Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)

Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)
ABD~56 Berharap Maaf


Pagi-pagi sekali, Cristal sudah bermain di pantai seorang diri. Menikmati pemandangan yang menyegarkan mata. Ombak berkejaran menyambutnya. Mentari dengan malu-malu menyapa dirinya yang sedang merasa bahagia.


Cristal duduk ditepian pantai, dan hanya beralaskan pasir putih yang bersih.


"Sungguh indah pantai disini," ucap Gavin yang tiba-tiba saja berada di sebelah Cristal. Keduanya saling menatap sejenak, lalu memalingkan wajahnya masing-masing dan memilih memandangi air laut.


"Din, aku tahu kamu masih membenciku, karena kesalahan yang pernah aku perbuat dulu, menyakiti hatimu tanpa perasaan. Aku pun bisa terima jika kamu tak mau memaafkan aku. Din, Keikutsertaan aku kemari, bukan keinginan dari Zack, tapi aku yang memaksa dia untuk mengajak diriku, karena hanya dengan begini aku bisa bertemu denganmu lagi." Jelas Gavin, dan Cristal hanya mendengarkan saja.


"Lalu, setelah kamu bisa bertemu denganku, apa yang ingin kamu lakukan? ingin melihatku semakin membencimu, atau ingin melihatku menangis!" tanya Cristal tanpa perasaan lagi.


"Bukan gitu Din, aku tidak ingin melihat kamu menangis. Aku hanya berharap setelah hari ini kamu mau memaafkan aku, atas semua kesalahanku, Aku janji setelah hari ini aku tidak akan pernah melihatkan wajahku di depanmu lagi. Asalkan kamu bisa memaafkan kesalahanku, agar aku bisa menjali sisa hidupku tanpa beban rasa bersalah padamu."


Cristal menyeringai tak percaya, "Apa gunanya kamu mengejar maaf dariku, bukankah itu tidak ada gunanya. Kau bilang aku ini hanyalah wanita yang menjijikkan." Saut Cristal yang masih di selimuti rasa benci. Masa lalu yang menyakitkan hati, sangat sulit untuk di kubur.


"Dinda, sebegitu bencinya kah kamu, sampai kata-kata itu masih saja kamu ingat, aku khilaf Din, Aku benar-benar menyesal atas semua kata-kataku itu. Din tolong dengarkan permintaan maafku ini untuk yang terakhir kalinya. Aku benar-benar minta maaf, setelah ini aku tidak tahu kapan lagi aku bisa minta maaf." Gavin meraih tangan Cristal dan menggegamnya, ia pun berkata dengan sungguh-sungguh.


"Maksudmu, kenapa kamu bilang ini yang terakhir?"


"Aku sakit Din, dokter sudah memvonis aku, kalau waktuku tidak akan lama lagi. Walaupun berusaha berobat, itu semua sia-sia tetap tidak akan bisa sembuh. Jadi maukah kamu memaafkan aku, untuk yang terakhir kalinya. Agar aku bisa pergi dengan tenang."


"Aku-" Cristal pun mengangguk, kata-kata tak bisa keluar dari mulutnya. Antara rasa kasihan dan benci membuatnya tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.


Mendapatkan jawaban maaf dari Cristal, Gavin pun menitikkan air mata dan langsung memeluk Cristal dengan erat.


"Terimakasih, Din. Akhirnya aku bisa pergi dengan tenang tanpa menunggu rasa bersalah."


Cristal masih saja, bermain di pinggiran pantai sampai Zack datang menghampiri dan langsung memeluk istrinya dari belakang.


"Mas apa yang kamu lakukan, lepaskan aku." Cristal memberontak dan melepaskan pelukan Zack. Ia pun mengacak pinggang dan berhadapan dengan Zack yang memakai baju terbuka tanpa ada yang di kancing dan memperhatikan dada bidangnya.


Zack pun memercikkan air pantai de tubuh Cristal beberapa kali sambil tertawa.


"Mas ..., sudah nanti basah." Cristal menggunakan tangannya menjadi tameng agar tidak mengenai wajahnya.


Mereka pun bermain bersama, tanpa ada yang mengganggu, serasa semua hanya milik berdua, hingga keduanya basah kuyup karena bermain air.


Mereka pun kembali ke Villa, saat di rasa hari mulai panas, Zack menggendong Cristal dari pantai hingga Ke Villa.


Keduanya kembali akur, setelah kesalah pahaman Cristal kepada suaminya terjawab, dan Cristal pun minta maaf pada Zack, atas sikapnya.


Tak lama setelah keduanya membersikan diri, tiba-tiba kabar duka pun datang menghampiri dan membuat keduanya syok, tak percaya dengan kabar yang di katakan mereka.


"Mas, ini tidak benar kan mas, dia tidak benar-benar mati kan!"


"Sabar sayang, mungkin ini takdirnya."


To Be Continued.