TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 62


Happy reading 🥰🥰


-


❤️❤️❤️


"Selamat datang," ucap para pelayan yang berjejer rapi menyambut mereka.


Alneozro dan Grameisya lewat di tengah-tengah mereka.


"Kau sarapan dulu agar saat latihan tidak pingsan kelaparan," ucap Alneozro.


"Kamu ini kadang menyebalkan juga ya," denggus Grameisya.


Alneozro tidak mempedulikan omelan Grameisya, ia menuju kamarnya. Entah apa yang ia lakukan.


"Apa dia bilang? Tuan muda kita menyebalkan?" ucap para pelayan itu tidak terima. Mereka berkata pelan tapi geram.


"Tuan muda kita semenyebalkan apa pun dia tetap Tuan muda yang terhormat, beraninya dia berkata begitu dengan Tuan muda," ucap mereka sambil membanting toples.


"Tapi yang mengherankan kenapa Tuan muda tidak marah dan tidak peduli," ucap mereka heran.


"Heh! Apa lagi kalau bukan karena di sihir oleh wanita jahat itu, sepertinya kita harus melakukan sesuatu agar sihirnya terputus," ucap mereka.


"Oh ya, kira-kira apa yang tidak di sukai oleh wanita penyihir?" tanya mereka berembuk.


"Oh ya, mungkin bawang putih dia tidak suka," saran yang lain.


"Iya bener, ayo kita buat sarapan yang banyak bawang putihnya," ucap mereka sepakat.


Mereka pun membuat nasi goreng yang di campur banyak bawang putihnya. Hampir bawang putih dan nasi sama banyaknya.


Mereka menyajikannya di atas meja di mana Grameisya duduk.


"Silakan Nona," ucap pelayan itu tersenyum sambil meletakkan sepiring nasi goreng dan segelas minuman.


"Terima kasih," ucap Grameisya.


"Sama-sama Nona," ucap pelayan itu mengangguk dan kembali ke dapur.


Mereka bersembunyi di dapur sambil menongolkan kepala mereka untuk melihat reaksi dari Grameisya.


"Cepat lihat dia! Kita lihat reaksinya, kalau dia penyihir itu berarti dia takut dengan bawang putih," ucap mereka.


Grameisya menekuk alisnya karena bau bawang putih yang menyengat.


Ia menepikan bawang putih itu dan memakan nasinya. Akan tetapi rasanya aneh, rasanya bukan pedas cabe, melainkan pedas bawang putih, dan juga bawang putihnya tidak mereka goreng. Hanya mereka iris-iris dan di campur begitu saja.


"Hm ... apa orang rumah Alneozro suka makan bawang putih mentah ya?" tanya Grameisya bingung.


Karena baunya yang tidak enak dan rasanya aneh, Grameisya menepikan nasi yang ada di piring itu.


Ia pun menyedot air di dalam gelas.


"Uwekkkk!" Grameisya menumpahkan minumannya dari mulutnya, yang ternyata jus bawang putih.


"Gila! Apa ini! Apa isi semua orang di rumah ini adalah vampir?" tanya Grameisya menyeka air sisa jus bawang putih dari mulutnya.


"Kenapa?" tanya Alneozro melihat wajah Grameisya yang berubah. Ia turun yang sudah mengunakan pakaian olah raga.


"Kau cicip masakan pelayan mu ini, entah dari keluarga apa kamu di lahirkan hingga masakannya aneh begini," ucap Grameisya mendorong piring tersebut.


Alneozro melihat makanan tersebut dengan menekuk alisnya.


Para pelayan itu terkejut dan mereka ketakutan jika sampai makanan itu di cicipi oleh Alneozro.


Alneozro mengambil sendok tersebut dan menyendok nasi goreng tersebut.


"Gimana donk, Tuan Alneozro ingin mencicipi makanan itu," ucap mereka panik.


Setelah menyendoknya Alneozro memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya.


"Tidaaaaaaaaaaakkkk!" teriak mereka bersamaan.


Hap!


Alneozro mengunyah makanan itu dan ia memuntahkannya.


"Ini makanan apa!" ucap Alneozro terbelalak.


Ia pergi ke dapur dan mendapati para pelayan rumahnya itu.


❤️❤️❤️