TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 119


...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️...


"Kok di matikan sih? Alneozro kembali menelponnya lagi.


Triring! Triring!


Triring! Triring!


"Ikh! Siapa lagi sih, kok ganggu orang tidur aja!" gerutu Grameisya.


"Halo," jawab Grameisya.


"Kenapa kamu matikan?" tanya Alneozro.


"Oh, kamu yang salah sambung tadi ya."


"Eh tunggu dulu, ini aku Alneozro. Kamu nggak lihat siapa yang nelpon!" tanya Alneozro.


"Oh, kamu ya. Kenapa?" tanya Grameisya.


"Kok kamu ngomong gitu sih? Aku yang nelpon kamu karena aku rindu kamu. Kamu jangan sampai lupa jemput aku," ucap Alneozro mengingatkan kembali.


"Aku tahu aku tahu, sudah berapa juta kali pun kamu katakan. Lagian kalau aku nggak jemput kamu?" tanya Grameisya.


"Aku nggak akan pulang sebelum kamu datang menjemput ku," ucap Alneozro.


"Itu masalah mu, mau pulang atau tidaknya," ucap Grameisya mencibir.


"Kamu ini ya, benar-benar ya."


"Apa!"


"Susah pagi nih, kamu bukannya berangkat sekolah?" tanya Alneozro.


"Iya, aku berangkat sekolah," jawab Grameisya melihat keluar jendela kalau fajar sudah terlihat.


"Oh ya, aku di hubungi oleh kepala sekolah untuk datang ke pertandingan kamu dan murid yang lai beberapa hari lagi. Aku datang untuk memberimu semangat," ucap Alneozro.


"Oh ya? Tapi aku tambah nggak semangat bila ada kamu," ucap Grameisya.


"Jangan GR kamu. Setelah pulang kamu sibuk nggak?" tanya Grameisya.


"Kenapa?" tanya Alneozro lembut.


"Tolong ajarkan aku tentang perusahaan, karena akan ada pertandingan tanya jawab tentang perusahaan," ucap Grameisya.


"Untuk kamu apa yang enggak sih? Aku punya waktu hari ini, dan akan punya waktu di hari-hari berikutnya," ucap Alneozro.


"Wek! Terserah kamu sih, terserah kamu," ucap Grameisya mengalah.


"Okelah kalau begitu, ya udah kamu pergi sekolah, Ku juga mau siap-siap berangkat. Selamat pagi bintangku," ucap Alneozro.


"Bintang apaan pagi-pagi begini?" tanya Grameisya mencibir.


"Ada, bintang venus di hatiku," ucap Alneozro.


"Kamu ini kayak anak kecil aja, udah sana pergi!" Grameisya pun memutuskan panggilannya.


"Bintang hatiku, bintang venus, bintang kejora apa-apa lah itu!" sungut Grameisya meletakan kembali ponsel dia atas meja. Ia pun mengambil handuknya dan segera mandi.


Setelah mandi dan berganti seragam. Ia pun turun menuju meja makan. Di sana terlihat ketiga ke empat sepupunya sedang menyantap sarapan. Hanya Defli yang memakai seragam. Yang lain tidak.


"Kalian nggak sekolah lagi?" tanya Grameisya.


"Siapa yang akan sekolah kalua di lempari sampah lagi," ucap Gladis.


"Terserah sih, lagian yang bayar buka aku juga," ucap Grameisya tidak peduli.


"Lagian hari ini kami ada rencana sesuatu, ya kan Mia, ini lebih seru dari sekolah," ucap Gladis tersenyum senang.


"Iya, ah membayangkannya saja aku sudah sangat senang. Kita belanja di mall aja termahal aja gimana?" ajak Mia.


"Pastinya donk," ucap Gladis dan Mia mereka saling tos.


"Cih! Sejak Yessy nggak ada aku melihat kalian menjadi akrab ya, entah ini suatu keberkahan apa petaka," ucap Grameisya.


"Kamu harus berterima kasih kepada mu karena sudah mengusir Yessy dari rumah ini membuat kami menjadi berteman," ucap Gladis merangkul Mia.


"Terserah kalian lah," ucap Grameisya yang tidak terlalu peduli sambil mengunyah sarapannya.


...❤️❤️❤️❤️❤️...