TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 70


Happy reading 🥰🥰


-


❤️❤️❤️


"Benar, tapi sebentar lagi itu giliran kamu," ucap Mama Mia tersenyum sinis.


"Hey! Kau harus sadar juga! Kau juga menantu di rumah ini, kapan saja bisa di tendang seperti Mila. Aku sih tidak ada buat masalah di rumah ini, tapi kamu, kamu pernah ketahuan mencuri uang perusahaan," ucap Mama Gladis.


"Hey! Tapi itu sudah ku ganti ya! Jadi itu tidak bisa di bilang mencuri, tapi aku hanya meminjam saja," ucap Mama Mia mencibir.


"Heh! Tetap aja, pencuri selamanya adalah pencuri," ucap Mama Gladis.


"Sudah aku bilang kau bukan pencuri! Kamu ini kau berantem pagi-pagi begini ya!" teriak Mama Mia.


"Hey! Kalian pagi seperti ini apa seru berantem! Mau di usir juga!" teriak Deval.


Mereka terdiam lalu pergi masuk ke dalam kamarnya masing-masing.


"Bi, sarapan ku! Aku mau pergi sebentar lagi!" teriak Mama Gladis.


"Iya Nyonya," jawab pelayan dari dapur.


"Grameisya, Papa pergi kerja dulu ya, sekolah yang rajin," ucap Deval berpamitan.


"Iya Pa, Papa hati-hati di jalan," pesan Grameisya.


"Oh ya, kemaren Adinda ada menelpon Papa," ucap Deval.


"Benarkah? Dia bilang apa?" tanya Grameisya cepat.


"Dia menelpon minta bantu dana untuk perusahaannya, karena dia ada ingin membeli sebuah perusahaan yang ternama," jawab Deval mengingat apa yang mereka bicarakan tadi malam.


'Heh! Minta bantuan dana? Yang benarnya untuk membantu ketua agen untuk mencari pasukan,' batin Grameisya.


"Kamu kan tahu, perusahaan kita baru saja ingin mengalami kebangkrutan, bekerja sama dengan perusahaan Alneozro adalah hal yang sangat luar biasa. Kakek berterima kasih kepada mu, karena kamu kenal dengan Alneozro barulah perusahaan kita terbantu. Kalau perusahaan kita sudah bekerjasama maka kakek ingin memberikan sesuatu untukmu," ucap Deval.


Grameisya mengerucutkan bibirnya.


"Ya udah, Papa pergi dulu ya," ucap Deval buru-buru sambil melihat jam tangannya.


"Iya." angguk Grameisya.


Deval pun pergi meninggalkan rumah dan masuk ke dalam mobilnya.


Grameisya duduk di kursi sambil melahap sarapannya. Defli datang dengan wajah masam.


"Grameisya!" panggil Defli dengan nada tinggi.


"Hm? Ada apa?" tanya Grameisya mendongakkan kepalanya melihat ke arah pemilik suara tersebut.


"Kau tidak kah merasa bersalah?" tanya Defli mengintrogasi.


"Aku tidak melakukan kesalahan, untuk apa aku merasa bersalah?" tanya Grameisya balik.


"Gara-gara kamu di sukai oleh Tuan Alneozro, Tante Mila dan Yessy di usir dari rumah ini!" jawab Defli sedikit ketus.


"Ooh, dia pantas mendapatkannya," jawab Grameisya santai sambil menguyah makanannya.


"Kamu ini ya benar-benar nggak punya hati! Jangan bangga kamu karena hanya di sukai oleh Alneozro, kau kapan saja bisa ia campakkan," ucap Defli menatap Grameisya tajam.


"Apa urusan mu? Ha! Lagian karena perusahaan kakek selamat kan? Kalau tidak bagaimana bisa memberimu dan keluarga mu makan dan untuk bersekolah. Kamu sadar nggak itu? Lalu kamu bisa bantu apa untuk perusahaan kakek? Kalau nggak bisa bantu diam aja. Masalah aku di campakkan atau tidak itu urusanku," ucap Grameisya kesal.


"Iya, tapi tidak sampai harus mengusir Tante Mila dan Yessy, mereka adalah keluarga ini juga," ucap Defli.


"Kalau kau sayang banget sama mereka, sana kau ikut mereka," ucap Grameisya geram.


❤️❤️❤️