Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)

Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)
ABD~2 Kontrak palsu


"Mom, kenapa kita kesini?" tanya Za saat tau dirinya di bawa Cristal ke makam. Cristal berusaha tersenyum dan berusaha menjelaskan pada Za tujuannya.


Sampai usianya yang sekarang ini, Za belum pernah di bawa Cristal datang ke makam Kakek dan Neneknya.


"Kita akan berkunjung ke makam orang tua Mommy, yaitu kakek dan Neneknya Za. Maafin Mommy, kalau Mommy tidak pernah membawa Za kemari." Cristal menggandeng tangan Za dan mengajaknya menuju makam orang tuanya yang dimakamkan dalam satu liang lahat.


Setelah sampai Cristal dan Za menabur bunga di atas makam orang tuanya, " Ma, Pa. Maaf Cristal datang membawa cucu kalian, dia sekarang sudah besar, dan sangat tampan." ucap Cristal seorang diri. Melihat mommynya yang bicara dengan Nisan di depannya Za pun langsung menegurnya.


"Mom, kok bicara dengan Nisan? Memangnya bisa dengar Mommy bicara?" tanya Za yang membuat Cristal langsung terdiam.


"Mom, Apa Daddy nakal dengan Mommy? sampai Mommy gak mau bicara dengan Daddy dan malah bicara dengan kuburan?" tanya Za lagi sambil tangan mungilnya menangkup wajah Mommynya.


Cristal menggegam tangan mungil putranya, "Maafkan Mommy nak, Mommy lupa jika Mommy punya anak yang sudah besar, sudah bisa paham apa yang terjadi dengan Mommy,"


"Mommy jangan marah-marah terus ya, kasian Adik-nya Za, nanti adik nya Za ke bangun." tutur Za yang bersikap dewasa.


Setelah berkunjung dari pemakaman, Hati Cristal sedikit lebih tenang, bisa mengutarakan semua beban dipikirannya pada ke dua orang tuanya, walaupun berulang kali di tegur Za saat ia bicara seorang diri.


Cristal pun mengajak Za pergi ke mall untuk jalan-jalan menghabiskan waktu berdua dengan putranya, ia tak ingin buru-buru pulang dan melihat wajah Meri masih di sana di tambah sikap Zack yang seperti di butakan keadaan memuat Cristal semakin enggan untuk pulang.


Saat sedang asik jalan-jalan, ponsel Cristal berdering dan itu panggilan dari Neil yang memintanya untuk datang ke kantor agensi untuk menandatangani beberapa dokumen.


"Za, kita sudah dulu ya mainnya, kita jalan-jalan lagi ke tempat lain." Bujuk Cristal, agar mau di bawa ke pergi.


Saat di perjalanan Za yang awalnya diam, tiba-tiba bicara sesuatu yang membuat hati seorang ibu benar-benar hancur.


"Mom, Nanny Meri itu nakal sekali Mom." ucap Za.


"Maksud Za? apa Nanny melakukan sesuatu pada mu nak?" tanya Cristal dan Za mengangguk.


"Nanny Meri, sering cubit Za, tapi Nanny Meri marahin Za, gak boleh ngadu sama Mommy nanti katanya bakal nyakitin adeknya Za." jelas Za sambil menunjukkan beberapa bekas cubitan yang masih membiru di beberapa tempat.


Cristal langsung memeriksa beberapa bagian tubuh Za yang masih biru akibat cubitan Meri.


Cristal terkejut dan tak pernah terpikirkan jika, Meri tega menyakiti putranya, ' Apa salah anakku, sempai dia begitu tega menyakiti Za. Aku tidak bisa tinggal diam, dia harus bertanggung jawab sudah menyiksa za' gumam Cristal dan memotret lengan dan paha Za yang lebam dan mengirimkannya pada Zack agar ia tau bagaimana sikap Meri yang sebenarnya.


"Mulai besok, Za tidak lagi di urus Nanny Meri, Mommy sendiri yang akan mengurus Za lagi. Maafkan Mommy ya nak, Mommy yang salah, lalai mengawasi kamu dan percaya pada orang lain." Cristal pun memeluk putranya dan berulang kali mencium kening putranya karena rasa bersalah.


Tak lama mereka sampai di kantor agensi dan mendapati Neil ada di sana juga seorang wanita tua yang sedang menunggu dirinya.


"Kita akan memecat Nanny Meri, biar gak ad


yang nakal lagi sama Za." jelas Cristal memberi pengertian.


Cristal pun menghampiri Neil yang sudah menunggu.


"Nona, akhirnya anda datang juga, Wanita ini nona, tiba-tiba datang dan memohon untuk tidak memutuskan kontrak." jelas Neil dan wanita itu tiba-tiba bersimpuh dan memeluk kaki Cristal.


"Ada apa ini? cepat bangun. Aku tidak suka seperti ini." Cristal berusaha membangunkan wanita itu namun dia tetap tidak mau berdiri.


"Nona, tolong jangan putuskan kontrak kerja saya Nyonya, Jika Nona putuskan, saja tidak akan bisa bekerja lagi nyonya, sedangkan saya masih butuh pekerjaan. " jelas wanita tua itu.


"Maaf Bu, saya tidak kenal ibu, dan ibu tidak bekerja di tempat saya, bagaimana saya memutuskan kontrak dengan ibu." saut Cristal dan terus berusaha membangunkan wanita tua tersebut.


"Nona, ternyata surat kontrak yang Nona tanda tangani sebenarnya dengan wanita ingin bukan dengannya."


"Apa?! lalu bagaimana bisa Meri yang datang." tanya Cristal yang masih tak percaya dan ia masih bingung. Jelas-jelas waktu ia tanda tangan sudah ia baca berkasnya dan jelas-jelas yang itu Meri bukan wanita yang sedang di depannya.


"Maafkan saya Nona, itu putri saya, dia memaksa untuk menggantikan saya untuk di kirim ke rumah Nyonya, dia mengganti nama dalam dokumen tanpa sepengetahuan siapapun, dan sekarang saya datang kesini memohon kepada nyonya tolong maafkan putri saya, saya akan bertanggung jawab dengan apa yang sudah dilakukan putri saya, tapi saya mohon jangan putuskan kontraknya Nyonya." wanita itu terus menjelaskan dan memohon-mohon mengharap belas kasih Cristal.


Cristal kepalkan ke dua tangannya, menahan amarah karena sudah di permainan di tambah anaknya sudah di siksa oleh Meri.


"Maafkan aku Bu, aku tidak bisa mengabulkan permohonan mu, ini sebagai pelajaran untuk tidak mempermainkan sebuah pekerjaan, kau sama saja sudah mengabaikan pekerjaanmu dangan menyerahkannya kepada putrimu yang tidak tau malu itu." jawab Cristal tegas tanpa memperdulikan lagi wanita itu terus memohon.


"Neil antarkan aku masuk, aku ingin segera menyelesaikannya."


Neil pun segera membawa Cristal untuk bertemu langsung dengan pemilik agensi. Setelah menyelesaikan tanda tangan berkas, Cristal pun nampak lega, walaupun ia harus membayar denda pemutusan kontrak yang dia lakukan.


"Maaf aku memberi penilaian yang jelek untuk agensi sebesar ini, karena kelalaian yang kalian lakukan, keluargaku dan juga anakku menjadi korban, ini pelajaran lagi dan jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi dari oknum tidak bertanggung jawab seperti wanita itu." ucap Cristal mengakhiri urusannya.


"Maafkan kami nyonya, dan kami menerima penilaian ada Karena ini memang kesalahan kami, dan sudah kami pastikan jika agensi Rosela tidak akan memperkerjakan wanita ini Lagi. Saya harap jika lain kali membutuhkan Nanny masih mempercayakan kami lagi." ucap manager agensi Rosela.


"Entahlah aku ragu itu. Baiklah aku harus segera pulang dan segera mengusirnya dari rumahku. Permisi." Cristal pun meninggalkan Kantor agensi dan untuk kembali ke rumah dan bersiap mengusir Meri.


To be continued ☺️☺️☺️