
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
"Lebih baik jangan ikut campur atau tempat mu akan ku ledakan juga!" ucap Alneozro.
"Tidak," jawab pria itu menggeleng.
"Hey Harto! Kau bilang ingin datang membantuku dan bekerja sama denganku! Tapi sekarang kau malah tidak bergerak! Ayo cepat habisi mereka semua!" teriak Josh.
"Jika mafia di markas besar itu mungkin aku akan membantumu. Tapi dia Alneozro! Aku belum mau mati," jawab pria yang di panggil Harto.
"Sial! Kau dasar pengkhianat!" teriak Josh meludah di depan Harto.
"Lebih baik berkhianat dari pada mati bersama pengkhianat," jawab Harto.
"Maaf Tuan Alneozro, maaf kami menganggu Anda. Kami pulang dulu," ucap Harto membungkukkan badan dan pergi dari sana.
"Grameisya, terserah kau mau apakan dia berdua, para pengawalku akan istirahat dan makan," ucap Alneozro.
"Terima kasih atas bantuanmu," ucap Grameisya.
"Jangan seperti itu kekasih ku, aku akan melakukan apa pun untukmu," ucap Alneozro tersenyum.
"Berikan aku pisau, aku akan mengeluarkan jantung mereka secara hidup-hidup," ucap Grameisya.
Beberapa orang pengawal memegang Josh dan Kino dan membaringkan mereka.
"Apa yang kamu lakukan!" teriak Kino.
"Aku akan mengambil jantung kalian dan meletakkan di atas pemakaman keluarga ku," jawab Grameisya dengan memegang pisau.
"Tolong jangan lakukan itu Melisa! Ampuni kami! Kami akan berubah! Tidak apa-apa kami di penjara seumur hidup asalkan kamu memberi kami hidup!" pinta Kino memohon.
"Tidak ada kesempatan untuk kalian! Pegang mereka," perintah Grameisya.
Grameisya menancapkan pisau itu di dada Josh dan Josh berteriak kesakitan.
Ia pun memotong hingga menjadi persegi empat.
Grameisya pun menarik paksa jantung Josh dan terlihat Josh yang melilit kesakitan dan seketika merenggang nyawanya.
Jantung itu ia letakan di atas perut Josh yang membuat Kino gelagapan.
"Cinta? Apa itu cinta? Hm ... Tapi aku sudah punya kekasih," ucap Grameisya tersenyum sinis dan ia pun menancapkan pisau itu di dada Kino.
"Aaaaaaaaaaaaa Aaaaaaaaaaaaa tidakkkkkkkk!" teriak Kino.
Grameisya tidak pedulikan teriakan Kino dan terus memotongnya.
Dan ia pun mencabutnya lagi dan Kino pun mati.
Grameisya mengengam kedua jantung itu.
"Aku sudah membalasnya Papa! Mama! Kalian boleh pergi dengan tenang," ucap Grameisya menangis terisak-isak dan berlutut.
"Aku sudah membalasnya!" teriaknya lagi dengan suara parau dan pandangannya kabur oleh air mata.
Ia menyeka air matanya dan memasukan kedua jantung itu ke dalam plastik.
"Kau ingin kemana lagi?" tanya Alneozro.
"Aku ingin kepemakaman keluarga ku untuk mempersembahkan jantung ini untuk mereka," ucap Grameisya.
"Baiklah, aku akan ikut bersama mu," ucap Alneozro.
Mereka semua naik ke dalam mobil dan menuju kembali ke bandara.
Sesampainya di bandara.
"Untuk kalian semua, perang kita sudah selesai. Kalian silakan pulang!" perintah Alneozro.
"Bagaimana dengan Tuan?" tanya mereka.
"Aku akan menyusul," jawab Alneozro.
"Baik Tuan, kami berangkat dulu," ucap Miko.
Para pasukannya masuk ke dalam helikopter dan sebagainya dalam pesawat. Sisanya ke dalam kapal.
Mereka pun berangkat.
"Ayo kita masuk ke dalam jet pribadi dan mereka juga berangkat meninggalkan Negera E.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...