TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 77


Happy reading 🥰🥰


-


❤️❤️❤️


"Oke, selamat malam," ucap Grameisya. Ia pun memutus panggilannya.


Gladis dan Mamanya menatap kesal ke arah Grameisya.


"Sudah, jangan lihat aku seperti itu, sana bersihkan!" perintah Grameisya.


Dengan manyun, mereka pun pergi.


Tok! Tok!


Tok! Tok!


"Siapa?" tanya Bi Ena berlari menuju pintu kamarnya. Kebetulan Bi Ena belum tidur Saat itu Bi Ena sedang melipat pakaiannya.


Cklek!


"Eh Nyonya Lena," ucap Bi Ena.


"Bi Ena! Di suruh bersihin lantai tuh sama Grameisya," ucap mereka.


"Enak saja! Aku menyuruh kalian! Bukan Bi Ena!" bentak Grameisya.


Mereka terkejut karena tiba-tiba saja Grameisya datang dan sudah ada di belakang mereka.


"Jangan coba-coba untuk lari dari masalah! Atau aku tidak akan berbaik hati lagi!" seru Grameisya.


"I-Iya," jawab mereka gugup.


"Ya, udah Bibi tidur lagi," ucap Grameisya.


"Baik Nona." angguk Bi Ena.


Dengan lemas mereka mengambil pel-pelan, lalu mengepel lantai tangga tersebut.


"Sampai bersih dan tidak ada noda minyak sedikit pun, kalau ada sedikit saja, kalian ulangi kembali mengepelnya!" perintah Grameisya menatap merek tajam.


Dengan manyun mereka pun membersihkan lantai tangga tersebut.


Grameisya mengambil ponselnya dan menelpon sekretaris Adel. Ia berjalan keluar dari rumah dan berdiri di halaman sendirian sambil melihat sekeliling dan memastikan tidak ada orang di luar.


Tuuut! Tuuut!


Tuuut! Tuuut!


"Ini aku Grameisya," jawab Grameisya.


"Eh Nona Grameisya, selamat malam," ucapnya sopan.


"Selamat malam kembali."


"Ada yang ingin Nona katakan?" tanyanya.


"Oh ya, masalah video itu tolong jangan beri tahu dulu pada orang lain dan jangan sampai bocor," ucap Grameisya setengah berbisik.


"Baik Nona. Tapi Nona, baru beberapa yang dapat teridentifikasi mukanya, sisanya belum selesai," ucap sekretaris Adel.


"Tidak apa-apa, aku sudah minta bantuan pada Alneozro tentang masalah ini, intinya tentang video itu, rahasia kan dulu sampai kita tahu identitas mereka. Bahkan dari Papa ku juga," ucap Grameisya.


"Bagaimana nanti kalau Papa Anda bertanya? Karena saya juga tidak bisa menyimpan rekaman ini lebih lama, saya hanya pekerja di sini, saya tidak punya hak sepenuhnya dalam masalah ini?" tanya Adel khawatir.


"Benar juga sih, mereka pasti akan bertanya masalah ini, tapi tidak perlu khawatir. Alneozro pasti secepatnya menemukan orangnya," ucap Grameisya yakin.


"Baik Nona, akan saya usahakan," ucap sekretaris Adel.


Grameisya memutuskan panggilannya.


Ia kembali masuk ke dalam rumah dan melihat lantai tangga sudah bersih.


"Heh! Tahu juga mereka takut," ucap Grameisya menaikkan sudut bibirnya.


Grameisya pun masuk ke dalam kamarnya dan ia merebahkan tubuhnya di kasur sambil menatap langit-langit kamarnya.


"Hufffttt! Meskipun sudah berpindah tubuh, tetap aja ada masalah internal, benar-benar melelahkan," ucap Grameisya menguap.


Perlahan-lahan matanya terpejam dan tanpa sadar, ia pun tertidur.


❤️❤️❤️


Ke esokkan paginya.


"Karena aku adalah kakak pertama, jadi aku adalah ahli waris yang terbanyak!" ucap Defgi.


Saat itu, para orang tua berkumpul di ruang tamu. Sedangkan anak-anak belum bangun.


"Mana bisa begitu Kak, kita semua adalah anak laki-laki, jadi semua harta itu bagi sama rata. Kita juga punya anak yang harus di sekolahkan," ucap Deval tak terima.


❤️❤️❤️❤️