TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 187


...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


"Tidak apa-apa Tuan, terima kasih karena sudah menerima kami bekerja di sini, kami tahu kondisi Tuan saat ini. Kami akan mencari pekerjaan baru, kami akan berkemas hari ini," ucap para pembantu itu.


"Bi Ena dan Pak Ahmad tetap di rumah ini karena Grameisya masih butuh kalian. Bagaimana kalian berdua?" tanya Deval kepada Dodo dan Heru.


"Aku butuh Bi Ella aja untuk pelayanan pribadi ku, sisanya aku bisa sendiri," ucap Mama Gladis.


"Iya, aku butuh Bi Ani saja," ucap Mama Mia.


"Kamu sendiri bagaimana Deon?" tanya Deval.


"Hm ... Mama sama Papa masih di luar negeri, beberapa Minggu ini aku belum ada menghubungi mereka. Kemaren waktu kakek meninggal katanya mau pulang, tapi mereka nggak jadi. Uang kiriman mereka juga udah menipis, sepertinya aku harus menghemat uang mulai sekarang," ucap Deon sedih.


"Oh, jadi selama ini orang tua kamu keluar negeri, pantasan nggak ada nampak," ucap Grameisya.


"Bukannya mereka pergi kamu juga tau, kenapa malah balik bertanya?" ucap Deon bertanya balik.


'Benar juga, aku kan belum pindah ke dalam tubuh ini,' batin Grameisya duduk di kursi.


"Siapa yang ingin kau pertahankan?" tanya Deval.


"Bibi Sam saja," ucap Deon.


"Baiklah, buat yang lain maaf ya, bukan nggak boleh kalian bekerja di sini lagi, saat ini kami benar-benar sedang kritis. Tapi nanti aku coba hubungi Alneozro apa di rumahnya atau di tempat usahanya lain butuh karyawan, aku akan merekomendasikan kalian," ucap Deval.


"Untuk yang lain, kalian tetap bekerja di sini, tapi ya sekalian bersih-bersih juga," ucap Deval.


"Iya, kami mengerti Tuan," ucap mereka.


Mereka pun kembali ke meja makan dan para pembantu yang lain sedang diskusi untuk pemerataan kerja.


"Kira-kira orang tua kamu toksik kayak kamu juga nggak ya?" tanya Grameisya mengambil satu buah sandwich mengunyahnya.


"Kamu kok nanya gitu, kamu pikir orang tuaku apaan? Dan ... kamu emang beneran nggak kenal sama orang tua aku?" tanya Deon menekuk alisnya.


"Kamu lupa ya kalau dia lupa ingatan," ucap Gladis manyun.


Grameisya tersenyum melihat ke arah Gladis, seketika Gladis langsung terdiam. Karena ia harus menyetor uang kepada Grameisya.


"Ya udah, kalian pergilah berangkat sekolah. Masalah yang lain biar orang tua yang selesaikan," ucap Deval.


"Baik Pa," jawab Grameisya berdiri dari kursinya setelah selesai sarapan.


Grameisya pun masuk ke dalam mobil yang masih di supir pak Ahmad. Mobil pun melaju di jalanan menuju sekolah.


Papa dan Mama Deon keluar negeri karena, mereka sudah mengambil saham bagian mereka sendiri waktu itu, tapi sayangnya usaha mereka bangkrut.


Mereka meminta bantuan dana lagi kepada Andes, tapi Andes tidak memberikannya dan pada akhirnya mereka berdua keluar negeri dan bekerja untuk mencari modal bisnis usaha.


Tidak tau apa yang mereka bisniskan. Tapi mereka bilang mereka sukses di luar negeri dan bisa mengirim uang banyak kepada Deon.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...