Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)

Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)
ABD~79


Menyadarkan punggungnya di kursi sambil menatap layar laptop yang ada di atas meja kerja dan berkutat dengan pekerjaan yang masih menumpuk.


Terdengar suara pintu terbuka dah membuat Zack melirik sekilas, Sosok Cristal masuk sambil membawa secangkir kopi untuknya sebagai teman lembur kerja.


"Ini mas kopinya, biar gak ngantuk." ucap Cristal sambil meletakkan cangkir kopi tersebut di atas meja.


"Mas, sepertinya aku ingin kembali bekerja, apa mas bakal mengizinkan." tutur Cristal dengan ragu-ragu. Zack menghentikan pergerakan jemarinya dari atas keyboard dah memutar kursi yang ia duduki agar bisa menatap istrinya.


"Kenapa kamu ingin kembali bekerja? apa kamu bosan tinggal di rumah? Apa kamu sudah pikiran Za jika kamu sibuk di kantor?" tanya Zack sambil meraih tangan Cristal dan mengusapnya lembut.


"Aku sudah pikirkan mas, aku akan membawa Za bekerja di temani baby sitter. Aku bukan tipe wanita yang hanya mengandalkan suami, Aku sudah terbiasa bekerja jadi rasanya ada yang kurang kalau hanya duduk diam di rumah. Izinkan aku ya mas, aku janji akan membagi waktuku semaksimal mungkin dan tidak akan mengabaikan kamu." Bujuk Cristal untuk mendapatkan izin dari suaminya lagi.


Zack berfikir sejenak lalu mengangguk. " Baiklah aku mengizinkanmu kembali bekerja, tapi kamu harus ingat dengan kewajiban kamu sebagai seorang istri dan juga ibu, jangan karena pekerjaan, nanti membuatmu mengabaikan kami." jelas Zack, Cristal sangat bahagia mendapatkan izin dari suaminya, ia pun langsung memeluk Zack.


"Makasih ya mas, kamu memang suami paling pengertian, love you mas."


Drrrtt


Drrrtt


Ponsel di saku Cristal bergetar, Cristal segera mengambilnya dari dalam saku dan mendapati nama Alira muncul di layar ponselnya.


'Alira, kenapa dia menghubungiku malam-malam begini? Apa terjadi sesuatu dengan papa?" gumam Cristal sebelum mengangkat panggilan dari Alira.


📱'Ya Alira ada apa?"


📱' Papa memaksaku menghubungi mu, papa bilang ingin bertemu denganmu dan juga anakmu malam ini juga.'


📱' Malam ini? Ini sudah malam, apa papa tidak bisa menunggu besok?'


📱'Tidak bisa, dia mau kamu datang malam ini juga, Cepat datang. Apa kamu gak kasihan dengan papa yang sakit, masih kamu minta untuk menunggu.'


📱'Iya baiklah, aku akan kesana. Bilang papa untuk menungguku'


Delima selalu saja menghampiri jika berhubungan dengan orang tua angkatnya. Jika ingat masalah perlakuannya, Cristal sangat benci namun di sisi lain, orang tua angkatnya memiliki jasa yang besar dalam membesarkannya walaupun tak seperti yang di dambakannya.


"Ada masalah apa sayang?" tanya Zack memecah lamunan Cristal.


"Ha... ini Alira menghubungiku, papa ingin bertemu denganku dan juga za," jalas Cristal.


Zack melirik jam dan sudah menunjukkan pukul sepuluh malam." Ini sudah malam, tidak bisakah kesananya besok saja."


"Mauku begitu mas, tapi papa tidak mau menunggu sampai besok, papa maunya Sekarang."


Zack segera menantikan laptopnya." Baiklah kalau begitu biar mas antar, aku juga mau lihat kondisi papa angkatmu." ucap Zack dan beranjak dari kursi kerjanya untuk menghampiri Cristal.


Akhirnya mereka pun berangkat menuju rumah Aryo dengan membawa Baby Za yang masih tertidur lelap. Butuh waktu hampir satu jam untuk sampai ke tempat tinggal lama Cristal.


Sesampainya di kediaman Aryo, Zack segera memarkirkan mobilnya dan Cristal segera keluar bersama Za.


Sama seperti sebelum -sebelumnya tak ada yang menyambut kedatangannya. Cristal segera masuk dan mendapati Kusuma dan juga Alira sedang menunggu Aryo yang tengah terbaring.


"Akhirnya kamu datang juga. aku kita kamu tidak akan mau menginjakkan kaki di rumah ini setelah memutuskan hubungan dengan kami." Ucap kusuma saat menghampiri Cristal.


"Aku hanya ingin bertemu dengan papa bukan ingin berdebat denganmu, Permisi aku ingin bicara dengan papa " Cristal menggeser tubuh Kusuma yang menghadangnya.


Cristal duduk si sisi ranjang dan meraih tangan Aryo.


"Pa, aku sudah datang." ucap Cristal membangunkan. Mendengar suara Cristal Aryo pun segera membuka matanya, dan menatap Cristal, bulir Air matanya pun langsung menetes begitu saja.


"Adinda..." panggil Aryo.


"Iya pa, aku datang menemuimu bersama putraku. Papa kenapa jadi seperti ini? Aku pikir papa hidup bahagia setelah aku pergi, tapi nyatanya-, hah... Sudahlah." Cristal menghentikan ucapannya setelah melihat kondisi Aryo yang menyedihkan.