TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 93


...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...-...


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Grameisya menarik tangan Mia dan Gladis lalu memasukkan mereka ke dalam mobil masing-masing.


"Ada apa Nona?" tanya mereka.


"Bawa para Nona kalian untuk mencari Defli!" perintah Grameisya.


"Kemana Nona?" tanya mereka.


"Kemana saja terserah," ucap Grameisya.


"Baik Nona." angguk supir itu.


Mereka pun berpencar dan mencari keberadaan Defli.


Triring! Triring!


Triring! Triring!


Ponsel Grameisya berdering.


"Halo," jawab Grameisya.


"Kamu di mana? Kok nggak ada di sekolah?" tanya Alneozro.


"Aku tidak sekolah hari ini," jawab Grameisya sambil melihat keluar jendela.


"Kenapa?"


"Aku sedang mencari Defli, dia kabur dari rumah kemaren dan nggak pulang ke rumah," jawab Grameisya.


"Ya udah, aku suruh pengawalku untuk mencarikannya," ucap Alneozro.


"Kenapa kau datang ke sekolahku?" tanya Grameisya.


"Tadinya aku ingin berpamitan denganmu," ucapnya sedikit sedih.


"Kau mau kemana?" tanya Grameisya.


"Aku ingin pergi keluar negeri, ada urusan mendadak di perusahaan ku di luar negeri. Aku hanya ingin melihatmu sebelum aku pergi," ucapnya sendu.


"Kau pergilah," ucap Grameisya.


Tiba-tiba saja panggilannya berubah menjadi Video Call.


Grameisya terkejut karena mendadak ada wajahnya.


Alneozro tersenyum. "Jika aku pergi melihat mu dulu, baru aku akan menjadi tenang," ucapnya senang.


"Ya sudah, aku pergi dulu," ucapnya memutuskan panggilannya.


Setelah panggilannya terputus, Grameisya melihat ponselnya yang di sana profil dirinya, tapi bukan dirinya.


Alneozro menelpon para pengawalnya dan ia mengerahkan pengawalnya untuk menyebar di setiap gang dan jalanan.


☘️☘️☘️☘️☘️


Beberapa jam kemudian hingga tengah hari, beluk juga di temukan.


"Kemana sih dia pergi?" tanya Grameisya, saat melewati jalan itu, Grameisya melihat sebuah warung kecil.


"Pak, berhenti!" pinta Grameisya.


"Kenapa Nona?" tanya Pak Ahmad setelah beberapa meter melewati warung itu.


"Aku ingin beli minuman," ucap Grameisya.


"Eh, di mana? Ini tempatnya sepi," ucap Pak Ahmad melihat ke kiri dan kanan hanya ada ada hamparan hutan.


"Ada di sebelah sana, tunggu sebentar ya," ucap Grameisya.


"Baik Nona," jawab Pak Ahmad.


Grameisya pun turun dari mobilnya dan ia mampir di sebuah toko kecil. Toko kecil itu hanya ada satu di sana, dan tempat itu sangat sepi, di setiap ruas jalannya hanya di penuhi oleh hutan dan semak-semak. Karena mereka sudah masuk di perkampungan.


"Pak, mau air mineralnya 2 buah, sama 10 buah roti juga," pinta Grameisya.


"Sebentar ya Nona," ucap penjual itu mengambil botol mineral dan roti.


"Ini Nona," ucap penjual itu memberikan satu plastik barang Grameisya.


Grameisya memberikan uang kepada penjual itu.


"Terima kasih Nona," ucap penjual itu dan Grameisya pun berbalik badan.


"Eh, Nona, tunggu dulu!" panggil penjual itu.


Grameisya balik badan dan menaikan alisnya. "Ada apa?" tanya Grameisya.


"Nona, ini ada kami, setiap orang membelikan makanan harus mencicipi makanan yang kamu buat. Tolong Nona bersedia untuk mencicipinya," ucap penjual itu membawa sepiring yang berisi kue basah.


Karena tidak enak hati, Grameisya mengambil satu.


"Ayo di cicipi Nona," ucap penjual itu.


Grameisya memakan roti itu mengunyahnya lalu menelan.


Akan tetapi tiba-tiba saja kepalanya menjadi pusing, barang bawaannya terjatuh ke bawah.


...❤️❤️❤️❤️❤️...