
Tepat dua jam sebelum acara di mulai, Cristal dan Zack kembali dan semua nampak terlihat baik-baik saja.
"Zack, kamu darimana saja, kenapa kamu membuat keluarga kebingungan?" Klara nampak cemas dan langsung menghampiri putranya dan memeriksa kondisi putranya itu.
"Mom, Kita bahas saja semuanya nanti, lebih baik kita segera bersiap sebelum acaranya di mulai." Saut Cristal. Klara pun menyetujuinya.
Akhirnya semuanya pun segera mempersiapkan diri, untuk acara resepsi yang di gelar secara mewah di salah satu hotel, dengan tamu-tamu undangan VIP.
****
Acara yang di gelar pun berjalan sesuai Rencana, banyak tamu undangan berdatangan. Pesta mewah yang dia adakan pun nampak sempurna.
Acara demi acara pun berjalan dengan lancar, keluarga besar kedua belah pihak pun tampak bahagia.
Cristal berusaha menikmati pestanya, begitu juga dengan Zack. mereka mengesampingkan dulu masalah yang baru saja terjadi, agar tidak merusak suasana pesta. Keduanya sepakat akan menyelesaikannya setelah selesai resepsi dan membicarakannya dengan kepala dingin agar tidak terjadi selisih paham antara keduanya.
Di pertengahan acara Neil datang menghampiri Cristal dan membisikan sesuatu di telinganya.
"Baiklah, nanti akan aku buka filenya. Sekarang nikmati saja pestanya." perintah Cristal dan Neil pun kembali menikmati pesta.
"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Zack dengan rasa penasarannya.
Cristal melirik Zack, "Apa mas yakin ingin mengetahuinya?" Senyum menyeringai terpasang di wajah Cristal yang masih kesal dengan suaminya itu.
"Aku ingin tahu, apapun itu." jawab Zack dengan lirih.
"Neil mengirim bukti yang bisa menunjukkan, kata-kata mas itu benar atau bohong, pasti nanti akan terungkap saat aku mengetahuinya." Jelas Cristal.
"Apa kamu masih tak percaya padaku?"
Cristal menatap wajah Zack lebih tajam lagi , "Aku percaya padamu atau tidak itu sekarang sudah tidak penting, tapi aku tetap butuh bukti untuk menggiring Amora dalam jeruji besi, aku tahu mungkin ini akan percuma, karena Amora akan bisa bebas kapan saja."
"Lalu jika kamu tahu, kenapa kamu masih ingin menjebloskannya ke penjara, itu kan... " Zack menghentikan ucapannya.
"Aku ingin buktikan padanya, jika aku bukan wanita lemah lagi, aku bisa melawannya dengan kekuatan dan kekuasaan yang aku miliki sekarang." jelas Cristal dengan tegas. membuat Zack hanya bisa mengangguk dan percaya apa yang di lakukan Cristal itu adalah keputusan yang terbaik.
Mereka pun lanjut menikmati pesta, menunjukkan kepada semua orang bahwa keduanya sedang berbahagia.
"Selamat atas pernikahan kalian, Nona Cristal dan Tuan Zack, semoga kalian selalu bahagia. Terimakasih Nona Cristal, Nona sudah menepati janji akan mengundang saya di acara bahagia Nona, dan ada hadiah kecil dari saya, semoga Nona menyukainya." Pimpinan Cobra itu pun memberikan kotak pada Cristal dan diminta untuk membukanya. Cristal pun segera membuka dan langsung di perlihatkan sebuah kunci.
"Ini kunci apa tuan? tanya Cristal saat mengangkatnya dari dalam kotak.
"Ini kunci apartemen yang sengaja saya hadiahkan untuk Nona, dan semua berkasnya sudah atas nama Nona, saya harap Nona menyukainya."
"Hadiah ini terlalu berlebihan Tuan, apartemen ini terkenal sangat mahal." Cristal berusaha mengembalikan hadiahnya. Baginya itu terlalu mahal.
"Jangan menolak Nona, ini hadiah kecil dari saya. Siapa tahu dengan begini, suatu hari nanti kita bisa jadi besan." jawab Alex sambil terkekeh. Cristal pun dengan terpaksa menerima hadiah pemberian dari CEO Cobra.
Tak lama, Seorang lelaki tua pun datang menghampiri Cristal, saat hendak menjabat e Cristal, tangan lelaki itu di sambar Al yang tiba-tiba saja muncul dan menjabat tangan lelaki itu.
"Akhirnya kamu muncul juga. Setelah sekian lama aku menunggu waktu ini." Al pun berbicara, lelaki itu menyunggingkan senyumnya lalu menatap Al.
"Ternyata kamu bisa menemukan aku juga. Baguslah agar aku tidak perlu bersembunyi lagi pada kalian semua." Dengan suara besarnya,lelaki yang bernama Ernando itu.
"Om Al, ada apa ini sebenarnya? apa kalian saling kenal?" Cristal pun nampak bingung dengan ekspresi Al yang terlihat jelas kebenciannya.
"Apa kamu tahu Cristal, laki-laki inilah yang aku ceritakan padamu, yang Om curigai dia ada hubungannya dengan kematian orang tuamu." Al membuka salah satu lengan Ernando dan langsung terlihat jelas tato yang di tutupi baju lengan panjang itu sama persis yang di lihat Cristal beberapa kali.
Tanpa rasa takut, Cristal meraih kerah baju Ernando dengan erat.
"Aku baru ingat sekarang, ternyata kamu adalah laki-laki yang membawaku pergi saat kecelakaan itu kan. Kamu yang sengaja membuang ku kedalam panti asuhan itu kan. Benarkan, jawab jujur." Ucap Cristal yang masih menahan amarahnya. Zack dan Al segera melerai agar tidak menjadi ke gaduhan. Sedangkan Al segera menarik Ernando mudur kebelakang menjauh dari Cristal.
"Sabar sayang, kita selesaikan masalah ini nanti, tidak enak kalau sampai kelihatan tamu undangan. Biarkan Om Al yang mengatasinya dulu." Zack berusaha menenangkan Cristal yang sudah diliputi amarah.
Setelah bertahun-tahun, Cristal bertanya-tanya tentang laki-laki bertato yang membawanya pergi dan menghilangkan identitas Cristal, kini dia muncul kembali seperti tanpa ada rasa bersalah dan dengan begitu santainya dia berani datang menunjukkan dirinya.
Cristal pun ingin rasanya segera mengetahui alasannya lalu mencabik-cabik tubuhnya. Karena sudah tidak punya hati nurani lagi dengan membuang dirinya di panti asuhan terselubung itu.
_TBC...
jangan lupa tinggalkan jejak komentar kalian ya, sebagai dukungan.☺️☺️☺️