
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Amar menjengah kepalanya melihat ke arah Alina yang menahan geram ke arah Grameisya.
"Ck! Dia benar-benar dendam," ucap Amar.
"Oh ya, kamu minta di ajarin tentang perusahaan kan ya? Ya udah aku ganti baju sebentar ya sekalian ambil beberapa dokumen perusahaan ku untuk kamu baca," ucap Alneozro beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke kamarnya.
Alina melipat tangannya sambil memayunkan mulutnya.
Ia terlihat kesal. Apa lagi Grameisya meletakan bola bening itu di atas meja melihatnya sambil tersenyum.
"Ah, curang nih! Grameisya di belikan, masa kami nggak, benar-benar ya si Alneozro ini!" ucap Jun sewot sambil bercekak pinggang.
"Sudahlah, Grameisya siapa? Kamu siapa? Kamu itu nggak penting," ucap Amar tertawa.
Lio menepuk keningnya, barusan di bilang eh malah semakin menjadi.
Tak lama kemudian, Alneozro turun dengan baju casual. Ia membawa laptop dan beberapa berkas turun ke bawah.
"Lho? Kamu mau kerja setelah pulang?" tanya Jun.
"Nggak, aku mau ngajarin Grameisya tentang perusahaan, dia ada tanding di sekolahnya tentang perusahaan," jawab Alneozro.
"Kapan nih kita bisa kumpul?" tanya Amar.
"Nanti malam," jawab Alneozro.
"Oh iya, nanti malam ada undangan pesta ulang tahun anak Tuan Afi. Kamu juga di undang, mau ikut nggak?" tanya Amar.
"Biasanya satu di undang pasti yang lain ikut, kita kan empat Tuan muda terhormat," ucap Jun merasa bangga.
"Kita? Kami bertiga aja kali, kamu mah cuma ikut-ikutan," ucap Amar terkekeh.
"Dasar bayi," celetuk Lio.
"Oke! Aku ikut. Kamu juga ikut sebagai pasangan ku," ucap Alneozro melihat ke arah Grameisya.
"Aku bawa siapa ya?" tanya Jun berpikir.
"Pura-pura bingung kamu, wanita peliharaan kamu kan banyak," ucap Amar.
"Kau ini ngajak berantam mulu, mana ada aku wanita peliharaan, yang ada cuma wanita simpanan aja," ucap Jun.
Mereka seperti di tiban batu mendengar ucapan Jun yang nggak jelas.
"Aku bawa siapa ya?" tanya Amar berpikir, wanita mana yang akan ia bawa.
"Oh ya, aku akan bawa Amira aja deh," ucapnya.
Lio terdiam, ia melihat ke arah Alina dan merasa kasihan karena melihat Alina yang murung itu.
"Ya udah, kamu sama aku aja," ucap Lio kepala Alina.
Alina berdiri lalu ia pun pergi dengan langkah kaki cepat. Sesampainya di mobil, ia menangis dengan kepala menunduk di stir mobil.
"Kenapa kamu nggak lihat aku Alneozro? Kenapa kau tidak mencintai ku? Kenapa kau tidak menganggap ku? Bukannya dulu kita selalu bersama? Kau malah memilih orang yang tidak jelas sepertinya. Kenapa bukan aku yang ada di samping mu? Aku sangat menginginkan dirimu Alneozro," ucap Alina menangis terisak-isak.
Rasa hatinya seperti teriris dan sakit melihat Alneozro membela Grameisya, padahal ia sangat mencintai Alneozro sejak lama.
Ia pun menyetir mobilnya melaju di jalanan dengan pandangan yang buram.
Mobil terus melaju di jalanan, melaju dengan secara acak, ia sungguh tidak perlu dengan keadaanya saat ini, yang pastinya hatinya terlalu sakit.
Dan dari depan ada sebuah mobil besar yang melaju searah dengannya.
...❤️❤️❤️❤️❤️...