
Akhirnya, jasad Gavin pun dimakamkan di salah satu pemakaman umum. Semua rekan dan kerabat menghadiri upacara pemakaman tersebut.
Setelah semua kerabat meninggalkan pemakaman, Cristal ingin menyentuh nisan Gavin sebelum pergi, namun tubuhnya tiba-tiba di dorong oleh ibunya Gavin hingga Cristal terjengkang ke belakang dengan keras.
"Sayang... " Zack yang terkejut dengan sikap ibunya Gavin terhadap istrinya langsung membantu Cristal untuk bangkit berdiri.
"Apa yang ada lakukan Tante?!" tanya Zack dengan marah.
"Ini semua gara-gara kalian, terutama kamu wanita pembawa sial, kalau saja Gavin tidak nekat untuk datang menemui kamu, tidak mungkin dia akan pergi secepat ini. Kamu memang dari dulu anak pembawa sial, gara-gara kamu kehidupan putraku menjadi berantakan. Pergi kamu dari sini dan jangan pernah sentuh nisan putraku!"
Cristal syok, namun tak bisa berkata apa-apa. Zack yang tak terima pun membalas perkataan nyonya Sweper.
"Nyonya, tanah makam Gavin masih basah, dan anda dengan secepat itu langsung menuduh istriku penyebabnya. Apakah anda tidak berfikir dulu sebelum bicara. Jika istriku pembawa sial, untuk apa putramu memohon-mohon padaku untuk bisa bertemu dengan istriku yang seharusnya aku tolak. Apa anda tahu alasannya? tidak 'kan. Awalnya aku ingin mengusut kejanggalan yang terjadi pada Gavin, tapi setelah melihat perlakuan anda kepada istriku, aku jadi urung untuk melanjutkannya."
"Apa maksudmu? kejanggalan apa itu! Apakah ada yang merencanakan kecelakaan putraku?" tanyanya dengan penuh keterkejutan. Namun Zack terlajur marah. Ia memilih diam dan segera membawa Cristal pergi meninggalkan pemakaman.
*
*
*
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, masa persalinan Cristal pun sudah tiba. Malik sebagai dokter kandungan itupun sudah siap membantu proses melahirkan Cristal.
Ditengah rasa sakit, Cristal dan Zack pun masih sempat-sempatnya untuk berdebat.
"Aku gak mau sesar, aku mau lahiran normal mas!" tolak Cristal sambil menahan rasa sakit.
"Tapi aku gak mau melihat kamu tersiksa sepanjang hari menunggu waktunya! kita pilih opsi kedua ya, biar kamu gak merasakan sakit lagi."
"Tidak. Aku gak mau perutku di robek. Aku mau normal saja mas." jawab Cristal dengan kekeh. Padahal tujuan Zack meminta Cristal untuk operasi sesar karena Zack tidak berani menemani istrinya melewati proses persalinan sedangkan Cristal memintanya untuk menemaninya.
Malik pun datang melerai perdebatan sepasang suami istri yang belum memiliki ujung dan keputusan.
"Baiklah akak akan membujuk suamimu ini untuk menuruti permintaanmu. Normal ataupun sesar sakitnya pun sama, tapi kalau normal masih bisa, lebih baik normal saja."
"Ya, baiklah aku mengalah, karena aku juga tidak bisa merasakan sakitnya dan yang penting keduanya selamat." Zack pun mengalah dan menerima keputusan yang sudah di ambil istrinya dan diapun harus siapkan mental menemani istrinya.
Setelah seharian menunggu dengan rasa sakit yang tak tertahan. Cristal pun masuk ruang persalinan ditemani Zack dan Malik bersama beberapa perawat siap menyambut kelahiran sang bayi.
Saat terdengar suara tangis bayi, tubuh Zack langsung lemas, tenaganya ikut terkuras, padahal bukan ia yang melahirkan.
"Terimakasih sayang, terimakasih atas perjuanganmu untuk menjadi seorang ibu. Aku janji sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyakiti hatimu. Rasa sakit dan pengorbananmu demi melahirkan keturunanku. Kau wanita hebat sayang." puji Zack berkali-kali walaupun lirih, membuat Cristal tersenyum.
Cristal telah berhasil menunjukkan kepada Zack bahwa perjuangan seorang wanita untuk menjadi seorang ibu itu sungguh luar biasa, tak perduli nyawa menjadi taruhannya, melahirkan keturunan baru adalah satu pencapaian luar biasa yang tidak bisa di nilai dengan kata-kata.
"Lebih baik sekarang mas keluar dan beritahu mommy dan Daddy, kalau menantunya sudah berhasil melahirkan cucu pertamanyanya." ucap Cristal lirih, karena tenaganya belum pulih.
Zack pun segera keluar dari ruang persalinan, sesuai perintah Cristal sesampainya di depan pintu, Zack langsung histeris menyampaikan rasa bahagianya telah menjadi seorang ayah.
"Daddy, Mommy, baby Za sudah lahir. Aku resmi jadi seorang ayah Mom." ucap Zack dengan bahagia.
"Akhirnya... Daddy bisa menimang cucu pertama, setelah sekian lama menantikannya." Kelvin sangat bahagia mendengar kelahiran cucunya.
"Kita sekarang resmi jadi kakek dan nenek pa. " saut Klara yang bahagia tak terkira.
****
"Selamat Adinda, akhirnya kamu sekarang menjadi seorang ibu. Tak terasa adik kecilku kini sudah dewasa sekarang." Ucap Malik yang masih berada di ruang persalinan bersama Cristal.
"Terimakasih akak, sudah mau membantu Dinda melewati proses ini. Jasamu sangat besar kak dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah melupakan semua jasa-jasa Akak padaku." saut Cristal sambil tersenyum sebelum di pindahkan ke ruang rawat.
To Be Continued
🙏Mohon maaf terlambat Update, Sudah semingguan ini Author sedang sakit, jadi tidak bisa update novel.☺️☺️🙏