
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Grameisya menutup telinganya dan ia menghindarinya.
'Kenapa telinga ku terasa panas?' batin Grameisya.
Semua ponsel orang di sana berbunyi jika ada sebuah berita masuk, mereka pun melihat berita di web itu jika Alina kecelakaan.
"Apa! Alina kecelakaan?" tanya Alneozro terbelalak.
"Kecelakaan?" tanya Grameisya.
Alneozro memperlihatkan ponselnya. Di sana tertulis judul besar.
Artis papan atas mengalami kecelakaan.
Artis papan atas bernama Alina mengalami kecelakaan di jalan Sekayu akibat di lindas teruk besar.
Saat ini dia ada di rumah sakit Perawang medikal.
"Ayo kita pergi sekarang," ajak Alneozro.
Mereka pun langsung berangkat menuju rumah sakit.
Perjalanan yang memakan waktu beberapa menit, mereka pun sampai di rumah sakit.
Mereka semua bergegas masuk ke rumah sakit.
"Selamat datang Tuan Alneozro," ucap para pegawai itu senang melihat Alneozro datang.
Alneozro hanya mengangguk dan langsung ke meja pegawai rumah sakit itu.
"Di mana ruangan Alina?" tanya Alneozro cepat.
"Di kamar sakura lll," jawab pegawai itu.
Alneozro meraih tangan Grameisya dan membawanya menuju kamar sakura lll.
Akhirnya mereka sampai di sana, tapi di sana sangat ramai di penuhi oleh wartawan dan beberapa fans yang datang ikut meramaikan tempat tersebut.
"Tuan Alneozro." Para wartawan itu mendatangi Alneozro. Alneozro hanya mengangkat tangannya menandakan jika ia tidak ingin bicara saat ini.
Ia pun mengetuk pintu kamar itu.
Tok! Tok!
Tok! Tok!
Cklek!
Pintu pun terbuka.
"Cepat kalian masuk," ucap Mama Alina.
Alneozro tetap mengengam tangan Grameisya masuk ke dalam. Begitu juga dengan ketiga temannya.
Seharusnya menjenguk hanya di perbolehkan 2 orang. Tapi yang masuk adalah para Tuan muda, jadi mereka di perbolehkan masuk.
Terlihat Alina terbaring lemas di atas brankar dengan tubuh yang di lilit oleh kain kasa dan selang infus yang menggantung di atas besi penyangga.
Alneozro melihatnya sangat memperihatinkan. Perlahan-lahan Alneozro mendekat dan melihat keadaan Alina.
"Bagaimana keadaan dia Tante?" tanya Alneozro pelan.
"Kakinya patah, wajahnya juga terluka," jawab Mama Alina.
"Jadi? Bagaimana selanjutnya?" tanya Alneozro.
Alina tidak ingin berbicara, tapi ia menumpahkan air matanya yang bercucuran di setiap ujung matanya.
Suaranya juga tertahan di tenggorokan.
"Tante, jika Tante mengizinkan bolehkah Alina di pindahkan ke rumah sakit ku saja, biar aku bantu untuk merawatnya. Lagian aku juga dokter Traumatologi. Aku yakin bisa mengatasinya keluhannya," ucap Lio maju ke depan.
Mamanya melihat ke arah Alina. "Bagaimana Alina? Apa kamu mau pindah ke rumah sakit Lio?" tanya Mamanya.
Alina diam saja tak menjawab.
"Ya udah, kita akan pindah nanti malam saja, sekarang masih banyak orang di luar," ucap Mama Alina.
Mereka semua hanya terdiam melihat Alina yang terbaring di atas ranjang.
Grameisya juga bingung mau bicara apa dan berbuat apa, lebih baik ia berdiam diri saja. Alina juga tidak mengatakan apa pun.
"Kalian kenapa berdiri, ayo duduk," ucap Mama Alina kepada mereka semua. Mereka pun duduk di sofa. Berhubungan itu adalah kamar VIP, ruangan itu cukup besar untuk menampung mereka semua.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...