
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
"Ya udah, aku pulang dulu ya," ucap Grameisya.
"Maaf ya, aku nggak bisa antar kamu pulang Sayang, ada pekerjaan yang harus ku bereskan. Telpon aku nanti ya," ucap Alneozro.
"Baiklah," jawab Grameisya mengangguk.
Perlahan-lahan mobil Grameisya pun melaju di jalanan.
Ya, karena peperangan itu membuat ia banyak menghabiskan biaya, mungkin saat ini ia harus menyelesaikan pekerjaannya untuk mengembalikan dana yang sempat terpakai itu.
Saat di perjalanan, Grameisya melihat di pinggir jalan seorang gadis yang ia kenal berlarian, lalu ia di kejar oleh beberapa orang pria.
"Pak berhenti!" pinta Grameisya.
Pak Ahmad memberhentikan mobilnya di pinggi jalan.
Grameisya melihat kebelakang dan ia mengenali jika itu adalah Yessy yang di kejar-kejar oleh beberapa orang pria tersebut.
"Yessy," ucap Grameisya. Ia pun keluar dari mobil dan berlari mengejar Yessy.
Ya, mau bagaimana pun Yessy adalah masih keluarga Andes, tapi bukan berarti ia berbaik hati untuk membawanya pulang. Ia penasaran kenapa Yessy di kejar-kejar oleh beberapa orang pria itu.
Mereka pun masuk ke gang.
Grameisya berlari lalu melompati dan menginjak dinding gedung yang ada di pinggir jalan tersebut, ia pun sampai di belakang para pria itu.
Saat itu Grameisya melihat Yessy yang tersudutkan ketakutan di pojokan karena itu adalah gang buntu.
Grameisya menarik salah satu kerah baju pria itu dan melemparnya ke belakang.
Bruuuk!
Para pria itu melihat kebelakang. "Siapa kamu?" tanya mereka.
"Kamu jangan ikut campur!" ucap pria itu geram.
"He-he-he, kita bawa saja dia sekalian, mungkin bos akan senang," ucap mereka tersenyum mesum ke arahnya.
"Oh, ingin melecehkan ku ya, sini aku lecehkan balik," ucap Grameisya melayangkan tinjunya.
Buk!
Tinju Grameisya membuat gigi pria itu rontok dan ia menampung gigi di telapak tangannya.
"Gigiku!" teriaknya.
"Sial! Kau sangat kasar rupanya, ayo habisi dia," ucap pria itu.
Grameisya mundur beberapa langkah dan lalu melompat ke atas dengan menginjak dinding gang itu lalu mendarat di kepala pria tersebut. Ia memutar kepala pria itu dan pria itu pun terjatuh.
Yang satunya lagi melayangkan tinjunya ke arah Grameisya, dengan kuat, Grameisya melayangkan tendangannya ke arah anu pria tersebut.
"Aaaaaaaaaaaaakkkkk!" teriak pria itu kesakitan.
Yessy berdiri. "Terima kasih ya Grameisya," ucap Yessy.
"Kamu kenapa bisa di kejar-kejar mereka?" tanya Grameisya.
"Papa meninggalkan ku kepada pria tua itu. Aku kabur dari mereka. Papa juga pergi setelah menerima uangnya," ucap Yessy.
"Itu artinya kau sudah di jual oleh papamu," ucap Grameisya.
"Jadi aku harus bagaimana?" tanya Yessy.
"Kau lebih baik pergi dari kota ini, kalau dia tahu kalau kamu kabur dari pria tua itu, mungkin kau akan di tangkap lagi dan bisa saja kau di bunuh. Rumah Andes tidak akan bisa menjagamu, Papa yang seharusnya menjaga mu saja tidak bisa melindungi mu dan malah di matanya lebih berharga uang dari pada kamu sebagai anaknya, jadi pada siapa lagi tempat kamu berlindung," ucap Grameisya.
Yessy tertunduk lesu.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
[Jangan lupa like, vote, komen, iklan dan hadiah ya terima kasih]