rasa sakit di kepala, akibat jambakkan Cristal yang terlalu kuat.
"Dengarkan aku Amora, Kali ini kamu mencari musuh yang salah. Aku bukanlah Dora yang dulu selalu membutuhkan bantuan. Aku Cristal Aurora Scorpio, dan saat ini juga akan memberimu pelajaran yang tak akan pernah kamu lupakan seumur hidupmu." Ancam Cristal dan mengeluarkan pisau dari sakunya dan meletakkannya di pipi mulus Amora.
Secepat kilat, Amora melawan dan berhasil mendorong tubuh Cristal hingga jatuh dengan terhentak.
"Aaaauuuhhhh." Cristal meringis kesakitan sambil menahan perutnya. Dan saat itu Zack baru sadarkan diri setelah efek obat biusnya habis.
Zack yang masih dalam kondisi kebingungan, lalu mendapati istrinya sedang meringis kesakitan.
"Cristal..." Zack langsung menghampiri Cristal untuk menolongnya, namun Cristal menampik tangan Zack dan mendorong tubuhnya.
"Jangan pernah dekat-dekat denganku lagi." Ucap Cristal.
"Dengarkan aku sayang, ini salah paham, aku tidak tahu kenapa aku ada disini, terakhir aku pergi ke toko perhiasan, sebelum tiba-tiba seseorang membius ku dari belakang dan tahu-tahu saat aku sadar aku sudah ada di sini seperti sekarang." Zack mencoba jelaskan namun Cristal tidak mau mendengarkannya lagi.
Cristal berusaha bangkit berdiri, dan kembali menghampiri Amora. "Kita selesaikan masalah ini sekarang Amora, aku kan membunuhmu sekarang juga." Teriak Cristal yang sudah seperti dirasuki setan. Rasa sakit di hati Cristal sudah memenuhi relung hatinya dan ingin sekali Cristal melenyapkan Amora.
Secepat kilat, Zack menahan tubuh Cristal agar tidak bertindak lebih nekat lagi. Sedangkan Amora memilih kabur saat ada kesempatan.
"Sadar sayang." Zack memeluk tubuh Cristal dengan erat, walaupun beberapa kali Cristal memberontak, namun akhirnya mengalah dan mulai tenang. Tangis Cristal pun pecah seketika, setelah berusaha tetap menahannya.
"Kamu jahat mas, kamu sudah membuatku kecewa mas, aku tidak bisa memaafkan kamu lagi, tidak bisa." Ucap Cristal dengan emosi.
"Maafkan aku sayang, aku tidak melakukan apapun, aku tidak pernah merasa menyentuh Amora. percayalah padaku." Jelas Zack.
"Cepat bersiap, dan kita kembali. Jangan buat orang tuamu kebingungan di rumah." Ucap Cristal tiba-tiba saat menjauhkan tubuhnya dari zack.
"Iya, baiklah, kita segera kembali." Zack pun segera membenahi pakaiannya dan segera meninggalkan apartemen Amora bersama Cristal.
_TBC...
jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya.☺️☺️☺️