
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Kino mengambil sebuah alat apa bila di tembakkan ke atas akan membentuk kode sebagai sinyal meminta bantuan.
Kino pun mengambil alat tersebut lalu menembakan ke atas.
"Redamkan kembang api itu!" perintah Alneozro.
Salah satu pengawal melempar alat peredam ke arah Kino dan kembang api itu tidak jadi meledak dan juga tidak pecah, hanya saja tidak bisa di gunakan lagi.
"Sial! Mereka memang datang dengan persiapan! Tapi siapa mereka?" tanya Josh tak habis pikir.
Di mana saat ini mereka sedang lumpuh kekuatannya. Dan juga tidak bisa meminta bantuan.
"Ketua, lebih baik ketua lari saja, biar aku dan yang lain berjuang di sini," ucap Kino.
"Baiklah kalau begitu," ucap Josh menuju jalan tikus.
"Oh, dia mau kabur rupanya?" ucap Alneozro.
Peralatan Alneozro serba canggih. Hanya meletakan sebuah alat kecil yang berbentuk kamera, alat itu bisa melihat apa saja yang terdapat di bawah tanah yang padat itu.
Grameisya berdiri dan keluar dari mobil tersebut.
"Grameisya mau ke mana kamu?" tanya Alneozro.
"Aku akan menangkap Josh dengan tanganku sendiri," ucap Grameisya.
"Aku akan pergi bersama mu," ucap Alneozro.
"Tapi mereka semua butuh arahan," ucap Grameisya.
"Tenang saja, ada Miko yang mengarahkan mereka," ucap Alneozro.
"Tapi ...."
"Tidak perlu khawatir, dia adalah tentara terbaik di dunia," jawab Alneozro.
"Baiklah." angguk Grameisya.
Mereka berdua pun pergi dan menuju ke arah jalan keluar di mana Josh akan keluar. Mereka melihat peta hologram yang ada di G-flash di tangan Alneozro.
"Di sana," ucap Alneozro. Mereka pun berlari ke arah sana.
Pesawat tempur terus menjatuhkan rudalnya dan begitu juga di darat, mereka terus menghujankan markas itu dengan peluru.
Banyak pengawal Josh yang sudah terluka. Di tambah lagi Bom yang terus menerus tersebut membuat mereka harus mundur.
Kino juga sudah terluka dan ia kembali masuk ke jalan tikus tersebut.
Josh lebih terkejut lagi saat melihat Alneozro.
"Kamu," ucapnya menujuk ke arah Alneozro.
"Kita ketemu lagi setelah kau mengirim mata-mata di perusahaan ku," ucap Alneozro melambaikan tangan sambil tersenyum.
Ia terlihat ketakutan.
"Sekali pun kamu ketua, kamu tetaplah manusia Josh," ucap Grameisya geram.
"Siapa kamu?" tanya Josh.
"Akan ku beri tahu nanti," ucap Grameisya menodongkan senjata api rudal ke arah Josh.
Duuaar!
Duuaar!
Josh terus berlari.
Duuaar!
Akhirnya Josh pun terjatuh.
Grameisya dan Alneozro mendekat ke arah Josh. Tapi ia mengeluarkan sesuatu dari belakang dan melemparkan ke arah Grameisya dan Alneozro.
"Awas!" teriak Alneozro memeluk Grameisya dan menghindari bom tersebut.
Sekali pun menghindar, mereka tetap saja mereka terkena percikannya hingga terlempar beberapa meter.
Beberapa pengawal datang membantu mereka dengan melancarkan serangannya ke arah Josh.
Dor!
Dor!
Dor!
Dor!
Dor!
Beberapa peluru mengenai kakinya membuat ia terjatuh.
Grameisya dan Alneozro mendekat. "Cukup! Jangan tembak lagi!" perintah Grameisya.
"Turunkan senjata kalian," ucap Alneozro.
Para pengawal itu pun menurun senjatanya.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...